Rabu, 29 Juli 2026

Harta dan Anak : Ujian atau Jebakan ?


 QS 23 : 55

Harta dan Anak : Ujian atau Jebakan ?


Salah satu kebahagiaan yang dirasa paling sempurna ketika membina rumah tangga adalah memiliki anak disertai dengan ekonomi yang cukup, semua kebutuhan relatif terpenuhi, dan keinginan tercukupi. Dengan keberadaan semua itu, maka rumah tangga terasa lebih lengkap dan lebih indah. Hubungan suami istri pun akan lebih erat dan lebih harmonis. Salah satu tujuan utama dalam pernikahan itu sendiri adalah untuk memperoleh keturunan, agar bisa menjadi ikatan penguat antara suami istri dalam membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah. 

Kita jangan terpaku pada nikmat duniawi sebagai ukuran kebahagiaan dan keberhasilan karena di QS 23 : 55 bahwa harta dan anak bisa menjadi ujian dan jebakan bagi orang-orang yang lalai. Mereka tidak menyadari bahwa kenikmatan duniawi bisa jadi hanya penundaan azab atau bahkan azab itu sendiri , karena mereka semakin jauh dari Allah SWT.

Allah SWT mengingatkan melalui QS 8 : 28 bahwa harta dan anak adalah cobaan dari Allah, agar menjadi jelas siapa yang memiliki iman yang kuat dan yang lemah. Orang yang kuat imannya tidak disibukkan oleh harta dan anaknya dari ketaatan Allah. Sedangkan orang yang imannya lemah, harta dan anak akan menyibukkannya dari ketaatan Allah.

Allah mewarning kita di QS 63 : 9 bahwa harta dan anak dapat menyibukkan dan memalingkan dan menjadi penghalang seseorang dari mengingat Allah dan mengerjakan amal kebajikan.

Aisyah ra mengemukakan dalam haditsnya, ketika Rasulullah SAW memeluk seorang bayi, beliau bersabda,

”Sungguh mereka (anak-anak) dapat menjadikan seseorang kikir dan pengecut , dan mereka juga adalah termasuk dari haruman (bau-bauan yang harum) Allah SWT”.

Kita harus berhati-hati dan sabar menghadapi anak dan pasangan karena diantara mereka di QS 64 : 14 ada yang menjadi musuh. Mereka perlu dibimbing, tidak terlalu ditekan bahkan sebaliknya dimaafkan dan tidak dimarahin tetapi diampuni.

Semoga Allah SWT memberikan karunia anak yang shalih, yang membantu dalam ketaatan dan menjadi pengingat dari kelalaian, serta memberi nasihat ketika lupa dan luput dari ajaran Islam.....aamiin 🤲 

Wallahu'alam bishowab ❤️

Suatu ketika kau bilang "Aku mondok ini hanya karena nuruti umi, aku punya cita-cita sendiri"

Ya Alloh....bimbinglah anakku...aku hanya bisa berdoa seperti itu sambil ngangis setiap malam di tahajudku. Aku hanya bisa bergantung pada Alloh atas nasib anakku. Secara logika mungkin suatu saat anak-anakku akan menjadi ustd guru ngaji al Qur'an. Namun aku hanya pasrah pada kata-kata ustd bahwa ilmu terbaik itu al Qur'an. Mengajarkan terbaik adalah mengajarkan Al Qur'an. 

Ya Alloh anakku sudah manut di jalanMu, tolonglah mereka di dunia dan di akhirat....doa itu terus aku lantunkan. Sebagai ibu aku masih juga logika dengan kehidupan dunia anakku. Melihat beberapa teman anakku yang akhirnya keluar untuk kuliah di perguruan tinggi negri. 

Saat hatinya tidak lega, bisa saja emosional. Namun aku hanya mengingatkan dengan penuh kesabaran, bahwa hal itu dosa, tidak disukai Alloh. Aku hanya memaklumi apa yang ada dalam bsikan nafsunya. Aku hanya bilang "Nak mungkin kamu sekarang belum merasakan perlunya yang diajarkan orang tua dan guru-gurumu, namun umi yakin suatu saat kamu akan memerlukan ini semua".

Suatu ketika dia lega hatinya baru aku bercerita tentang kondisi anak temanku yang lulus S2 juga mencari kerja urusan ekonomi tidak mudah. Kuliahnya juga tidak murah, namun saat mencari kerja juga tidak tiba-tiba mendapatkannya. Temannya anakku ke dua, sudah kerja dan tidak mudah juga menghindari hal-hal subhat di lingkungan kerjanya. 

"Jangan tergantung pada logika nak, Alloh akan menolong kita bila kita berusaha maksimal, dijalanNya dan percaya bahwa Alloh akan menolong. Kamu sudah berusaha menghafal Qur'an dan ilmu lainnya di pondok itu sangat bagus dan membuat umi tidak malu bila menyerahkan kamu pada Alloh. Karena kamu sudah di jalan Alloh".  

Anak kita memang belum tahu arah hidup, kita sebagai orang tua harus mengarahkan dengan sabar dan mendoakan supaya hatinya mencintai Alloh. Sungguh itu suatu hal yang tidak mudah, namun jika kita menuruti kemauan anak yang belum tahu arah maka bisa jadi nanti di akhirat kita akan dituntut oleh anak. Mungkin memang saat itu anak kita emosi hadapilah dengan sabar, berilah hal kebutuhannya semampu kita sambiul diberikan pengetian tentang kebutuhan dan kondisi ekonomi insyaalloh anak kita akan mengerti. 

Alhamdulillah kesabaran anak pertamaku dalam mencari ilmu, nurut sama arahan orang tua, kesabaran menghadapi ekonomi keluarga, kesabaran dalam berbagi perhatian dan kesabaran dalam mengendalikan hawa nafsu untuk tidak pacaran membuat Alloh menolongnya. Memberikan kehidupan seperti yang aku inginkan, yang aku doakan setiap saat aku merasa tindak nyaman dengan kondisi yang aku alami. Ubahlah hal yang tidak kau sukai menjadi video bayangan hidup yang kamu inginkan, maka saat emosi memuncak itulah doa akan dikabulkan. Tetaplah sabar walaupun doa itu tidak terkabul buat dirimu, mungkin untuk anak-anakmu atau cucumu. 

Mempunyai 5 anak mondok al Quran mungkin itu adalah cita-cita dan doa bapakku yang mondok tidak lulus karena diminta embahku pulang kampung. Bapakku manut sama emboknya, memang hidup beliau sederhana, namun cita-cita bapak emakku sangat mulia "kamu harus lebih baik dalam segala hal dibandingkan bapak, Ilmu matematika boleh 80 tapi lek agama harus 100". Artinya bapakku walaupun sekolah SD tidak lulus dan mondok juga gak lulus namun visioner dunia dan akhirot....alfatihah buat beliau berdua. 

Sabtu, 18 Juli 2026

Menjadi EO

 


Pertama kali mempunyai hajat menikahkan anak, sungguh suatu hal yang memerlukan banyak pemikiran. Hati senang namun juga deg degan. Tentang waktu saja sempat berdebat dengan suami yang mengamati dan mendapatkan ilmu energi. Harus bulan yang energinya tinggi, termasuk Syawal, Dzulhijah, tidak memilih bulan Muharrom atau Suro. Akhirnya kami konsultasi ke abi Ihya dan beliau berkata bahwa semua bulan itu baik. Namun kami tidak mau juga kalau mitos yang selama ini diyakini Suro itu tidak baik akan menjadi black spot di keluarga besar dan hadirin yang mempercayai hal tersebut. 

Alhamdulillah keputusan yang paling mengikat dan tidak bisa diganggu gugat adalah keputusan Abi Hakan. Abi Mustofa harus mengikuti aturan Sulaimaniyah. Namun siapaun yang terikat dengan Sulaimaniyah ketika menikah memang kebanyakan menyesuaikan dengan situasi kelonggaran dari asrama Sulaimaniyah. Apalagi Abi Mustofa baru 6 bulan di Jakarta, Rawamangun maka urutan pengajuan nikah juga urutan setelah temannya yang 5 tahun tinggal di Indonesia dapat ijin nikah. Abi Hakan memberikan ijin menikah saat ini pun sudah suatu kajaiban karena belum setahun sudah dapat ijin nikah. Ya sudah kami syukuri dan kami manut saja sama kebijakan beliau. Awalnya juga agak nyesek seh, "ini urusan sunnah Rosul kalau siap menikah segerakan". Urusan kontrak  Rumah akan disiapkan oleh orang tua Abi Mus, begitu Babah nya Abi Mus merayu Abi Hakan. Jujurly kami merasa berdosa jika tidak menyegerakan pernikahan ini. Namun akhirnya kami menggunakan dalil yang lain "Taatilah siapa yang menjadi pemimpinmu". Bismillah kami menunggu keputusan Abi Hakan sambil terus kami doakan beliau, andai bisa lebih cepat kapanpun kami berangkat.    

Beliau menetapkan bulan Juli, tanggal berapapun bebas.  Setelah ditetapkan bulan yaitu Juli, maka kami langsung ke Abi Ihya dan melihat kalender, 1 Safar tanggal 17 juli 2026. Rasanya sudah kepingin mempercepat di waktu yang paling dekat. Kami sudah menunggu lama, sudah dengan rasa bersalah, berdosa  karena tidak menyegerakan pernikahan, padahal keduanya sudah siap. Hanya karena menunggu bulan diijinkannya menikah oleh Abi Hakan. Takut berdosa hati kedua insan yang telah menemukan kecocokan. ada rasa khawatir jika terjadi ketidaknyamanan dalam komunikasi, bisa saja menjadikan hal yang tidak diinginkan. Banyak ku dengar gadis mengembalikan cincin tungangnnya, ternyata walaupun sudah lamaran, masih juga harus berdoa untuk keselamatan hubungan mereka berdua.

Dokumen sudah siap sejak Desember. Diantara sela-sela menunggu bulan Desember siap sampai Juli kami berproses untuk mencari berbagai tempat, mulai dari cave chatten yang kami survey sejak selesai lamaran. Beberapa Hotel di Batu maupun di Malang (Ibbis) dengan pertimbangan selesai beres gak pakai membersihkan area. Rumah makan assalamualaikum, warung tani, paulo cave yang lumayan sewanya hingga 8 juta dengan parkiran dan jalan menuju lokasi yang sempit. Berpikir juga saat itu yang kami undang adalah orang-orang terhormat, Abi Ihya, Ustd Edy, ustd Mim seakan tidak pantas kalau di cave. Masih saja bingung. Akhirnya sekitar tgl 21 April kami baru memutuskan untuk di Masjid Nurzzaman kampus Unair B dan mensurveynya.

Vendor dekorasi, dokumentasi, MUA sudah mau deal sama rias Tawang argo namun tiba-tiba mendapat MUA mbak Kiki yang lumayang murah bisa bersama dengan dokumentasi dan dekorasi. Namun akhirnya mbak Kiki kami gunakan saat lamaran yaitu 1 Februari 2026...nunggu 7 February lahirnya Sari, kami dah gak tahan. Macak 100k buat sari saja...aku macak polosan yang islami hanya dadakan memakai baju broklat yang dibelikan Zula. 

1 Februari 2026 

Katering, perlengkapan, sovenir, seksi acara, siapa yang jadi saksi, perwakilan pihak pria dan wanita. Sampai aku mempunyai folder untuk membandingkan masing-masing vendor. Akhirnya tiba saatnya lamaran I Februari 2026, artinya sudah 50 persen OK hubngan keluarga kami. Namun masih juga belum merasa lega jika belum beneran janur melengkung. Rasanya masih takut dosa hati oleh kedua anak muda karena berkoordinasi dengan calon. Kuatir kalau ada kesalahfahaman dalam koordinasi dan menyebabkan salah pemahaman yang mengganggu hubungan mereka. Ada lo yang sudah tukar cincin namun tidak berlanjut, bahkan ada teman saya yang sudah sewa gedung, sebar undangan namun gagal menikah karena ego dari salah satu pihak. Mereka memilih malu daripada harus menanggung derita selama pernikahan. Makanya doa masih juga terus dibutuhkan, pertolongan Alloh masih terus diminta. Ternyata itulah doa ibu itu tiada berhenti.

Tiba-tiba melihat FB nya Ustdh Sri Warsiyati SD Al Hikmah melintas "Mas Falah dadi Manten". Spontan aku telpon dan aku tanya rasa makanannya enak. Spontan pula minta nomor telponnya ibunya mas Falah. Spontan aku telpon dan minta nomor semua vendornya.  Alhamdulillah semua vendor memberikan harga yang lebih worted dibandingkan yang sudah kami cari sejak bulan oktober. Terutama untuk masjid Nuruzzaman yang senyaman itu dengan harga yang paling murah dibandingkan, resto, cave, hotel, gedung pertemuan yang pernah aku survey. Waktu itu hanya bisa bilang...alhamdulillah kalau jodoh itu emang semua dimudahkan Alloh...aku hanya membuktikan kata orang-orang yang sudah pernah menikahkan anaknya. 

Hari Minggu pertemuan dengan dek Eni, mbak Mudi, mbak Rini,  Mbak Indah, Mas Hadi sampai jam 22 baru pulang OTW ke Batu. Urun rembuk beliau-beliau kalau makanan perlu ditambah karena semua hadirin akan makan semua menu yang tersedia. Akhirnya aku berpikir supaya tidak kekurangan aku tambah menu Buffe dan menu gubuk aku kurangi jenisnya untuk ditambahkan ke  menu  yang telah dipilih. Alhamdulillah walaupun makanan sudah deal dengan alya catering hari Rabu masih bisa diubah.  Aku berpikir simpel saja supaya aku bisa maksimal menjamu tamu, tidak malu karena kekurangan makanan saat tamu datang. Saat 2 hari sebelum acara aku sempat dikirim nomor telepon PJ lapangan oleh Alya. Alhamdulilah mau meminjami meja dan sekaligus taplaknya dan juga taplak buat meja tamu....Masyaalloh Alya Catering baik banget walaupun itu tidak ada kaitannya dengan soal makanan, namun mau meminjami meja dan taplaknya....

Dalam hal konsumsi memang sangat urgen di suatu acara. Usaha menghitung sebuah ketidak pastian dari kehadiran undangan adalah yang membuat bingung dan penuh tanda tanya. Walaupun di situ sudah tertera pilihan hadir/tidak hadir namun yang mengisi hanya 89 sehingga tidak bisa dijadikan patokan.  Maka yang bisa kulakukan hanya berdoa solawat ibrahimiyah, sambil mengingat kisah nabi Ibrahim yang selalu mencari teman saat akan makan. Kisah Rosululloh yang sedang menggali parit dalam keadaan lapar sampai mengganjl perut beliau dengan batu. Ada seorang sahabat yang melihat hal tersebut dan merasa kasihan sehingga pulang dan menyembelih kambingnya yang hanya seekor dan istrinya memasak gandum yang hanya 1 baskom. Setelah matang mengnemui Rosululloh dan mengajak beliau makan secara diam-diam karena takut tidak cukup. Namun Rosululloh malah mengajak semua sahabat makan. Setelah dilihat ternyata semua sahabat makan dengan kenyang namun, gulai kambing dan gandum itu seakan tidak pernah berkurang. Itulah barokahnya Rosululloh. Ya Alloh aku bukan Rosululloh, namun aku hanya ingin memuliakan tamuku, orang orang yang aku hormati. 

Saat pikiranku galau itu aku berkonsultasi dengan ibunya Falah "Insyaalloh cukup segitu ustdh, Bismillah  berkah semua makan dan merasa kenyang dan berlimpah terus" begitu nasehat beliau yang menenangkan hati saya.   Saat ini aku mengundang hanya terbatas orang, bahkan sampai orang yang dengan berbagai alasan punya keterkaitan dengan aku, tidak aku undang. Bahkan ketua YLPI dan jajarannya tidak aku undang dengan alasan takut tidak bisa menghormati karena tempat VVIP tidak tersedia. Aku merasa mungkin beliau tidak mengenal aku "Siapa ya ustdh Asri itu?  kok saya gak kenal". Aku merasa akar rumput di yayasan sekolahku. Walaupun pada akhirnya aku diguyoni ketua yayasan Ustd Zahri " Ustdh ini mencari mantu konsultasi sama saya, pas mantu saya tidak diundang", hehe sampai di bahas 2x di ruang santai dan di depan semua hadirin rapat yayasan dan para pimpinan sekolah...."ngapnten ustd, saya hanya kuatir tidak bisa memuliakan ustd ustd"

Hari Kamis kami dipertemukan di WA oleh Alya Catering. Dia bilang karena aku minta dipisah laki perempuan tempat makannya dipisahkan dengan cara menu buffe dibagi 2 dan  menu gubuk  yang dipilih juga dibagi dua tempat, akhirnya antara gubuk di putra berbeda dengan gubuk di putri. Namun hal tersebut tidak mengapa, justru dalam hitungan setiap orang akan bisa makan 3 sampai 4x. Wah aku sempat bingung juga...dengan undanganku 200 orang di putra dan 200 orang di putri, siapa yang akan menghabiskan makanan sekian banyaknya. Lagian 200 itu juga belum tentu semua hadir  karena jauhnya jarak dengan saudara kami. 

Maka aku dengan tiba-tiba mengundang sahabatt sahabatku yang domisili Surabaya, karena 95 persen mereka bakalan bisa hadir. Sampai-sampai teman yang aku undang merasa gak percaya "Undangan ini serius ta bu Asri?" karena undangan biasanya sudah disebarkan 2 bulan sebelum acara. Lha ini jum'at acara Kamis malam baru dilayangkan undangan digitalnya. 

Jujur dalam hati mengundang itu ada rasa sungkan, kuatir merepotkan karena harus datang dengan jarak yang jauh pastinya dengan banyak uang transportasi dan juga menyisihkan waktu dan tenaga..capek di jalan kalau jauh. Belum lagi kuatir mereka merasa terbebani dengan hadiah yang akan mereka berikan, makanya saya awalnya tidak akan menaroh tombang kotak uang. Bismillah aku berniat syukuran atas semua hal baik ini. Namun saudara saudaraku menyarankan supaya orang tidak bingung jika mau memberikan amplopnya. Akhirnya aku menuruti saran saudaraku, namun dalam hati tetap tidak ingin membebani, karena itu yang aku undang adalah sekiranya yang dekat dan tidak terbeban dengan undanganku. 

Alhamdulillah semua kebagian makanan dan bahkan saudara bisa membungkus di bawa pulang dibagikan ke tetangganya juga. Alhamdulillah kami sekeluarga kebagian lontong balap yang semalam tidak sempat makan, pagi ini buat sarapan bersama Mutiatun sahabatku. 

Tempat acara, aku dan mas ipul survey berbagai tempat, Alhamdulillah akhirnya kami menghubungi masjid nurul ilmi dan mensurvey masjid nuruzzaman. Bertemu dengan takmirnya bapak Joko, langsung kami diajak berkeliling. Survey ke dua saat Mustofa sudah di tugaskan Hizmet di Surabaya KH. Alhamdulillah tempat yang islami karena bisa akad di lantai 2 dan sekaligus akademis karena berada di lingkungan kampus bagus di Surabaya. Dengan kondisi seperti itu, namun harganya masih murah dibandingkan cafe dan hotel yang pernah kamu survey. Sungguh suatu tempat yang di laur dugaan kami.  

Masyaalooh baiknya pak Joko dan tim. Kami dibolehkan loding barang kamis malam. Saat sampai Surabaya jam 22 sudah gak sempat ke Unair langsung menuju hotel. Paginya menjemput Mustofa di Stasiun kereta Gubeng jam 06 langsung menuju pasar soponyono untuk mencari sarapan. Alhamdulillah Mustofa mau makanan yang aku beli di pedagang di pasar. Bismillah berbagi rezeki dengan membeli di banyak pedagang makanan. Ada satu pedangan yang aku beli sampai 2x karena jika tidak habis maka harus tetap bayar, maka dia jual lagi sore di pabrik rokok baru jika tidak habis dia bagikan ke panti asuhan...masyaalloh segitunya usaha untuk mendapatkan laba yang maksimal 1000. 

Kami makan dan solat dhuha di masjid Al Magfiroh. Sambil menunggu KUA buka, Mustofa ingin melihat sekolah TK Al Magfiroh. 
Mereka berdua menghadap bu kepala sekolah "Dalam rangka apa ya mbak?". Kepala sekolah agak meragukan mereka berdua. 
"Kenalkan bu, saya bu Asri dari Al Hikmah Surabaya, saya temannya ustd Zaenal yang menjadi pengajar TPQ di sini bu. Kami hanya bermaksud untuk mengetahui kegiatan di sini, apa diijinkan bu?"
Langsung beliau wellcome dan mengajak berjalan-jalan di area sekolahnya. Mustofa menyapa anak-anak kecil, mengajak bersalaman, mereka senang, gurunya welcome juga.
"Menantu saya dan anak saya ini bekeinginan untuk memiliki sekolah bu, barangkali dengan kunjungan ini akan menambah wawasannya bu" itu penjelasan saya.
Selesai jalan-jalan mereka mengajak kami foto dan kami bertukar nomor telepon.