Kamis, 30 Mei 2024

Ulang Tahun

 Ulang Tahun ku

                                                                        


        Tidak banyak yang mendoakan aku, hanya suami dan anak ke duaku. Suamiku sengaja menemaniku untuk menyambut tanggal 29 Mei. Yang mengharukan anaku Riza. Jam 20.07 dia meminjam telepon ke abi untuk menelponku, mendoakan dan  menanyakan kabar adek2 dan kakaknya. Aku menjawab kalau adek Hasna selesai rihlah dan aku datang bersama abi serta ibu-ibu lainnya. Acaranya seh biasa namun karena anak-anak sulaimaniyah gampang bersyukur sehingga dengan acara 2 game yaitu mencari bola dengan mata ditutup dan satu temannya sebagai pembimbing dan juga tarik tambang yang diikuti abla turky membuat rame acara. Acara lomba tanpa hadiah dan siapa saja boleh main dan tanding. Santriwati selalu bergabung dengan temannya sekelompok. Abla juga bergabung dengan temannya, sementara anak-anak bebas untuk bermain sepeda. Menyewa 30k selama 30 menit cukup membuat antrian panjang. Walaupun panas mereka rela antri dan mengayuh sepeda pancal maupun sepeda listrik.  

           Alhamdulillah aku bisa mengajak ibu Wiwik yang sebenarnya ingin ke rihlah namun suaminya tidak bisa mengantar. Alhamdulillah beliau senang sekali tiba-tiba aku menawari beliau untuk aku ajak bersama. Alhamdulillah sampai di sana duluan mobil kami dan menjemput bis sulaimaniyah di gerbang kedatangan. Sambil melambaikan tangan pada bis, Hasna melihat kedatanganku, Alhamdulillah itu semua sesuai dengan skenario dalam benakku.

            Sepanjang hari aku menjadi mamarazi yang memfoto santri dan aku kirimkan ke grup. Santri begitu mudah bahagia, 

difoto bahagia, 

dipinjami HP untuk melihat foto mereka bahagia, d

ipinjami HP untuk selvi bahagia dan fotonya dikirim ke nomor WA nya bahagia, 

dipinjami HP untuk memvc orang tuanya bahagia

ibu-ibu mereka juga baahagia melihat anaknya nampang di grup.

Masyaalloh itulah kenapa sulaimaniyah mudah menghafal quran, karena MUDAH BAHAGIA

            Awal acara sebenarnya kurang nyaman, karena ada game yang pastinya akan menganggu kebersamaan santri. Namun seiring waktu ternyata gamenya tidak dikelola dengan sungguh-sungguh. Hal ini baik juga seh, abi dan abla bisa sedikit menikmati alam, santri juga bisa menikamti bermain bersama. Hasna akhirnya juga bisa berbincang, bermain, sepedaan bersamaku juga. Alhamdulillah di sela kesibukan aku juga bisa membahagiakan ibu-ibu yang tidak bergabung acara dengan memfoto anak-anaknya. Walaupun sempat juga dapat complain dari Hasna "Umi ya di sekolah sibuk HP kerjaan di sini  sibuk HP dengan ibu-ibu". Namun aku berusaha memberikan pengertian bahwa jika kita   membahagiakan orang lain maka kita akan dibahagiakan Alloh.

        Sewajarnya manusia ingin diperhatikan. Akupun juga karena aku masih manusia. Namun karena aku tidak terlalu berharap pada manusia, akhirnya sedikit demi sedikit rasa itu hilang dan netral. Awalnya Ismailku ingin memberikan hadiah katam 30 juz, namun ternyata karena ada kegiatan sehingga ada hari yang tidak setor. Tidak apa Le, kamu sudah berjuang sehari 3 halaman untuk mencapai putaran 20. Dari putaran 17 loncat langsung putaran 20 demi berusaha memberiku hadiah. Ibrahim juga terakhir putaran 8 dia langsung ambil 2 halaman sehingga mencapai putaran 10. 

        Aku justru yang sejak awal memang mau memberikan kejutan pada Hasna untuk menemui di Kebun Raya. Sebenarnya Hasna tidak mau aku jenguk, karena dia si paling tidak mau merepotkan orang tua. Namun karena mumpung dekat aku sempatkan memberikan kebahagian padanya. Aku sebenarnya sungkan mau ijin pada U Edy, namun Alhamdulillahnya ada kesempatan memberikan pisang dan salak akhirnya aku ke rumah beliau. Alhamdulillah dipersilahkan masuk dan akhirnya aku beranikan diri untuk ijin. Alhamdulillah jadwal Selasa awalnya tukar dengan ekonomi karena kemarahan u Nanda akhirnya kembali normal Kamis. Alhamdulillah pula sekarang tiap Kamis juga tidak ada rapat. 

        Semua serba Alhamdulillah karena aku selalu yakin Alloh maha mengatur yang terbaik. Memang tidak enak seh dimukai masam sama U Nanda, tapi aku sabar saja, memang dia masih kecil belum ngerti ungah ungguh, dikira hal itu semua hanya sebatas profesionalisme.  Kalau aku seringnya berpikir ke teman dan orang lain lebih banyak kemanusaiaan, tepo seliro, kasihan dan kasih sayang. Sambil aku iringi bahwa jika aku memudahkan orang lain pasti Alloh akan semantiasa memudahkan urusanku. Itu juga sebagai wasilah aku minta pertolongan pada Alloh setiap saat aku merasa sedih dan kesulitan.

        Aku yakin kalau 5 anakku ingat tanggal ultahku dan ingin menelponku, namun mungkin mereka sungkan untuk ijin abi nya. Riza saja yang memang dekat dengan Abi2 nya sehingga dia berani meminjam telepon. Alhamdulillah banget punya anak Riza yang insyaalloh sudah menemukan kemampuan yaitu percaya diri untuk memimpin temannya, menjadi baskan selama beberapa tahun. Alhamdulillahnya dia juga mengakui bahwa adek Ismail memang punya bakat Quran. "Yo wes aku bakat lainnya saja mik, walaupun aku juga akan tetap menekuni Quran". Kalimat itu adalah hadiah terASRI buat Umi Asri nak...lop yu. Kalimat itu yang selalu kami ucapkan untuk mengakhiri Percakapan kami. 

        Aku berharap Naella, Ahla dan Chantika mempersembahkan piala. Aku berharap mereka bisa berbakti pada orang tuanya dengan cara ini. Namun bisa dimaklumi karena mereka baru lomba pertama yang langsung presentasi dihadapkan pada juru dan seluruh finalis. Pastilah hal itu sebuah tantangan yang sangat besar buat mereka bertiga. Tapi mereka tetap sebagai pejuangku, karena orang tuanya sudah menyadari hal itu saja itu sudah suatu anugrah buatku. Soal yang diberikan juri semuanya sudah pernah kami latihkan dan karena gugup serta perlu latihan mengendalikan mood saja sehingga serasa mereka dibungkam. 

Aku "Assalamualaikum Bu Titi..mohon maaf njih kak Ahla belum menang"

Bu Titi "Waalaikumsalam warahmatullah. Gpp ustadzah, justru mereka mendapat pengalaman yg lebih berharga dari sekedar kata menang🥰

Boarding Ibu Nya Ahla Tie DW: "Semoga pengalaman kemarin menjadi evaluasi buat lomba kedepannya"

[Asri Fahmiati,S.Si., M.Pd: "Aamiin ya rabbal alamiin mtrsuwun Bu. Masyaallah ibu begitu menyadari hal ini...saya merasa sangat bersalah bu"

[04.52, 29/5/2024] Boarding Ibu Nya Ahla Tie DW: "Ga ustadzah, yang sudah dilakukan semuanya sudah maksimal, terimakasih atas segala bimbingannya🙏. Wajar kalo blm bisa menorehkan juara karena ini lomba pertama ananda "

Demikian juga jawaban bu Erma "Owalahh ustadzah, Nella bisa berangkat ke jogya dan belajar mengurus keperluan sendiri sy sdh Alhamdulillah" 

Ibu mereka menerima taqdir ini, itu adalah hadiah terASRI buat aku...

Mereka menerima taqdir ini, itu adalah hadiah terASRI buat aku...

                                                                        




Rabu, 15 Mei 2024

Kematian dan Rasanya

 QS 36 : 26 - 27

Pesan Damai Hati Yang Tulus


Keteguhan iman dan istiqomah dalam ibadah dan dakwah akan berakhir indah sebagaimana yang dialami oleh Habib al - Najjar, selain itu Habib melakukan dakwahnya dengan tulus dan santun. Meskipun pada akhirnya kematiannya tragis, sebelum kematiannya tetap berharap kaumnya mendapatkan ganjaran dan kebahagiaan sebagaimana pesan damai hati yang tulus dalam berdakwah di ayat QS 36 : 26 - 27 Allah memasukkannya dalam golongan al mukramin (orang-orang yang dimuliakan).


Rasulullah SAW bersabda, “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?” (HR. Bukhari)

 

Dalam sebuah Atsar (pendapat) para sahabat Rasulullah SAW, Ka’b al-Ahbar berpendapat, “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan kedalam perut seseorang. Lalu, seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itupun membawa semua bagian tubuh yang menyangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa”.

 

Imam Ghozali berpendapat, “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagian orang yang sedang sekarat merasakan dirinya ditarik-tarik dan dicerabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dari setiap akar rambut dan kulit kepala hingga kaki”.

 

Kematian dalam Al Qur’an :

1. QS 3 : 154, kematian bersifat memaksa dan siap menghampiri manusia walaupun kita berusaha menghindarkan resiko-resiko kematian. 


2. QS 4 : 78, kematian akan mengejar siapapun meskipun ia berlindung di balik benteng yang kokoh atau berlindung di balik teknologi kedokteran yang canggih serta ratusan dokter terbaik yang ada di muka bumi ini. 


3. QS 62 : 8, kematian akan mengejar siapapun walaupun ia lari menghindar. 


4. QS 31 : 34, kematian datang secara tiba-tiba. 


5. 63 : 11, kematian telah ditentukan waktunya, tidak dapat ditunda atau dipercepat 


Saat terakhir sakaratul mautnya, malaikatpun di ayat QS 16 : 30 - 32 akan menunjukkan surga yang akan menjadi rumahnya kelak di akhirat, dan berkata padanya, “Bergembiaralah, wahai sahabat Allah, itulah rumahmu kelak, bergembiralah dalam masa-masa menunggumu."

 

Semoga kita yang masih hidup dapat selalu dikaruniai hidayah-Nya, berada dalam jalan yang benar, selalu istiqomah dalam keimanan, dan termasuk umat yang dimudahkan-Nya, selama hidup di dunia, di akhir hidup, ketika sakaratul maut, di alam barzakh, di Padang Mahsyar, di jembatan jembatan Sirath-al mustaqim, dan seterusnya, amiin.   

Membaca tulisan di atas mengingatkan aku pada sepasang suami istri yang setia sampai mati. Warga Rungkut Harapan, Suaminya meninggal pagi hari dan istrinya meninggal sore harinya.  Ada juga orang tuanya pak dosen UMM Saiful, Ayahnya sedo senin dan ibunya sedo selasa. Namun walaupun hari yang sama, bahkan dimakamkan di liang kubur yang sama, menghadap Alloh tetap sendiri-sendiri. 

Kematian memang hal yang mengerikan, bagi yang belum merasa dicintai dan mencintai Alloh. Bagi yang sudah mencintai Alloh pasti akan senang karena segera ketemu dengan yang dicintai. Makanya saat halbi dengan ustd Taufiq AB meminta doa pada orang supaya dapat mencintai dan dicintai Alloh.

Selasa, 14 Mei 2024

Kematian

 QS 31 : 34

                                            Tempat Kematian                                                             




                                                            Takziyah ke Mbak Nanda

        Takziyah ke rumah mbk Nanda, CS boarding. Bapak mertua beliau kelahiran 1965 dan ibu mertua yang meninggal lahir tahun 1973. Ibunya ingin meninggal di tegalan. Alhamdulillah Alloh mengabulkan. Selama 2 bulan terakhir ibunya ingin selalu ikut ke tegalan yang di sana telah didirikan rumah. Padahal selama ini, suaminya selalu ke tegalan sendirian. Ibu berjualan di rumah, belanjaannya  di tolong oleh anak-anaknya. 10 hari terakhir sebelum meninggal ibunya tidak pulang sama sekali ke rumah. Saat terakhir bersama suaminya. Ibunya pamit tidur yang diawali dengan cara jalan yang bergeloyoran, seperti biasanya kalau kolesterolnya sedang kambuh. Beliau langsung berpamitan suaminya untuk tidur dan ternyata langsung tidak sadarkan diri. Suaminya dengan tatag membimbing istrinya sakaratul maut dan menata kaki serta tangannya. Mulutnya tertutup dengan senyuman, matanya tertutup seperti orang tidur. 



                                                                Takziyah ke Mbak Safia

        Takziyah ke rumah mbak Safiah di Jl. MT. Haryono VIII / 1024 RT/RW 005/007 Dinoyo. Mbak Safia petugas UKS BSA yang menetap di asrama bersama kami. Mbak Safia 3 bersaudara, beliau anak tengah. Kakaknya dokter gigi yang bertugas di yayasan Sabilillah Malang. Keduanya belum menikah. Ayahnya meninggal 1 tahun yang lalu. Kakaknya kecelakaan hari kamis dan meninggal hari Selasa setelah koma sejak kecelakaan itu di jln Soekarno Hatta. Kakaknya jatuh karena ditabrak pasangan yang sedang berpacaran, tidak melihat jalan karena fokus pada HP.  Pelaku juga tidak memiliki SIM. Keluarga pelaku meminta maaf dan bertanggung jawab dengan selalu menjenguk ke rumah sakit selama mbak Sabilla Febrianita Hapsari mengalami koma. Mbak Sabilla jatuh dengan gegar otak padahal helm masih terpasang. Hidung, telinga dan mulut mengeluarkan darah, patah tulang bahu. Setelah dioperasi kepalanya badannya mengalami bengkak seluruh tubuh sehingga terlihat gemuk. Pelaku hanya mengalami bundas di kaki. Ya Alloh betapa rapuhnya manusia tanpa perlindungan dariMu. Helm tidak menjamin keselamatan kepala, namun jika tidak pakai artinya tidak ada usaha. 

    Kecelakaan adalah benar-benar taqdir, mbak Sabilla sudah hati-hati namun ada orang yang tidak sengaja karena teledor di jalan sehingga jadilah korban dari orang yang teledor.  

    Tak ada manusia yang mengetahui kapan ajalnya akan datang dan di ayat QS 31 : 34 di mana tempatnya mati.  Jika tempat kematian tidak diketahui, maka waktu kematian pun juga tidak diketahui. Adapun tanda-tanda, maka mungkin Allah buka pada sebagian wali-wali Allah, dan itu terjadi. Akan tetapi itu hanya sebagai firasat, tidak ada kepastian. Yang mengetahui kepastiannya hanya Allah SWT.

    Oleh karena itu, Imam al-Ghazali dalam Khuluq al-Muslim ketika menasihati murid-muridnya mengatakan bahwa yang paling dekat kepada manusia adalah kematian. Sebab, kematian adalah rahasia Allah SWT. Ayat QS 31 : 34 menjadi reminder agar tidak melupakan kematian. Ini menjadi penanda pentingnya bagi kita untuk selalu mengingat kematian. Bahkan, banyak juga ayat yang menggambarkan kondisi yang dialami seseorang ketika menghadapi kematian dan setelah ruh berpisah dari jasad. Di antaranya :

1. QS 75 : 26 - 30, menggambarkan tanda kematian yaitu napasnya telah mendesak sampai ke kerongkongan, bertautnya betis kanan dan kiri.


2. QS 16 : 32, disambut dengan salam bagi yang meninggalnya dalam keadaan baik.


3. QS 62 : 8, kematian pasti akan menemui kita walau kita lari ke tempat yg tersembunyi sekalipun.


4. QS 63 : 11, tidak dapat di tunda jika sudah datang waktu kematian.


5. QS 7 : 34, ada batas waktu kematian.  


Gambaran tentang kematian ini dapat menjadi keyakinan tentang kematian yang meresap di lubuk hati yang terdalam, ini menjadi salah satu jaminan kewaspadaan serta peningkatan amal-amal kebajikan. Dan ini mendorong kita untuk mempersiapkan bekal hidup sesudah mati dan berdo'a agar dimatikan ditempat yang baik serta dalam keadaan berbuat baik.

Wallahu'alam bishowab ❤️

Senin, 13 Mei 2024

TAQDIR


                                                MMU Malaysia

KETENTUAN ALLAH LEBIH INDAH DARI IMPIANMU

QS HUD 38 : Mulailah dia (Nuh) membuat bahtera itu. Setiap kali para pemuka kaumnya berjalan melewatinya, mereka mengejeknya. Dia (Nuh) berkata, “Jika kamu mengejek kami, sesungguhnya kami pun akan mengejekmu sebagaimana kamu mengejek (kami).

Setelah Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat kapal dan memberi informasi tentang keputusan Allah untuk menenggelamkan kaumnya yang durhaka, mulailah dia, yakni Nabi Nuh membuat sebuah kapal besar di bawah bimbingan dan petunjuk Allah. Setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nabi Nuh yang sedang membuat kapal, mereka mengejeknya karena mereka tidak mengetahui tentang tujuan Nabi Nuh membuat kapal itu. Dia Nabi Nuh tidak menghiraukan ejekan mereka dan hanya berkata, "Jika kamu sekarang mengejek kami, maka kami, yaitu aku dan orang-orang yang membantuku membuat kapal, akan mengejekmu ketika azab itu datang sebagaimana kamu sekarang mengejek kami terus-menerus.

Pembukaan brefing pagi yang diungkapkan Ustd  Edy bahwa kondisi saat ustd Edy kuliah diejek "masak bisa anak tukang becak dan penjual sayur kuliah?". Karena di lingkungan Ustad Edy termasuk langka orang kuliah. Saat saya berangkat menjadi musrifah, banyak juga yang mengejek "tidak pernah mondok kok pegang pondok?". Dari kata-kata itu maka menjadi misi keluarga kami "Kami akan mendirikan pondok keluarga di tanah warisan emakku. Alhamdulillah anak ke dua ku Fahriza sudah berniat untuk setia pada bidang keilmuan"....lop u le....

Awalnya aku juga belum yakin atas keputusan suamiku memondokkan anak-anak kami "lulus pondok banyak yang kerjanya tidak jelas". Namun, setelah aku renungkan " bahwa semua orang ingin jadi guru, ingin mengajari orang lain entah tentang hal apa saja". Suamiku saja sadar bahwa dirinya merasa ingin jadi guru setelah umur 50 tahun. Namun Sulaimaniyah membuat hati kami yakin dengan segala ketrampilan yang diajarkan pada anak-anak kami insyaalloh menjadi bekal di kemudian hari. Insyaallah sejak itu misi keluarga kami adalah menjadi guru quran adalah yang utama dan menjemput rezeki cara lainnya adalah berikutnya setelah ilmu quran dipelajari. Alhamdulillah 5 anak kami di pondok quran, sulaimaniyah. Sudah kami pasrahkan 5 anak kami di jalan Alloh, kami yakin bahwa ini jalan terbaik dari Alloh.  

Allah tahu apa yang kamu rasakan,

Allah pun tahu bahwa saat ini hatimu sedang dalam rasa tidak nyaman..

Wajar bila kamu merasa gundah..

Tapi tak perlu resah berkepanjangan,

hapus air matamu abaikan sedihmu..


Perlu selalu kamu ingat, dunia ini hanya sementara..

Sakit itu sementara

Sedihpun sementara

Bahagia juga sementara

Semua hanya sementara di dunia

Percayalah..

Akan ada bahagia setelah banyak tempaan ujian yang meluluhlantahkan..

Meski kamu penat dengan hiruk pikuk dunia, asal kamu tak lupa Allah itu senantiasa ada..

Walau seperti apapun hatimu remuk dengan ragam persoalan dunia, bertahanlah dan kuatkan hatimu untuk tetap tabah..

Bilapun kamu tak selalu berhasil membentengi kecewa dengan sabar, tetaplah belajar percaya, bahwa segala hikmah yang terkandung dalam ketentuan Allah itu indah, bahkan lebih indah dari impian yang telah kamu rajut sedemikian rupa..


فاصبر صبرا جميلا


"Bersabarlah dengan kesabaran yang indah".

(Qs. Al-Ma'arij : 5)


واصبر إن الله مع الصابرين


"Bersabarlah.. karena sungguh Allah bersama dengan orang-orang yang bersabar".  (Qs. Al-Anfal : 46)


Allah membersamaimu dengan kebersamaan yang khusus berupa Allah akan terus menerus menjaga, menolong dan menguatkanmu tersebab upaya kesabaranmu, insyaa Allah..

Akrab selalu  dengan sabarmu..

Ingat selalu pesan guru Ustd Ihya "Sabar, sabar dan sabar"


Senin, 22 April 2024

Materi Pembinaan Guru

 







Pengajuan Materi Pembinaan Guru Putri BSA

Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru putri BSA maka kami mengajukan permintaan pembinaan guru dengan materi sebagai berikut :

1.      Meraih keiklasan dalam berdakwah

2.      Menjalani peran ganda guru dan Ibu

3.      Adab guru terhadap murid

4.      Psikologi Remaja

5.      Parenting komunikasi dengan remaja

6.      Pakaian islami dan resmi

7.      Membangun hubungan antar teman sejawat

8.      Meningkatkan etos kerja dalam dakwah

9.      Meningkatkan keyakinan dalam dakwah

10.  Problem Solving Membina Remaja

 

Batu, 8 Agustus 2023

Kepala SMA Al Hikmah Boarding School Batu

 

 

Dr. Edy Kuntjoro, M. Pd.

Selasa, 16 April 2024

GURU

 QS 15 : 85

Sikap Yang Harus Di Miliki Saat Mengajak Kebaikan

    Allah SWT menerangkan pada ayat QS 15 : 85 bahwa menciptakan semua yang ada di langit dan bumi dengan maksud dan tujuan sesuai dengan pengetahuan dan kasih sayang Allah kepada makhluk-Nya. Dan menegaskan bahwa hari kiamat itu pasti datang tidak ada keraguan sedikit pun. Ini sebagai peringatan bahwa apabila tidak mau beriman kepada Allah SWT dan nabi Muhammad serta tidak mau mengambil pelajaran dan pengalaman yang telah dialami umat-umat terdahulu maka Rosul di ayat QS 15 : 94 diperintahkan untuk berpaling dari mereka, dan memperlihatkan sikap yang baik, budi pekerti yang tinggi serta di ayat QS 15 : 85 memaafkan tindak tanduk mereka yang tidak wajar dengan cara yang baik.

    Inilah sikap yang harus dimiliki saat mengajak kepada kebaikan dalam ayat QS 41 : 33 inilah sebaik-baik amalan dan yang menjalankannya merupakan orang pilihan. 

    Mengajak Kebaikan adalah tugas mulia, dakwah (mengajak kepada kebaikan) juga harus ada terlebih dahulu sebelum jihad/ memerangi musuh di jalan Allah SWT.  Seperti inilah dahulu keadaan Rasulullah SAW sebelum memerangi orang-orang kafir. Beliau mengajak mereka terlebih dahulu untuk masuk ke dalam agama yang mulia ini. Dengan ini pula, dahulu Rasulullah SAW berpesan kepada para komandan pasukan sebelum berperang dengan musuh. Siapa yang mau menerima ajakan Islam, dia disambut dengan baik. Sebaliknya, siapa yang menolak, ia diperangi.

    Apabila ajakan kebaikan ini mendapat sambutan yang baik, sungguh amat besar pahala yang akan diraih oleh orang yang mengemban ajakan mulia ini. Satu orang saja mendapat petunjuk dari Allah SWT melalui kita, itu lebih baik bagi kita daripada mendapatkan unta merah, kendaraan orang Arab yang paling berharga. Rasulullah SAW bersabda,

“Sungguh, demi Allah, apabila Allah memberi hidayah/petunjuk kepada seseorang melalui kamu, itu lebih baik bagimu daripada kamu mendapat unta merah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)  

    Kalau satu orang saja yang  mendapat petunjuk melalui kita, maka kita mendapat keutamaan sebesar ini, lantas bagaimana jika yang mendapat petunjuk itu banyak?! .....Masyaaloh❤️

Mari kita semangat bergerak dalam gerakan cinta al Qur'an untuk meraih cinta Allah❤️

    Menjadi guru ternyata adalah cita-citaku. Profesi apa yang bisa mengajak baik orang lain sebanyak mungkin kecuali menjadi guru. Namun sungguh mengajak kebaikan itu tidaklah semudah mengedipkan mata. Pernah mengajak solat dhuha 2 rokaat dianggap sebagai pemaksaan dan dengan entengnya berkata "saya tidak sealim ustdh". Dengan sante aku jawab "kalau hanya itu, ustdh yakin kamu ringan aja, tidak perlu menunggu alim, hehe"

    Pernah mengajak ngaji dengan tersipu malu berkata "aku kok malas menghafal qur'an ya fren" langsung dengan segera dia menepis pernyataannya sendiri sambil mengecup Qur'annya "astagfirulloh nggak wes, aku cinta kamu". Saya yakin dia sadar bahwa itu salah dan ingat ortunya yang menugaskan belajar di sini untuk menjaga hafalan qur'annya juz 30, 29, 28, 27, 26, dari depan juz 1 sampai dengan 6. Sungguh menjaga hafalan itu lebih tidak mudah dibandingkan dengan ziyadah/ setor tambah. 

    Ada juga yang dengan terang-terangan tanpa rasa bersalah berkata "lagi gak pingin hafalan, agak bosen". Merasa mengaji karena tuntutan orang tua yang sudah membandingkan dengan 2 kakaknya yang telah hatam 30 juz setelah itu kuliah. Saat diminta menyetrokan hafalannya ada saja aktivitas yang dilakukan mulai dari ke kamar mandi lamaaa, ngobrol dengan berbagai topik yang selalu muncul, ketawa guyon mulai dari guyon jelas sampai guyon gak jelas. Bengong dengan qur'an di tangan dan sampai tidur yang sulit dibangunkan. Sungguh sebuah hidayah untuk seorang itu mau belajar qur'an dengan sungguh-sungguh....masyaalllooohh alhamdulillah Kau telah karuniakan kami 5 anak yang belajar qur'an. Tiada terhingga syukur saya Ya Alloh, aku makin cinta Engkau.

    Saat murid membutuhkan pertolongan sarana bazar, mereka searching di Instagram dan memperoleh alamat yang sangat jauh.  Malam hari aku merayu suamiku untuk mengantar meminjamkan alatnya. "Emang temanmu gak ada yang bertugas? emang harus kamu yang mengatasi hal ini?". Ya saya tidak menyangka kalau bagian sarana juga tidak mengingat hal ini, padahal sudah diinformasikan tempatnya. Bagian kesiswaan juga memberikan solusi seadanya saja. "Ayo ta mas, emang  aku yang  harus membantu mereka, emang aku harus bertangungjawab terhadap keberesan acara mereka, wes ta tolong mereka biar kita ditolong Alloh dan tolong aku atas tangung jawabku di sini". Akhirnya kami berangkat, menurunkan, dan paginya masih juga tidak ada yang bisa dimintai tolong. Seorang satpam dan suamiku yang mendirikan tenda itu. 

    Saat selesai pendirian tenda sampai acara selesai, tiada sepatah katapun berterimakasih. Bahkan masih juga tidak menyapa, seakan tidak terjadi apa-apa. Untung kami sudah selesai urusan berharap dari manusia. Hanya berharap Alloh mendidik hati mereka dengan terus memberikan kebaikan. Padahal kalau sama guru lainnya membawa tongkat saja mereka langsung tanggap untuk membantu dengan rasa yang penuh kasihan, menganggap itu sebuah perjuangan seorang guru. "sini ustdah saya bantu, kasihan, ustdahku luar biasa". Astagfirulloh bimbing hati kami ya Alloh. Tetapkan kami pada kesabaran, keridhoan dan syukur padaMu...aamiin.

                                                                                    


Bu Catur, dosen Biologi pembimbing PPL, 28/7/24

Di Atas Awan

Di Atas Awan



Aku percaya mimpi untuk sugesti positif, husnuzon pada Alloh

 4. Arti Mimpi Berjalan di Atas Awan

Jika kamu mengalami mimpi berjalan di atas awan, ini adalah sebuah pertanda yang baik.

Pasalnya arti mimpi berjalan di atas awan menandakan bahwa kamu akan mendapatkan keberuntungan yang sangat besar.

Keberuntungan tersebut bisa berupa hal-hal yang tidak kamu duga sebelumnya.

5. Arti Mimpi Memegang Awan

Jika kamu mimpi memegang awan, ini adalah sebuah kabar baik.

Mimpi memegang awan menandakan bahwa kamu akan mendapatkan kesuksesan atas apa yang sudah kamu usahakan selama ini.

Mimpi bersama suamiku dan melihat pesawat tanpa rasa takut. Bahagia bahkan di atas awan. 

Bahagia melihat Ismail yang sudah putaran 18 dan akan menghadiahi aku saat ultahku ke 50 dengan qatam putaran 20. Ismail rangking 2 setelah Syihab karena memang syihab sudah menghafal sejak SD kelas 2. Ismail yang semangat mencari hafalan hingga temannya sudah tidur dia belum tidur. Saat temannya belum bangun dia sudah bangun jam 3 pagi. Ismail berjuang hingga kepikiran, alhamdulillah masih bisa tidur. Jam 11 malam baru tidur, jam 01 minta dibangunkan temannya yang jaga, namun masih ngantuk. Dia tidur lagi hingga jam 02, masih ngantuk lagi hingga jam 03 dia berusaha mengusir ngantuknya dan membuka quran untuk mulai hafalan....masyaalloh tholeku....ya alloh sehatkan jiwa dan raganya...aamiin.

Bahagia melihat Ibrahim yang awalnya tidak lulus kelas tahfidz, kini dalam beberapa bulan sudah putaran 8. Mendengar Ibrahim tidak lulus rasanya sedih banget, takut kalau dia down. Dan memang dia down, namun Alhamdulillah kini sudah mengejar temannya kelas tahfidz. Saat ini di kelompoknya Ibrahim yang paling banyak hafalannya. Dia mau hafalan sehari 3 lembar sama Abi diminta santai saja. 1 lembar saja. Alhamdulillah 11 Juni dia sudah mencapai putaran 10 juz 15. Dia bercerita kalau Abi Irfan pernah pergi sehingga harusnya setoran pagi dan akan mencari hafalan lagi, karena beliau pergi maka setorannya tertunda. Kalau sudah siang pikiran sudah hilang mood sementara Abi Irfan hanya mengijinkan santrinya untuk setoran ke beliau. Aku mendengarkan keluhannya dan meyakinkan Hima, bahwa itu yang terbaik yang sudah dirancang oleh Abi Irfan.  

Bahagia melihat Riza yang tertinggal kelas tadris dari temannya, namun malah menjadi ketua asrama, dipercaya oleh Abi-Abi di asrama Pasuruan. Aku sempat sedih banget saat dia ketinggalan dari temannya. Hanya bersama 7 orang saja dan 1 orang Muiz malah keluar karena ingin kuliah. Aku meminta Abi-Abinya untuk melibatkan dia dalam setiap kegiatan sosial sehingga merasakan hidupnya manfaat dan itu yang akan membangun percaya diri di hadapan adek-adek kelasnya. Pernah dia cerita kalau diremehkan adek-adek kelasnya. Aku makin khawatir dengan psikologinya. 

Bahagia mendengarkan cerita Hasna "Mi aku sekarang sudah senang di Kertosono, aku sudah bisa menghafal dengan cepat surat yasin dan al Waqiah". 

"Aku punya banyak teman, seasrama aku kenal semua".

"Aku sudah ada mahabbah dengan Abla Alfin" karena sempat cerita kalau takut dengan beliau. Hasna merasa dimarahi lebih keras dibandingkan temannya padahal melakukan kesalahan yang sama.

Alhamdulillah Hasna bisa menjawab ujian akhir kelas 7 pada 9 Juni. Hasna bercerita kalau ujian pondok mendapatkan tes QS Al Mulk halaman ke 3, Buka halaman 217. Ablanya menghimbau untuk memperhatikan hukum bacaan, mad madnya. Ablanya baik, kalau salah hanya bilang  "hmmmm" Hasna langsung sadar bahwa harus dibaca ain. 

Bahagia Sari sudah akan pulang, walaupun sedih juga karena tidak punya kamar yang bagus untuk menyambut kedatangannya. 

Bahagia melihat suami bisa bahagia dengan cara sederhana, kebutuhan sederhana.

Bahagia diriku sehat dan makin sehat ketika di BSA, makin dekat dengan Alloh, makin senang puasa sunnah. Bahagia aku makin tidak perhitungan dengan uang, asal untuk keluarga maka sudahlah aku keluarkan berapapun itu. Aku berprinsip seperti emak, kalau untuk keluarga adalah nomor 1.