Kamis, 22 Januari 2026

Menafkahi anak

 Menafkahi Anak berbuah Husnul Khotimah


فقة الأولاد أفضل من بناء المسجد وبناء المستشفيات وبناء الشوارع لأن الإنسان مقدّم على البنيان

(كلام الشيخ إسماعيل العدوي الأزهري)

Menafkahi anak lebih besar pahalanya daripada membangun masjid, rumah sakit dan jalan raya, karena sesungguhnya manusia lebih diutamakan daripada bangunan"

Alloh Maha Baik

25 Agustus Bapak Jaelani meninggal dunia di atas kapal yang menjadi tempat tugasnya. Selesai solat beliau bilang pada temannya "Perutku kembung cak". Secepat mungkin temannya merawat dan mengajak pak jaelani untuk beristigfar. Kapten kapal juga langsung membelokkan kapalnya untuk menepi dan menuju rumah sakit Bayangkara di kota Kendari. Sampai di rumah sakit beliau sudah dinyatakan meninggal dunia dan langsung jenazah beliau di antar ke bandara menuju bandara Juanda. alhamdulillah lancar sampai di Sabrang Bendo. 

Bapak Jaelani sebelumnya sudah berencana kalau tanggal 25 Agustus akan pulang untuk menghadiri pernikahan keponakannya. Beliau pulang beneran dalam kondisi sudah meninggal tanggal 24 agustus jam 12 malam. Pernikahan ponakannya berlangsung tanggal 27 Agustus dalam kondisi duka cita. Setelah 7 hari tahlilan di keluarga Almarhum bapak Jaelani, keponakan beliau yang setiap hari menghadiri tahilan tiba-tiba meninggal dunia. Keponakannya meninggal dalam usia 32 tahun, baru memiliki 1 anak TK. Bapak Jaelani meninggal usia 61 tahun. Ya Alloh hidup adalah milikMu. Bimbinglah kami untuk menghadapMu dalam keadaan yang Engkau Ridhoi dan Husnul Khotimah...aamiin 

Beliau selama hidupnya bekerja berjauhan dari keluarga, pernah tugas di Jepara dan keluarga di Batu. Jika keluarga menjenguk beliau maka tidurnya di hotel. Beliau berpikir jika hal tersebut terus dilakukan maka akan menghabiskan banyak uang, maka bapak Jaelani membeli rumah untuk transit keluarga. Alhamdulillah ada orang membutuhkan uang dan harga 80 juta. Kini rumah itu sudah direnovasi dan pernah di tawar orang 350 juta.

Beliau dan istrinya rela membeli rumah lagi untuk hidup berdua dan rumahnya diberikan pada 2 anaknya yang sudah berkeluarga dengan masing-masing memiliki 2 anak. Beliau bekerja di luar pulau sementara istrinya tinggal di rumah sendirian. Istrinya sabar tinggal sendiri di rumah, demi anak-anak bisa sekolah dan kini sudah bekerja dan berkeluarga. 

Bapak dan Ibu Jaelani sama-sama sabar dan tetap menjaga keutuhan rumah tangga walaupun hidup berjauhan. 

Sabar mendidik 2 anak beliau sampai bekerja menjadi ajudan wali kota batu dan menjadi guru. 

Sabar mencari nafkah walaupun jauh demi bisa membelikan anaknya rumah sampai beliau meniggal dunia. 

Sabar membeli rumah lagi demi kenyamanan istrinya yang ditinggal kerja jauh.

Sabarnya  bu Jelani yang mandiri menemui suaminya di kota lain tempat bapak Jaelani transit, saat tidak bisa pulang ke rumah karena waktu yang terbatas harus berlayar lagi.

Sabar mendidik anak-anaknya untuk tetap mecari ilmu hingga bisa menata hidupnya dalam rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rohmah.

Sabarnya bu Jaelani mendidik anak walaupun tanpa suami yang setiap hari menemani. Bu Jaelani tetap menghadirkan sosok ayah Jaelani di hadapan 2 anaknya.

Sabarnya 2 anak beliau yang tetap di jalan ilmu, menghargai ayahnya yang bekerja jauh demi keluarga. 

Ya alloh masukkan Bapak Jelani ke Sorga Mu bersama orang solih lainnya, dan bapak Jaelani lainnya yang telah memberikan nafkan demi keluarga...aamiin.



Jumat, 02 Januari 2026

Mukmin Sejati

Bersama ibu Kas Mini, 17 Des 2025
 

QS 23 : 30

Mukmin Sejati


Pada ayat QS 23 : 30 tersirat pesan bahwa untuk menjadi mukmin sejati adalah sebuah proses dan perjuangan, karena penuh dengan jalan terjal, berliku, banyak kerikil dan hambatan yang harus dilewati. Makanya kita memerlukan intensitas dan kesungguhan untuk berproses menjadi mukmin sejati. Yaitu dengan memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kesempurnaan Allah SWT. Sebagaimana dalam ayat QS 45 : 3 - 5 bahwa pada langit dan bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang mukmin, makhluk bergerak yang bernyawa dan pergantian siang dan malam serta hujan yang diturunkan Allah dari langit untuk menghidupkan makhluk yang bernyawa.


