Belajar Ngalam
Qonaahnya Vanili
Tahukah anda, tumbuhan apa yang islami?
Jawabnya adalah Vanilla planifolia
Kenapa begitu saya sebut islami?
Karena perkawinannya hanya bisa jika dilakukan oleh seorang modin (pengurus desa bagian keagamaan). Itu seh kalau manusia. Modinnya vanilli di Al Hikmah Batu adalah mas Faris dari Probolinggo. Beliau dulu yang intensif merawat Vanilli. Perkawinannya hanya terjadi di pukul 7 pagi, jika terlambat maka bunganya akan layu. Perkawinan semacam ini disebut dengan antropogami. Biasanya mas Faris menggunakan alat bantu capit kecil. Jika gagal maka akan layu dan tidak menghasilkan buah vanilli yang berupa polong. Di dalam polong berisi biji kecil yang seukuran dengan biji sawi yang akan menghasilkan bau yang sangat harum. Biji ini hanya bisa diolah di pabrik khusus sehingga harganya mahal 2,5 juta hingga 6,8 juta tergantung kualitas dan tempatnya.
Tanaman vanili merupakan tanaman yang merambat dari famili angrek-angrekan (Orchidaceae). Tergolong tumbuhan monokotil. Diperbanyak melalui stek batang. Vanili harus memiliki lingkungan yang cocok dari kelebaban dan jumlah cahayanya sehingga harus ditutupi paranet. Vanili merambat pada batu bata, pada pohon, atau tempat merambat yang dibalut dengan sabut kelapa. Media tanamnya dari pupuk kandang dari kotoran kambing di al Hikmah Batu. Media tanam yang seperti itu dapat diartikan sangat minim nutrisi.
Pelajaran yang dapat kita ambil bahwa selama bulan romadhon, hendaknya kita mengurangi makanan yang kita konsumsi terbukti dengan hanya saat buka dan sahur, padahal biasanya 3 kali makan. Buged yang satu kali makan bisa disedekahkan. Sedekah untuk bekal saat kita di akhirat kelas.
Golongan anggrek lainnya hidup di atas pohon sebagai hubungan komensalisme yang artinya menumpang untuk mendapatkan tempat yang tinggi dengan tujuan memperoleh cahaya matahari yang cukup untuk fotosintesis, namun tidak mengambil makanan dari pohon yang ditumpangi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar