Senin, 02 Maret 2026

Qonaahnya Vanili

 Belajar Ngalam

Qonaahnya Vanili

Tahukah anda, tumbuhan apa yang islami?

Jawabnya adalah Vanilla planifolia

Kenapa begitu saya sebut islami?

Karena perkawinannya hanya bisa jika dilakukan oleh seorang modin (pengurus desa bagian keagamaan). Itu seh kalau manusia. Modinnya vanilli di Al Hikmah Batu adalah mas Faris dari Probolinggo. Beliau dulu yang intensif merawat Vanilli. Perkawinannya hanya terjadi di pukul 7 pagi, jika terlambat maka bunganya akan layu. Perkawinan semacam ini disebut dengan antropogami. Biasanya mas Faris menggunakan alat bantu capit kecil. Jika gagal maka akan layu dan tidak menghasilkan buah vanilli yang berupa polong. Di dalam polong berisi biji kecil yang seukuran dengan biji sawi yang akan menghasilkan bau yang sangat harum. Biji ini hanya bisa diolah di pabrik khusus sehingga harganya mahal 2,5 juta hingga 6,8 juta tergantung kualitas dan tempatnya.

Hal diatas memberikan pelajaran buat manusia, bahwasanya menikahlah jika sudah mampu. Jika belum mampu maka berpuasalah. يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

"Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah! Karena menikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa karena puasa itu dapat membentengi dirinya."

 (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400). 

Dalam pernikahan yang halal akan mendapatkan ridho dari Alloh dan menjadika keluarga sakinah serta dapat  keturunan yang berkualitas.

Dari proses perkawinan vanili kita bisa mengambil hikmah, bahwa sebagai manusia dalam pergaulan harus menjaga diri dari hubungan yang tidak halal dengan lawan jenis. Mungkin kalau komunitas kita sudah islami pasti sudah mengetahui hal tersebut, namun di luar sana masih banyak orang yang belum mengetahui aturan islam dalam pergaulan. Ada juga yang mengetahui hukum tersebut namun dikalahkan oleh hawa nafsunya sehingga menikmati dalam lingkungan yang terjerat pergaulan bebas. 

Vanili termasuk dalam famili angrek-angrekan (Orchidaceae). Vanili tergolong tumbuhan monokotil yang diperbanyak melalui stek batang. Tanaman vanili merupakan tanaman yang merambat. Vanili merambat pada batu bata, pada pohon, atau tempat merambat yang dibalut dengan sabut kelapa. Vanili harus memiliki lingkungan yang cocok dari kelebaban dan jumlah cahayanya sehingga harus ditutupi paranet.  Pelajaran yang dapat kita ambil dari kehidupannya yang merambat makin tinggi, artinya bahwa hendaklah kita sebagai manusia terus berusaha untuk mendapatkan derajat yang tinggi dengan amal ibadah kita. Jika sudah mencapai ketinggian maka vanili akan menghasilkan buah yang mahal harganya. Artinya bahwa derajat yang tinggi di sisi Alloh itu akan memberikan kita kebaikan di dunia dan diakhirat, baik bagi diri sendiri maupun orang di sekitar kita.

Media tanamnya dari pupuk kandang dari kotoran kambing di al Hikmah Batu dan juga dengan merambat di batu bata atau pohon yang samasekali tidak menyerap nutrisi dari pohon yang dia rambati.  Media tanam yang seperti itu dapat diartikan sangat minim nutrisi. Hal itu memberikan pelajaran bagi manusia bahwa selama bulan romadhon, hendaknya kita proporsional dalam mengkonsumsi makanan. Saat romadhon kesempatan kita untuk lebih banyak bersedekah, minimal jatah makan siang kita alokasihan untuk sedekah. Otak yang mengatur ritme makan dalam tubuh kita  saat puasa. Makan 2 kali sudah cukup, padahal biasanya 3 kali makan. Buged yang satu kali makan bisa disedekahkan. Sedekah untuk bekal saat kita di akhirat kelak. Berdasarkan QS. Al-Munafiqun ayat 10, jika orang mati dihidupkan kembali, yang diinginkan bukanlah ibadah fisik seperti salat/puasa, melainkan bersedekah. Hal ini karena sedekah (terutama sedekah jariyah) adalah amal saleh yang pahalanya terus mengalir, menghapus dosa, dan menjadi pelindung dari siksa kubur serta api neraka

Golongan anggrek lainnya hidup di atas pohon sebagai hubungan komensalisme yang artinya menumpang untuk mendapatkan tempat yang tinggi dengan tujuan memperoleh cahaya matahari yang cukup untuk fotosintesis, namun tidak mengambil makanan dari pohon yang ditumpangi. Jika menghasilkan bunga, sangat cantik dan memiliki nilai jual yang tinggi. Sebagai muslim hendaknya kita tidak merugikan orang lain baik secara fisik maupun psikis, bahkan harus bisa memberikan manfaat kepada orang lain dan lingkungan kita.  "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain" (Khairunnas anfa'uhum linnas) adalah hadits shahih (HR. Ahmad, Ath-Thabrani) yang menekankan bahwa kemuliaan manusia diukur dari kontribusi positifnya, bukan sekadar harta atau jabatan. Keberadaan diri yang bermanfaat—baik dengan ilmu, tenaga, maupun harta—menjadi inti dari kualitas seorang muslim dan makhluk sosial. 

Hakikat manusia terbaik, bukan yang paling kaya atau pintar, tetapi yang kehadirannya memberi solusi, meringankan beban, dan memberi ketenangan bagi sesama. Tidak selalu berupa materi besar, namun memberi ilmu dengan mengajari murid kita secara sabar dan tulus, mempersiapkan materi pelajaran dengan sebaik-baiknya, membuat metode pembelajaran yang mudah difahami adalah bentuk dari kemanfaatan dalam hidup kita. Saat menjadi panitia kegiatan di sekolah maka kita malaksanakan tugas sesuai dengan job dikription itu akan membantu kepanitiaan apalagi kita  membantu kesulitan lebih banyak teman kita.

Islam sangatlah memudahkan umatnya untuk menjadi manusia yang bermanfaat dalam kehidupan sosialnya. Mulai dari hal yang sederhana dan tidak memakai modal bahkan bisa dilakukan oleh semua manusia yaitu memberikan senyuman saat bertemu dengan saudara. Dalam Islam, membuat orang lain tersenyum dengan wajah ceria adalah sedekah yang bernilai ibadah ringan namun mulia. Hadits utama mengenai hal ini adalah "Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah" (HR. Tirmidzi). Rasulullah mengajarkan untuk tidak meremehkan kebaikan, termasuk keramahan wajah. 

Memberikan manfaat pada orang lain juga dengan menutup aib orang lain. Hadis tentang menutupi aib orang lain (HR. Muslim, Bukhari) mengandung nilai pendidikan akhlak mulia, solidaritas sosial (ukhuwah Islamiyah), kasih sayang, dan ketaatan kepada Allah. Nilai utamanya adalah menjaga kehormatan sesama Muslim, menolong sesama, serta meyakini bahwa Allah akan menutup aib kita di dunia dan akhirat. Balasan dari Allah akan menutupi aib hamba yang menutupi aib saudaranya, dan sebaliknya, Allah akan membongkar aib orang yang suka mengumbar keburukan orang lain.

Belajar Ngalam, ini sebuah judul POV di Instagram saya @asrifahmiati dengan tag line “Semua akan asri pada waktunya”. Sebenarnya tag line ini mengandung suatu harapan untuk selalu mengamalkan Al Qur’an yaitu sabar. Sabar adalah hal yang disebutkan oleh Alloh berkali-kali. Asri adalah nama saya yang juga dapat dijadikan ganti dari indah, masak indah terus yang disebut padahal asri itu lebih dari sekedar indah. Asri mengandung makna keindahan dan kenyamanan situasi. Jadi intiknya jika kita bersabar manut sama Alloh pasti semua akan baik pada waktu yang tepat yang Alloh lebih tahu waktunya.

Belajar Ngalam artinya adalah belajar pada alam yang meliputi lingkungan alam dan lingkungan sosial. Biasanya saya selesai bertemu dengan orang yang saya ajak bicara, banyak hal yang bisa saya pelajari dari hidup orang tersebut. Maka untuk mengabadikan pelajaran yang saya terima dari hidup orang itu, saya tulis di Instagram saya. Selain buat inspirasi dan menyimpan file kebaikan juga bisa pembaca untuk ikut belajar dari kehidupan orang tersebut. Saya yakin bahwa sesuatu itu diciptakan Alloh tidak ada sia sianya. Ayat Al-Quran yang menegaskan bahwa Allah SWT tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia terdapat dalam Surat Ali 'Imran ayat 191. Ayat ini menyatakan bahwa segala penciptaan langit dan bumi memiliki hikmah dan tujuan yang hakiki, serta menjadi tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal. رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ 

Rabbana ma khalaqta hadza bathila, subhanaka fa qina 'adzaban-nar. 

"Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka."

Termasuk tumbuhan valini yang saya bahas di atas, adalah pelajaran buat kita semua sebagai manusia yang berakal.

Semoga tulisan ini bermanfaat dan selengkapnya bisa dilihat di blooger saya dengan alamat https://biologilucu.blogspot.com/2026/01/mukmin-sejati.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar