Belajar Ngalam
Qonaahnya Vanili
Tahukah anda, tumbuhan apa yang islami?
Jawabnya adalah Vanilla planifolia
Kenapa begitu saya sebut islami?
Karena perkawinannya hanya bisa jika dilakukan oleh
seorang modin (pengurus desa bagian keagamaan). Itu seh kalau
manusia. Modinnya vanilli di Al Hikmah Batu adalah mas Faris dari Probolinggo.
Beliau dulu yang intensif merawat Vanilli. Perkawinannya hanya terjadi di pukul
7 pagi, jika terlambat maka bunganya akan layu. Perkawinan semacam ini disebut
dengan antropogami. Biasanya mas Faris menggunakan alat bantu capit kecil. Jika
gagal maka akan layu dan tidak menghasilkan buah vanilli yang berupa polong. Di
dalam polong berisi biji kecil yang seukuran dengan biji sawi yang akan
menghasilkan bau yang sangat harum. Biji ini hanya bisa diolah di pabrik khusus
sehingga harganya mahal 2,5 juta hingga 6,8 juta tergantung kualitas dan
tempatnya.
Hal diatas memberikan pelajaran buat manusia, bahwasanya
menikahlah jika sudah mampu. Jika belum mampu maka berpuasalah. يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ
"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian
berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah! Karena menikah itu lebih
menundukkan pandangan, dan lebih membentengi kemaluan. Dan barangsiapa yang
tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa karena puasa itu dapat membentengi
dirinya."
(HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400).
Dalam pernikahan yang halal akan mendapatkan ridho dari
Alloh dan menjadika keluarga sakinah serta dapat keturunan yang berkualitas.
Dari proses perkawinan vanili kita bisa mengambil hikmah,
bahwa sebagai manusia dalam pergaulan harus menjaga diri dari hubungan yang
tidak halal dengan lawan jenis. Mungkin kalau komunitas kita sudah islami pasti
sudah mengetahui hal tersebut, namun di luar sana masih banyak orang yang belum
mengetahui aturan islam dalam pergaulan. Ada juga yang mengetahui hukum
tersebut namun dikalahkan oleh hawa nafsunya sehingga menikmati dalam
lingkungan yang terjerat pergaulan bebas.
Vanili termasuk dalam famili angrek-angrekan (Orchidaceae).
Vanili tergolong tumbuhan monokotil yang diperbanyak melalui stek batang. Tanaman
vanili merupakan tanaman yang merambat. Vanili merambat pada batu bata, pada
pohon, atau tempat merambat yang dibalut dengan sabut kelapa. Vanili harus
memiliki lingkungan yang cocok dari kelebaban dan jumlah cahayanya sehingga
harus ditutupi paranet. Pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupannya
yang merambat makin tinggi, artinya bahwa hendaklah kita sebagai manusia terus
berusaha untuk mendapatkan derajat yang tinggi dengan amal ibadah kita. Jika
sudah mencapai ketinggian maka vanili akan menghasilkan buah yang mahal
harganya. Artinya bahwa derajat yang tinggi di sisi Alloh itu akan memberikan
kita kebaikan di dunia dan diakhirat, baik bagi diri sendiri maupun orang di
sekitar kita.
Media tanamnya dari pupuk kandang dari kotoran kambing di al
Hikmah Batu dan juga dengan merambat di batu bata atau pohon yang samasekali
tidak menyerap nutrisi dari pohon yang dia rambati. Media tanam yang seperti itu dapat diartikan
sangat minim nutrisi. Hal itu memberikan pelajaran bagi manusia bahwa
selama bulan romadhon, hendaknya kita proporsional dalam mengkonsumsi makanan.
Saat romadhon kesempatan kita untuk lebih banyak bersedekah, minimal jatah
makan siang kita alokasihan untuk sedekah. Otak yang mengatur ritme makan dalam
tubuh kita saat puasa. Makan 2 kali sudah cukup, padahal biasanya 3 kali
makan. Buged yang satu kali makan bisa disedekahkan. Sedekah untuk bekal saat
kita di akhirat kelak. Berdasarkan QS. Al-Munafiqun ayat 10, jika
orang mati dihidupkan kembali, yang diinginkan bukanlah ibadah fisik seperti
salat/puasa, melainkan bersedekah. Hal ini karena sedekah (terutama
sedekah jariyah) adalah amal saleh yang pahalanya terus mengalir, menghapus
dosa, dan menjadi pelindung dari siksa kubur serta api neraka
Golongan anggrek lainnya hidup di atas pohon sebagai
hubungan komensalisme yang artinya menumpang untuk mendapatkan tempat yang
tinggi dengan tujuan memperoleh cahaya matahari yang cukup untuk fotosintesis,
namun tidak mengambil makanan dari pohon yang ditumpangi. Jika
menghasilkan bunga, sangat cantik dan memiliki nilai jual yang tinggi. Sebagai
muslim hendaknya kita tidak merugikan orang lain baik secara fisik maupun
psikis, bahkan harus bisa memberikan manfaat kepada orang lain dan lingkungan
kita. "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang
lain" (Khairunnas anfa'uhum linnas) adalah hadits shahih (HR.
