Mengamati perilaku hewan kesayanganku
Kucing Pon Pon dan kucing lainnya di boarding perhatian sama aku. Setiap kali aku datang menyambutku, mengikuti ke mana aku pergi. Menatapku dengan mata memelas ingin diberi susu kambing yang seger, tulang ayam dari sisa makan muridku, ikan asin aku urab dengan nasi anget, sering juga senang dengan lapis kukus surabaya.
Kambing membutuhkan untuk diperah, membutuhkan makanan ekstra yaitu biji kacang ijo yang dia makan sambil diperah. Dia mengerti waktu diperah jam 7.30 dan sore jam 15.30. Begitu kandang di buka dia langsung lari menuju dipan pemerahan sambil menikmati kacang ijo kupas yang telah disediakan. Selesai proses pemerahan, dilepaskan dari dipannya, dia langsung kasuk kamarnya masing-masing. Tidak keliru dan juga tidak ada yang "ngerumpi masuk kamar temannya". Masyaalloh instingnya kuat, mungkin dia sudah mencium bau kamarnya sehingga tidak keliru kamar temannya.
Bebek, saat melewati persawahan menuju ke Kertosono pondoknya Hasna sudah 4 tahun ini. Dia hanya melihat ayunan tongkat pemiliknya, langsung dia masuk ke barisannya dan masuk juga ke kandang melewati jembatan yang terbuat dari bambu yang sudah disiapkan majikannya. Bebek terkenal binatang penurut, makanya ada kata "mbebek" jika seseorang itu selalu menurut orang lain.
Walaupn sebenarnya nurut pimpinan itu tidak 100 persen suatu hal yang tidak berkualitas. Terbukti bebel yang penurut, jika telurnya dijual harganya lebih mahal dibandingkan telor ayam. Coba belilah martabak telur ayam dan bandingkan dengan martabak telur bebek, pasti lebih mahal martabak telur bebek. Daging bebek juga harganya lebih mahal daripada daging ayam.
Ayam, saat di rumah Blitar banyak banget ayam kampung bapakku dan sekarang punya adek iparku. Pintu dapur di buka, langsung ayam-ayam itu antri di depan pintu, minta makan. Saat sudah kenyang, pintu samping ke arah kebun di buka maka ayam-ayam itu berdesakan keluar kandang. Saat sore hari, pintu kandang di buka langsung saja mereka masuk secara otomatis.
Ikan cupang....dengar ketukanku di aquarium, dia langsung mendekat dan ke atas tandanya aku ngasih makan.
Beda lagi dengan 2 mentok yang aku pelihara saat ini. Saat ku datangi, kuberi makan dan minum..diam, bahkan saat makanan aku masukkan ke dalam kurungan hanya sisi yang berbeda, dia tidak meresponnya. Saat ku mandikan...respon kepakan sayap. Saat dia minum...diminum sendiri padahal dia berada di kurungan yang sama. Mbok Yo geser biar temannya bisa ikut minum. Temannya juga diam...gak inisiatif...permisi brooooo". Saat ku geser kandangnya ...diam...mbok mundur...biar bisa gerak. Kenapa ya menthok ini...pendiam amat. Apakah di buta sehingga responnya rendah?
Saat aku memberinya makan, diam saja. Pas sudah menemukan makanannya, mbok ya badannya itu menghadap ke makanan...eh tidah...hanya lehernya yang dibelokkan. Heheh maklumlah ...makanya ada lagu "mentok-mentok ojok meneng wae, mung lakumu angisin-isini...." Ternyata ya ini faktanya...diam...geser bokong dikit untuk makan saja gak mau.....males banget yo Thok.
Salah satu hal yang aku ajarkan pada Hasna adalah dengan menerima titipan teman-temannya, orang tua temannya walaupun dia bukan orang dekat Hasna. Mengajari peduli untuk menolong orang lain, mengajari menyenangkan orang lain itu tidak harus dengan harta, namun dengan menolong apa yang dibutuhkan orang lain. Walaupun saat ini Hasna belum menerima 100 persen. Bahkan dia menangis karena merasa aku kurang punya waktu, waktunya tersita untuk belanja, membuka wa pesenan, membuka rekening TF an. Sebanyak 13 ibu dengan berbagai pesanan. Sampai ada yang WA nya tidak berlanjut hanya saya jawab salamnya.
Namun aku tetap berusaha mengarahkan niat positif dan juga ketrampilan pikiran positif, yaitu merasa kaya karena membelanjakan banyak uang. Merasa kaya akan merupakan sebuh doa untuk kaya beneran, kaya dan tetap peduli sesama. Tidak usah berharap manusia yang kita tolong membalas, biarlah Alloh yang akan membalas karena itu lebih tidak terbatas pertolongan Alloh.
Sampai suatu saat aku sering disapa ibu-ibu yang kenal aku. namun dengan menguras memori aku mengingat siapa ibu itu. Tetap tidak ingat ternyata kami sudah akrab di chat wa namun belum pernah ketemu. "oo maafkan saya ya bu saya mudah akrab namun mudah lupa kalau belum pernah ketemu dan foto, mari kita foto bu biar saya ingat terus" hehe alibi untuk menutupi rasa maluku gara-gara aku lupa. Banyak juga yang mengucapkan selamat atas pernikahannya Sari. "Lo ibu tahu dari mana?". Ibu ajeng, ibu yessy menjawa "Saya liat dari starusnya ibu aisyah, di grup di posting ibu aisyah...selamat bu dapat mantu abi turky....gimana ceritanya bu?". Wah kalau sudah minta cerita pasti panjang...hehe
Suatu pelajaran... adab, manut itu penting dibandingkan kepintaran. Ada suatu penelitian bahwa 10% - 20 % sukses karena pintar, 80% nya karena kecerdasan emosi dan spiritual....disini membuat orang peduli, empati dan mendekati illahi robbi.....Yukksss terus belajar EQ dan SQ. Every day is learning day
