Selasa, 24 September 2024

Parenting

Parenting 

Anak mengerti lawan jenis ditandai dengan suka bersolek. Jatuh cinta itu normal dan menunjukkan orientasi seksnya benar. Maka harus diarahkan supaya dorongannya tidak terlalu besar karena jika sudah besar maka akan berbahaya. Maka jelaskan perihal akil balig. Aturan yang jelas terhadap lawan jenis : tidak bersentuhan, tidak berduaan, jika bertelpon sesuai dengan kebutuhannya. jika sampai malam2 maka akan tidak baik.  

Libido anak yang tinggi harus disalurkan dengan banyaknya kativitas olah raga, organisasi juga akan membantu menyalurkan libidonya. Komunikasi anak dan ortu harus dekat karena anak biasanya bertanya hal yang privasi. Ayah menjelaskan tentang akil balig pada anak laki-laki dan ibu pada anak perempuan. Anak putri jika terlalu mencintai, biasanya karena kehilangan figur ayah, maka ayah harus dekatlah pada anak putri. jatuh cintanya anak putri pada ayah. 

Anak sulit lepas dari gadged. Seperti pisau, maka harus diajari penggunaannya yang aman sehingga tidak membahayakan. Bangun aturan tentang penggunaan gagdet. Meliputi waktu dengan bloking time, dari habis magrib sampai isyak, malam hari jam 21.30 sampai sahur tidak ada gadged, sehingga tidak ketagihan. Penggunaan pasword, anak tidak boleh mempasword sehingga ortu kesulitan mengontrol. Jika anak kita tidak nyaman maka itu ada sesuatu yang disembunyikan. Pasword diketahui oleh seluruh anggota rumah supaya sesama anggota rumah tidak ada rahasia. Pasword digunakan untuk pengaman saat diluar rumah.

Hindari dari kecanduan game dan pornografi.

Pornografi sangat bahaya karena : 

1. logika nalarnya bermasalah, 

2. masa kecanduannya tidak ada batas dari muda sampai tua dan sulit hilang, 

3. otaknya akan ada perpustakaan pornografi dan jika ada kesempatan dia akan melakukannya.

Fardu Kifayah

 Fardu Kifayah

22 September 2024

Kehendak Alloh menggerakkan hatiku silaturohmi ke personal yang pernah berjasa di UB. Pertama ke mbak Nanik, adek iparnya Prof Bagyo. Beliau tinggal di rumah yang sudah bagus saat ditinggal oleh suaminya, di daeran pesantren. Mbak Nanik suaminya sudah meninggal sehingga saat ini bersama dengan anak laki-lakinya. Beliau sudah pensiun dan masih menjalin hubungan dengan personal UB dengan cara meneruskan usaha sampingannya dulu, sehingga saat ini jadi usaha utama yaitu memasak dan menjual nasi bungkus. Saking enakknya dan sehat maka habisnya selalu banyak porsi. Beliau naik grab untuk membawa daganangnya. Karena cukup dekat maka grab juga murah 12k. Dari beliau maka sambung silaturohmi dengan Bu Prof Catur. 

Prof catur adalah pembimbing PKL saya, mengukur kualitas air di Kalimas Surabaya dengan melihat COD, BOD, cacing sutra yang hidup di dasar sungai. Setiap lewat rumah makan Mojorejo saya ingat selalu bu Catur yang sukanya makan di depot itu.  Dari kegiatan itu, saya mengamati cacing merah itu dalam satu koloni yang menyatu itu kepalanya, ekornya bergerak terus untuk mencari oksigen. Dari perilaku cacing merah itu saya menemukan sebuah filosofi bahwa dalam satu organisasi itu harus menyatukan pikiran dan terus bergerak untuk mencari oksigen itu artinya berjuang untuk mempertahankan kehidupan kelompok. 

Prof Catur bercerita tentang pengobatan dengan tembakau oleh Prof Sutiman yang berhasil mencegah beliau dari cuci darah. Beliau memiliki 2 putri yang sedang kuliah. Beliau memiliki aktivitas pengelolaan lingkungan di Bedengan dan akhirnya beliau ingat saya dan merekomendasikan al Hikmah untuk mengikuti kegiatan beliau.