Dalam ayat QS 8 : 2 - 4 ciri-ciri orang mukmin sejati adalah sebagai berikut :

1. Bergetar hati ketika disebut asma Allah karena cintanya kepada Allah, sehingga getaran ini mendorongnya untuk ingin cepat bertemu dengan Allah sebagaimana layaknya sesorang kekasih yang sudah lama berpisah dengan kekasihnya. Dan karena takut kepada Allah. Sebab sudah sekian lama kita berpisah dari Allah, ingat telah banyak kesalahan dan hal-hal yang tidak disukai kekasihnya (Allah), maka timbul rasa takut dalam hatinya kalau-kalau Allah menolak perjumpaan-Nya nanti di akhirat.

2. Kemuliaan dan Kebesaran Allah. Kita harus baca al Qur'an untuk menambah keimanan kita.

3. Sebagai orang beriman kita yakin bahwa kita lahir ke dunia ini bukan atas kehendak dan kemauan kita, tetapi adalah atas takdir Allah SWT untuk misi di ayat QS 2 : 30 sebagai Hamba dan Khalifah Allah. Maka di ayat QS 65 : 3 tawakal, yaitu mewakilkan/menitipkan/menyandarkan ikhtiar kepada Allah agar apa-apa yang kita sudah ikhtiarkan kiranya Allah berkenan mengabulkannya. 

4. Semua rezeki yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita adalah milik Allah. Untuk memperoleh kebajikan di ayat QS 3 : 92 nafkah harta. Karena di ayat QS 102 : 8 akan di tanya harta yang di dapati dan digunakan untuk apa aja.

5. Ayat QS 8 : 4 inilah mukmin sejati dan akan memperoleh derajat yang tinggi.

Liburan akhir Desember, sambil menunggu liburannya anak-anakku, melancong kami berdua ke Selecta terus  naiiiikkk gunung hingga totogan hanya bertemu dengan 2 rumah. Salah satunya adalah rumahnya bu Kasmini. Beliau merantau dari Tuban saat punya anak pertama masih 8 bulan. Beliau membangun rumah kayu di tanahnya perhutani, sangat sederhana "lek wonten angin, menawi atape mabur mbak", begitu beliau bercerita. Cobalah membayangkan betapa sederhananya rumah beliau. Saat itu beliau menyadap getah pinus yang ada di hutan di sekitar rumahnya dan juga di seberang jurang rumahnya. Beliau harus berputar untuk menyeberangi jurang hingga pada bukit seberang rumahnya, dilakukan setiap pagi. Tiga minggu berikutnya akan panen getah dengan hasil per kg 15 ribu, dapatnya sekitar 10 kg....bayangin...3 minggu mendapatkan hasil 150 ribu.

Tiga tahun berikutnya beliau memiliki putri ke 2, dan sudah tidak menyadap pinus lagi. Beliau mengelola tanah perhutani di bawah pohon pinus dengan tanaman wortel. Pekerjaan itu yang menghidupi keluarganya kini. Suatu saat anaknya harus membayar sekolah sebanyak 7,5 juta. Dia menyanggupi dalam 3 minggu akan bisa membayarnya, namun suaminya dengan optimis bilang kalau 1 minggu insyaalloh lunas "rewangi ibuk dongo ae nak pas kowe tahajud, ra usah ngewangi nyambut gawe". Maysaalloh dalam 1 minggu wortelnya panen dan laku dengan harga yang pas sesuai dengan kebutuhan. Itulah kekuatan keyakinan akan suatu niat baik, diringi doa anak dan orang tua yang menyatu dan juga ikhtiar dari orang tua.

Putri pertama beliau kini sudah lulus S1 dan bekerja di Jepang, putri keduanya sedang kuliah di Unair dan tinggal putri ke 3 yang sedang sekolah di SMK di Batu.  Beliau sangat bersyukur dengan kondisi anaknya kini yang sudah bisa membantu kuliah adeknya. Beliau sangat luar biasa walaupun tidak lulus SD namun tetap menguliahkan anak anaknya. Anaknya juga luar biasa berusaha sekolah dengan mencari beasiswa untuk meringankan orang tuanya. Anaknya memiliki semangat mencari ilmu dan kemandirian, orang tuanya juga semangat mendukung anak-anaknya. Masyaalloh karunia Alloh yang sangat besar, sering beliau ucapkan pada saya. Di balik keluguan penampilan dan pendidikan namun ada suatu kekuatan keyakinan dan keimanan pada Alloh. 

Masyaalloh ini adalah guru spiritual yang sejatinya. Tidak hanya keluar dari ucapan namun pelajaran hati untuk lebih yakin pada Alloh, bahwa Alloh itu maha mengabulkan walaupun tidak terucap. Poin di atas yang merupakan ciri mukmin sejati telah beliau terapkan, walaupun beliau tidak mengetahu teori seperti tulisan di atas.