Ahmad, Ath-Thabrani) yang menekankan bahwa kemuliaan manusia diukur dari
kontribusi positifnya, bukan sekadar harta atau jabatan. Keberadaan diri yang
bermanfaat—baik dengan ilmu, tenaga, maupun harta—menjadi inti dari kualitas
seorang muslim dan makhluk sosial.
Hakikat manusia terbaik, bukan yang paling kaya atau pintar,
tetapi yang kehadirannya memberi solusi, meringankan beban, dan memberi
ketenangan bagi sesama. Tidak selalu berupa materi besar, namun memberi ilmu
dengan mengajari murid kita secara sabar dan tulus, mempersiapkan materi
pelajaran dengan sebaik-baiknya, membuat metode pembelajaran yang mudah
difahami adalah bentuk dari kemanfaatan dalam hidup kita. Saat menjadi panitia
kegiatan di sekolah maka kita malaksanakan tugas sesuai dengan job dikription itu
akan membantu kepanitiaan apalagi kita membantu kesulitan lebih banyak teman kita.
Islam sangatlah memudahkan umatnya untuk menjadi manusia
yang bermanfaat dalam kehidupan sosialnya. Mulai dari hal yang sederhana dan
tidak memakai modal bahkan bisa dilakukan oleh semua manusia yaitu memberikan
senyuman saat bertemu dengan saudara. Dalam Islam, membuat orang lain tersenyum
dengan wajah ceria adalah sedekah yang bernilai ibadah ringan namun mulia.
Hadits utama mengenai hal ini adalah "Senyummu di hadapan saudaramu
adalah sedekah" (HR. Tirmidzi). Rasulullah ﷺ mengajarkan untuk
tidak meremehkan kebaikan, termasuk keramahan wajah.
Memberikan manfaat pada orang lain juga dengan menutup aib
orang lain. Hadis tentang menutupi aib orang lain (HR. Muslim, Bukhari)
mengandung nilai pendidikan akhlak mulia, solidaritas sosial (ukhuwah
Islamiyah), kasih sayang, dan ketaatan kepada Allah. Nilai utamanya adalah
menjaga kehormatan sesama Muslim, menolong sesama, serta meyakini bahwa Allah
akan menutup aib kita di dunia dan akhirat. Balasan dari Allah akan menutupi
aib hamba yang menutupi aib saudaranya, dan sebaliknya, Allah akan membongkar
aib orang yang suka mengumbar keburukan orang lain.
Belajar Ngalam, ini sebuah judul POV di Instagram saya
@asrifahmiati dengan tag line “Semua akan asri pada waktunya”. Sebenarnya tag
line ini mengandung suatu harapan untuk selalu mengamalkan Al Qur’an yaitu
sabar. Sabar adalah hal yang disebutkan oleh Alloh berkali-kali. Asri adalah
nama saya yang juga dapat dijadikan ganti dari indah, masak indah terus yang
disebut padahal asri itu lebih dari sekedar indah. Asri mengandung makna
keindahan dan kenyamanan situasi. Jadi intiknya jika kita bersabar manut sama
Alloh pasti semua akan baik pada waktu yang tepat yang Alloh lebih tahu
waktunya.
Belajar Ngalam artinya adalah belajar pada alam yang
meliputi lingkungan alam dan lingkungan sosial. Biasanya saya selesai bertemu
dengan orang yang saya ajak bicara, banyak hal yang bisa saya pelajari dari
hidup orang tersebut. Maka untuk mengabadikan pelajaran yang saya terima dari
hidup orang itu, saya tulis di Instagram saya. Selain buat inspirasi dan
menyimpan file kebaikan juga bisa pembaca untuk ikut belajar dari kehidupan
orang tersebut. Saya yakin bahwa sesuatu itu diciptakan Alloh tidak ada sia sianya.
Ayat Al-Quran yang menegaskan bahwa Allah SWT tidak menciptakan sesuatu dengan
sia-sia terdapat dalam Surat Ali 'Imran ayat 191. Ayat ini
menyatakan bahwa segala penciptaan langit dan bumi memiliki hikmah dan tujuan
yang hakiki, serta menjadi tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang
berakal. رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana ma khalaqta hadza bathila, subhanaka fa qina
'adzaban-nar.
"Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini
sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka."
Termasuk tumbuhan valini yang saya bahas di atas, adalah
pelajaran buat kita semua sebagai manusia yang berakal.