Kegiatan pertama yang dilakukan bersama dengan Al Hikmah, karena sekolah lainnya yang ditunjuk tidak merespon. Alhamdulillah saya mendapatkan persetujuan sangat cepat dari U Yus "bagus kegiatannya" kata beliau setelah saya share pamflet dari bu Endang. Lancar dan beliau langsung memberikan surat tugas 10 siswa dan saya serta U Wildan. Memesankan angkot juga sebagai sarana keberangkatan ke Bedengan. 

Bedengan sangat ramai pengunjung di hari Ahad, kami sempat tertahan sebentar di pintu masuk menunggu antrian mobil masuk. Saat di area juga sangat heboh karena beberapa tim membawa soun yang menggelagar melebihi batas ambang pendengaran normal, jantung serasa ikut bergetar saat di dekat sound tersebut. Bu Endang bilang "ini perlu dibawakan alat tes kekuatan suara, karena membuat penghuni asli bedengan menjadi tidak nyaman, padahal kita ini pendatang kok malah bikin tidak nyaman penghuni asli, itu sebuah kedholiman". Kami akhirnya membuat forum yang agak jauh dari kelompok yang berjoget dangdutan. Hal ini menyebabkan acara yang tadinya jam 8.30 mulai menjadi jam 9.30.

Pembukaan acara yang sangat menggugah hati adalah pernyataan pak dosen bahwa melestarikan lingkungan adalah FARDU KIFAYAH, maka aktivitas apapun yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan yang seakan itu adalah aktivitas dunia namun akan mendapatkan pahala dan ridho Alloh. 

Selanjutnya adalah pengarahan kegiatan mencari bentos oleh pak Dr. Pur sebelum melaksanakan perjalanan ke sungai bagian hilir dan hulu. Mencari bentos di bawah batuan dilakukan oleh kelompok kelas 11 dan kelompok kelas 10 mencari di akar tumbuhan air. Bentos sebagai bioindikator kualitas air karena geraknya lambat sehingga akan terdampak secara langsung jika ada perubahan lingkungan. Pencarian ini dipakai alat yang sederhana dan murah dengan piring plastik warna putih supaya bisa terlihat jelas dan juga ember untuk menampung bentos yang diperoleh. Kuas untuk mengambil bentos dari batuan dan juga memisahkan dari kumpulan bentos yang banyak. Saringan teh untuk menjaring bentos dan tak lupa lup sebagai alat bantu identifikasi. Alatnya sederhana dan murah, supaya menjadi ide buat pengusaha Bedengan untuk Eduwisata.

Kegiatan mengamati biodiversity di bedangan dengan melakukan penjelajahan sepanjang jalan. Kami mendapatkan informasi berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang sebelumnya belum pernah dilihat oleh siswa kami. Misalnya daun anti pikun Centela, Equisetum/paku ekor kuda untuk mendeteksi kelembaban tanah yang bentuknya tidak seperti ekor kuda, lebih seperti bambu kurus. Tumbuhan yang mampu hidup di batuan, dia sangat sederhana hanya membutuhkan sedikit nutrisi. Membuktikan bahwa alloh maha memberi Rezeki. Tak sia-sia fungsinya sebagaai pengikat batu yang posisinya tegak dan bahkan sampai membentuk gua 

Prof Endang yang semangat banget, terlihat dari jalannya menyusuri hutan sangat cepat mengalahkan murid dan dosen 



Minggu, 15 September 2024

Kedekatan Ibu dan Anak

Kedekatan Ibu dan Anak

Hasna menelpon 16 September 2024. Hasna sudah bisa membaca/qiroaat 2x langsung lancar, kalau dulu sampai 5-7x, dalam 1 halaman 1 menit 45 detik sampai 2 menit.  Membaca dengan kecepatan 2.45 mnit sampai 3 menit jika tadwir 

Hasna cerita kalau menghafal quran ada serunya. Seru jika cepat hafal, 7x diulangi maka akan hafal hati bahagia. Namun ada halaman-halaman yang sulit sehingga harus lebih banyak mengulangi.  Jika tidak segera hafal dia mengulang sampai 50x.

Hasna cerita kalau ikut grup Illahi, adalah solawatan versi arab dan turky.

Hasna dengan bijak bercerita kalau setiap keadaan ada enak dan tidaknya. walaupun enak grup yang dulu yaitu grup 16, namun harus bisa menerima grup yang sekarang. Ada temannya yang sangat menggemaskan, menyebalkan. Dipegang merasa dipukul.  

Hasna cerita kalau hari ini beli es mangga di cessa 10k. 

Hasna mengajari umi bahasa turky tentang angka  1 sd 5. Pernah juga mengajari nama-nama ruangan dalam bahasa turky, mengajari nama-nama hari. 

Hasna bermain game dengan menyanyi lagu ..di sini senang di sana senang .....dalam bahasa arab dan turky. 

Hasna masih sering cerita dengan teman halkah besar D grup D1 yang dipegang oleh abla Friska.

Hasna sering menceritakan kebaikan dan kesabaran abla Friska, beliau sering memotivasi supaya tetap semangat walaupun belum bisa qiroat. Beliau talebe yang mandiri, jarang dijenguk dan jarang pulang ke rumah.  

Hasna minta umi memberikan kisah nabi Muhammad. Umi menceritakan kisah Nabi Muhammad  yang disusui oleh Halimatus  Sakdiyah. Halimah menangis karena bahagia dengan menyusui maka susu bagian kanan menjadi keluar susunya. Umi menceritakan itu karena habis selintas melihat muridnya melihat film tentang nabi Muhammad di asrama, sementara umi sambil masak angsle buat muridnya. 

Hasna meminta cerita lagi, maka umi menceritakan tentang seekor keledai menuju nabi Adam supaya wangi, dan keledai yang lain ikut mendekati karena iri, ingin wangi juga, namun tidak menjadi wangi. Hikmahnya : semua perbuatan tergantung niatnya, tidak boleh iri. Umi juga menceritakan tentang seekor burung yang membantu nabi Ibrahim memadamkan api, namun diejek oleh burung lainnya bahw itu mustahil. Burung itu tetap melakukan dengan paruhnya yang kecil sambil bilang "gak apa asal aku berniat untuk membela nabi Ibrahim yang benar maka aku termasuk golongan yang benar". Hikmah: semua perbuatan dinilai dari niatnya.

Hasna mendapat cerita dari umi yang telah selesai menbaca tarjamah quran tentang Iblis berbicara dengan Alloh secara sombong : "aku siapa dan kamu siapa?". Iblis menjawab aku adalah aku dan kamu adalah Kamu, maka dijerumuskan ke neraka. Berkali pertanyaan dari Alloh dijawab yang sama sehingga dijerumuskan lagi. Pada akhirnya, iblis menjawab "aku adalah hambaMU dan engkau adalah Tuhanku" maka azab iblis diringankan. Hikmahnya : sikap sombong hanya milik Alloh, selendangnya Alloh, maka manusiapun tidak boleh sombong.

Hasna yang sering bilang "Umi, aku kangen peluk umi" yaaa...kalimat itu yang bikin saya nangis, bahkan saat nulis inipun nangis. Habis peluk murid seusia Hasna jadi makin kangen dan makin nangis. Saat nelpon aku pura-pura kuat. Hasna di Kertosono sudah nangis, tapi kalau aku nangis pasti bikin dia tambah kangen, Seperti selesai peluk Hany muridku makin kangen sama Hasna.

Ya Alloh jadikan anak-anak kami solih solihah, menjadi bagian dari doa umat islam dalam bacaan tahiyat....bagian dari doa Rosululloh....aamiin

Itulah kedekatan yang dibangun umi dengan Hasna, seperti kedekatan umi dulu waktu kecil dengan bapaknya, bapak Tasir Dimyati yang sangat disayangi umi. Umi sangat mengidolakan bapak Dimyati sehingga masuk alam bawah sadarnya "aku pingin punya suami seperti bapak". Alhamdulillah ada sifat suami umi yang persis bapaknya yaitu : nerimoan, baju jelek yo biasa, gak punya uang yo biasa, suka makan di rumah, tidak suka ngafe, sederhana apa adanya. 

                                                            Sumber Gentong 14 Juli 2024

Selasa, 27 Agustus 2024

Tekad

 CATATAN HARIAN SANG KUDA BESI 

Kawan, perkenalkan namaku Kijang. Jangan tanya mengapa aku memiliki nama seperti hewan, aku juga tak mengerti. Yang aku tahu, teman-temanku juga memiliki nama hewan lainnya, misalnya Panther dan Jaguar.

Kalau kau melihatku, akan kau sadari bahwa aku sama sekali bukan seekor hewan. Tubuhku berbalut besi, keempat kakiku bundar dan berputar. Aku juga tidak makan rumput, para manusia hanya memberiku minum bensin saja.

Tugasku mengantar tuanku dan keluarganya ke berbagai tempat yang mereka inginkan. Tuan mengabdi  puncak Bumiaji Batu. Biasanya tujuan perjalananku sampai gerbang hitam sekolahnya.

Terkadang tuan juga berjalan menuju pondok 5 anaknya. Jika demikian, maka perjalananku akan berakhir di Sulaimaniyah Sidoarjo, lanjut ke Sulaimaniyah KH Perak. Aku hafal sekali kedua rute ini. Sebulan sekali ke Sulaimaniyah Kertosono, lebih jauh lagi dengan 250 belokan yang mengelilingi dan menembus gunung Pujon, Ngantang. Serasa tak percaya bisa sebanyak itu belokannya. Pusing seh dan berharap kapan berakhirnya belokan ini.

Aku akan melaju pertama kali hingga Sedayu Gresik. Pernah beberapa kali juga kesasar salah belokan, sampai di surabaya barat. Saat ke Surabaya salah belokan arah Mojokerto. Saat ke Kertosono salah belokan arah Madiun. Saat Lelah seakan tak mungkin aku tempuh sendiri tuanku akan membelokkan aku ke Biltar, namun  kemudian di sinilah Tuanku menentukan pilihan. Ada sebuah simpang tiga di sana. Jika aku ambil arah barat, maka jalan itu akan membawaku ke Kertosono dengan 250 belokan, namun jika ke kiri aku ke Blitar yang harus merepotkan adek Tuanku yang ternyata anak-anaknya juga sedang sakit....Alhamdulillah tekad Tuanku benar...nekat dengan 250 belokan. Ini ternyata lebih sederhana dibandingkan jika harus merepotkan Adek.  

Sebuah kesyukuran jika diusia Tuanku ini masih bisa melancong sendirian dengan aku. Pada hari ini ada temannya Tuanku yang meninggal dunia. Memang cita-cita iseng Tuanku menjadi pelancong berdua setelah pensiun. 

Tahulah kalian bahwa yang membuat Tuanku nekad itu adalah ingin memberikan kejutan pada putri bontotnya yang pagi itu sudah berdoa dalam kangennya terhadap Tuanku. Sangat bersyukur banget putrinya telah bertemu siang ini sebagai kejutan dan merasakan bahwa ini adalah salah satu pengabula doanya pada Alloh. Dia peluk tuanku dengan kerinduan dan cinta yang dalam, hingga keduanya menangis dan bahkan akan menangis walaupun saat menulis ini. 

Trimakasih 5 anakku yang telah mau berjuang untuk dunia akhirotmu dan juga memperjuangkan umi dan abi...lop u Nak

                                                                            

                                                                        

25 Agustus 2024
Pondok Pesantren Sulaimaniyah Putri Kertosono Desa tirtobinangun, dusun Bulak Patianrowo.


Rabu, 21 Agustus 2024

Al Quran dan Hasna

 Tadarus Surah ar-Ra'd ayat 37 (bag.1):


AL-QURAN


Allah Subhanahu wata'ala berfirman:


وَكَذَٰلِكَ أَنزَلۡنَٰهُ حُكۡمًا عَرَبِيًّاۚ 


Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. ....

Di dalam penggalan ayat ini, Allah Subhanahu wata'ala menjelaskan tentang keutamaan al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Keutamaan tersebut antara lain al-Qur'an berisi peraturan-peraturan yang benar, yang harus ditaati oleh manusia untuk mendapatkan keberuntungan hidup di dunia dan di Akhirat.

Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab yang merupakan bahasa yang memiliki beberapa keistimewaan dibandingkan dengan bahasa-bahasa yang lain. Bahasa Arab sudah berkembang sejak lama, jauh sebelum Islam datang, sehingga kosakatanya sangat kaya. Juga memiliki kaedah morfologi (pembentukan kata baru) yang memungkinkan dengan mudah menampung konsep-konsep baru.

Dengan al-Qur'an, Allah Subhanahu wata'ala memuliakan umat Nabi Muhammad dibandingkan dengan umat-umat yang lain.

Al-Qur'an merupakan firman Allah yang bersih dari segala macam bentuk kebatilan dan kesalahan.

Setelah Hasna dinyatakan belum lulus pada akhir Juni, sungguh kami semua memotivasinya bahwa dia akan bisa seperti 4 kakaknya. Namun seiring waktu Hasna makin sering curhat pada abinya dan saya "Mik, aku putus asa, aku gak bisa qiroat, aku gak bisa cepat baca dalam 1 menit". Nangislah dia. 

Aku berusaha menguatkan di telpon, padahal hatiku juga ingin menangis mendengarkan curhatnya yang merasa belum bisa "Nak kamu harus ingat bahwa kamu dulu pernah belajar membaca tulisan latin dan kamu paling kesulitan diantara 4 kakakmu, namun pada akhirnya kamu juga bisa. Demikian juga ngaji ini, mungkin kamu sekarang belum menemukan metode yang tepat, suatu saat kamu akan berlari cepat" 

"Nak, ingat mimpimu waktu itu, kamu bercerita kalau sekitarmu gelap dan hanya ada cahaya di al quran, itu artinya kamu akan digelapkan dengan hal lain selain Quran, kamu akan bisa menguasai".

Hasna cerita kalau abla Friska selalu memotivasi dan sabar mengajari sehingga dia tidak takut saat setoran. Abla Friska menceritakan kalau sudah mandiri sejak pertama mondok, berangkat sendiri tanpa diantar ortunya dan saat libur jarang pulang. Hal ini membuat dia senang jika balik ke pondok dan minta tepat waktu, tidak mau telat karena semangat ketemu banyak teman.  

Saat kami lagi bincang di telepon, tiba-tiba Riza ingin bicara sama Hasna "Kamu sudah belajar lebih banyak dari temanmu ta Has?" Tanya mas Riza

"Belum seh, aku masih sering kalah sama nafsuku" jawab Hasna.

"Kamu ngobrol boleh, guyon sama teman boleh, namun tetap harus ingat kwajibanmu untuk belajar, manfaatkan waktu sebaik mungkin, semangat ya nduk" begitu Mas Riza memotivasi.

Aku sempat agak kuatir saat telpon ini diminta Riza, takutnya malah ngomong yang membuat Hasna down, ternyata anakku sudah layak jadi Abi, yang bisa humble saat memotivasi adeknya, Masyaalloh alhamdulillah. Benar kata abi Aziz "Riza sangat membantu kami para abi kok bu".  

Ini chat saya dengan abi Farid saat di Pasuruan "Mtrsuwun Abi selalu melibatkan Riza dalam banyak kegiatan....saya hanya kuatir dia meresa minder karena jd senior. Kalau Riza dilibatkan... Alhamdulillah dia bisa bermanfaat dan dipercaya...saya yakin itu motivasi special buat dia Abi... mtrsuwun sanget Abi.  Riza sering menceritakan kehebatan Abi Farid. Cerita-cerita abi Farid sangat menginspirasi Riza. Misalnya tentang weton atau hari lahir". Masyaalooh abi Farid menjadi inspirasinya dan motivasinya karena sering diajak kerja bersama. Riza merasa itu sebagai hidmah pada guru....masyaalloh kamu sudah dewasa di sulaimaniyah nak....matursuwun abi Ghozali yang juga inspiratornya saat pertama kali di Jemursari. Ada juga Abi Jefri, saat di Situbondo. Riza kagum dengan cara mengambil keputusan yang bijak. Cara mengajak bicara murid sungguh membuat lebih semangat.  

                                                                            

Sumber Gentong 13 Juli 2024

 


Rabu, 14 Agustus 2024

Harapan Tanpa Ikhtiar Tidak Logis

Baim dan 6 temannya gaya plonthos


 QS 5 : 39

Harapan Tanpa Ikhtiar Tidak Logis

Dalam kehidupan dunia yang fana ini, tidak ada suatu hal apapun yang kita lakukan tanpa berusaha. Kita tidak bisa seakan-akan hanya berharap harta karun turun dari langit. Kita tidak bisa hanya menadahkan tangan pada Tuhan, dengan meminta apapun yang kita inginkan. Dan kita tidak bisa melakukan ritual semata tanpa usaha yang maksimal.  

Semuanya tidak luput dari yang namanya usaha atau ikhtiar. Apabila menginginkan segala sesuatu yang kita cita-cita dan impi-impikan haruslah melaui ikhtiar. Ikhtiar merupakan wasilah yang harus dilakukan manusia ketika ia menginginkan sesuatu dalam hidupnya. Jadi ikhtiar merupakan konsekuensi logis yang harus dilakukan setiap manusia apabila ia hendak memenuhi kebutuhan hidup.

Allah SWT pada ayat QS 5 : 39 adalah Maha Menerima Taubat, akan tetapi semuanya adalah membutuhkan sebuah syariat dan pengorbanan dalam pertaubatan. Allah dalam ayat QS 39 : 53 memberi motivasi agar kita tidak putus asa dan di ayat QS 71 : 10 ampunan Allah banyak dan tidak akan pernah habis.

Segala dosa yang diperbuat seperti meninggalkan apa yang menjadi perintah-Nya dan mengerjakan larangan-Nya akan diampuni oleh Allah SWT apabila benar-benar bertaubat dari kesalahan yang telah dilakukan.

Terkadang manusia berputus asa terlebih dahulu sebelum mencoba untuk mengharapkan ridho dan ampunan-Nya. Banyak orang yang mengira Allah SWT tidak akan mengampuni dosa yang begitu banyaknya.

Bahkan hati seolah sudah tertutup karena kedurhakaan dan perbuatan kelamnya. Tapi Allah SWT, akan mengampuni dan menerima taubat hamba-Nya.

Diriwayatkan oleh Ahmad, dari 'Amr bin 'Anbasah bahwa telah datang menemui Nabi SAW seorang yang telah tua bangka dan berkata kepada beliau, "Hai Rasulullah, saya banyak mengerjakan kesalahan dan maksiat. Apakah mungkin kesalahan itu diampuni?"

Nabi SAW menjawab, "Apakah engkau telah mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah?" Orang tua itu menjawab, "Benar, bahkan aku mengakui bahwa engkau utusan Allah, "Rasulullah SAW menegaskan, Allah mengampuni semua kesalahan dan maksiat yang telah engkau lakukan itu." (HR. Ahmad)

Tetap optimis apalagi jika ingin bertaubat dan jangan berputus asa dari rahmat Allah SWT.

Harapanku memiliki pondok. Mau pilih yang kalangan midle up maka filosofinya seperti u Yus bilang "guru Al Hikmah membina murid yang golongan atas, nantinya akan jadi pemimpin maka kita semua harus bersyukur, nanti murid kita akan memiliki pengaruh yang lebih luas, terhadap anak buahnya yang akan dia pimpin." Effortnya memang lebih besar karena mereka terbiasa hidup dengan satu jari telunjukkan, artinya apa yang dia minta tinggal bilang dan menunjuk dengan jarinya maka akan datang dan terpenuhi keinginan. Bukan sekedar kebutuhan bahkan keinginan yang dia mau bisa dia pilih.

Mau pilih pondok salaf dengan segala keterbatasan, namun memiliki ketundukan, ketawadhukan terhadap kyai yang begitu tinggi. Pengaruhnya pada keluarga dan masyarakat sekitar. Namun kita tidak boleh underestimate tentang kemampuan santri dan masa depannya. Asalkan mau berusaha di jalan Alloh pasti alloh akan memberikan jalan hidupnya.  

Aku awalnya juga tidak yakin memondokkan Sari dan Riza. Wah nanti akan jadi apa ya? Pekerjaannya apa? Masa depan keluarganya bagaimana? Namun setelah bertemu Sulaimaniyah aku jadi yakin atas pendidikan di sana.  Di sana diajarkan semua ketrampilan yang dilatihkan secara bergantian pada semua santri. Anak-anakku bercerita ketika mendapatkan suatu tugas dengan berbagai kesenangan, kesulitan dan kebaikan dari tugas itu. Ketua pembersihhan ruang makan sudah di jabat Ibrahim tahun pertama. Dia harus keluar kelas lebih awal, bahkan ada temannya yang mengundurkan diri dari tugas itu karena ingin fokus pada pelajaran. Namun aku menyemangati bahwa tugas itu pengabdian dan hal itu pasti akan menambahkan kecakapan dan kemudahan dari pelajaran yang ditinggalkan karena niatnya untuk taat pada guru.

Hasna membersihkan karpet koridor yang cukup luas hanya dengan 4 temannya. Capek dan berkeringat itu pasti namun kembali pada niat pertama yaitu taat pada guru.  Pernah cerita kalau temannya mendapati BAB, pembalut yang masih kotor. Saat itu temannya pastinya jijik dan aku sempat berharap dia tidak mendapatkan tempat tersebut. Tahun kedua mendapat tugas dikamar mandi, alhamdulillah malah dilakukannya dengan senang. Hasna bercerita kalau sangat senang dengan tugas tersebut karena bisa main air dan tidak gerah/panas karena berkecimpung dengan air. 

Riza menyiapkan makan buat guru gurunya dilakukkannya di tahun pertama di Jemursari. Dia merasa senang dan tugas bergengsi.  Mencari donasi untuk mengajak kebaikan orang lain dilakukan semua santri dengan menelpon ortunya dan kolega ortunya. Waktu itu Riza dan Sari menelpon bude Rini dan bude Rini berkomentar "anakmu dek sopan banget cara mengajak berdonasi, kok wes pinter yo saiki". Menjadi petugas resepsionis dilakukan semua anak secara bergantian . Waktu bertemu di chat WA dengan salah seorang wali santri bercerita "Bu Asri, saya paling hafal putrane ibu namanya Riza, sangat sopan dan luar biasa ramahnya".   Setelah menjadi guru ada bagian yang tugasnya berceramah di zoom untuk membina wali santri misalnya yang dilakukan oleh  Abi Irfan. Mengajak kebaikan dan mendoakan masyarakat sekitar seperti yang dilakukan Abi Syahrul. Berbelanja ke pasar dan menyembelih ayam juga harus bisa dilakukan oleh semua Abi sulaimaniyah. Banyak hal yang dilakukan itu dalam rangka memberikan ketrampilan dan siap mengelola pondok dalam segala hal.

Menjadi ketua santri diasrama itu termasuk tugas yang tidak ringan. Tugasnya diantaranya adalah membangunkan temannya, mengurus kepanitian suatu kegiatan. Misalnya kegiatan rihlah, maka harus survey tempat, membuat acara lomba dan keakraban, mencari kendaraan. tugas tersebut diberikan secara bertahap. Saat SMP banyak kegiatan yang masih dibantu oleh guru dan setelah SMA gurunya tinggal sebagai fasilitator.  menjadi mediator bagi teman dan guru2nya. Hal tersebut dilakukan Riza di berbagai asrama, Alhamdulillah dia merasa enjoy melakukannya.  Alhamdulillah itu semua adalah bentuk ikhtiar yang kami lakukan untuk mewujudkan suatu harapan keluarga besar kami. 

 

Faktor Kegagalan

 QS 5 : 22

Faktor Kegagalan


KEGAGALAN adalah suatu keadaan atau kondisi dimana tidak memenuhi tujuan yang diinginkan atau tidak sesuai ekspektasi yang dapat dipandang sebagai kesuksesan. Setiap manusia selalu punya impian dan tidak jarang mereka yang bermimpi atau bercita-cita mengalami kegagalan. Bagi sebagian mereka ada yang memandang kegagalan sebagai sesuatu yang wajar terjadi dalam bercita-cita, dan sebagian lainnya memandang kegagalan sebagai akhir dari segalanya. Ada pesan yang tersirat di ayat QS 5 : 22 bahwa faktor kegagalan adalah kurangnya introspeksi dan merasa lemah.


Jika kita selalu muhasabah sebagaimana yang Allah perintahkan di ayat QS 59 : 18. Maka kegagalan bukanlah sesuatu yang harus diratapi atau bahkan sampai putus asa karena “kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda”. Jadi, kegagalan akan membawa kesuksesan dan keberhasilan, jika diterima dan disikapi dengan lapang dada serta dijadikan sebagai momentum introspeksi dan kontemplasi.

Sebagaimana pesan moral di ayat QS 94 : 1 agar siapa pun itu, dan apa pun profesi dan jabatannya, jika berkompetisi lalu gagal atau sukses, haruslah berlapang dada.

 

Menggapai impian kita di ayat QS 94 : 7 harus terus semangat atau ikhtiar dengan sungguh-sungguh dengan tidak menzalimi diri kita dengan rasa malas, yakinlah bahwa di ayat QS 94 : 5 - 6 dibalik kesulitan ada kemudahan.

Kegagalan akan menjadi motivasi diri dengan menganggap bahwa ada tugas baru menanti pula, baik itu mempersiapkan diri untuk tampil lebih baik pada kompetisi periode berikutnya nanti maupun bisa turut membantu menyumbangkan tenaga dan membantu pihak yang sukses melaksanakan programnya, agar tercapai hakikat berkompetisi yang sehat, yakni kesuksesan bagi semua.