Minggu, 09 Februari 2025

SEMANGAT JUANG

 HITUNG SEBESAR APA SEMANGAT JUANGMU


Bukan karena hidup yang engkau anggap tak bersahabat dengan dirimu, sehingga engkau tak meraih banyak hal dalam perjuanganmu.

Bukan karena beban hidup yang engkau anggap terlalu berat dipundakmu , sehingga engkau selalu mengeluh kesulitan hidup tidak pernah berhenti menghantammu

Ada baiknya engkau menengok jujur kedalam dirimu .
Dan kemudian menyadari sebesar apa SEMANGAT HIDUPMU.

Engkau membutuhkan SEMANGAT itu untuk maju.
Karena dengannya engkau akan sanggup mengatasi segala tantangan hidupmu.
Dengannya pula engkau selalu punya dorongan untuk terus melangkah ke depan
Ia adalah TENAGA KEHIDUPAN yang memberimu daya dorong dan daya dobrak perubahan

Engkau selamanya memerlukan SEMANGAT untuk bisa mewujudkan cita cita besar hidupmu
Karena ia selalu membantumu untuk terus mendongakkan kepalamu pada langit harapan mulyamu.
Dan dengannya engkau tidak bisa dihentikan oleh rintangan rintangan kecil disepanjang jalan perjuanganmu
Ia adalah BARA KESADARAN didalam dadamu bahwa engkau harus memiliki kehormatan besar dalam hidupmu.

SEMANGATMU kadang tumbuh dari besarnya RASA TANGGUNGJAWABMU.
Tanggungjawab untuk memulyakan ayah ibumu.
Tangungjawab untuk memajukan saudara saudaramu.
Tanggungjawab untuk membantu menaikkan derajat orang orang tercintamu.

SEMANGATMU juga selalu bisa kau munculkan dari RASA SUKAMU pada pekerjaanmu
Sebab dengan begitu pekerjaanmu akan bisa punya dampak agung bagi masa depanmu
Karena engkau selalu memikirkan hasil terbaik dari darah, airmata, dan keringatmu yang menetes diatas jalan panjang pekerjaanmu dengan sukacita dihatimu.

Tetapi SEMANGAT mu tidak akan pernah bisa dibendung jika berhasil engkau gali dari dalam jiwamu.
Dan engkau keluarkan dengan dasar rasa TERIMAKASIH, CINTA dan KESETIAANMU pada TUHAN mu.
Semangat yang tumbuh dan muncul dengan cara seperti itu tidak mudah melemah oleh bergantinya tempat dan waktu.
Sebab yang terngiang ngiang memanggilmu adalah TERIMAKASIHMU, CINTAMU, dan KESETIAANMU pada PENCIPTAMU.
Dengan itu engkau akan takjub akan hasil hasil perjuangan hidupmu.
Karena SEMANGATMU ITU memberimu tenaga yang tak terkira dalam menghasilkan karya karya luarbiasmu.

Subhanalooh aku merasakan semangat itu begitu penting dalam kehidupan setiap makhluk, aku teringat saat saya biologi angkatan 93 UNIBRAW bersama-sama ingin lulus aku berjuang untuk menyelesaikan skripsiku. Aku kost di rumah pak kepala dusun Pak Slamet namanya. Aku tidur, makan di di rumah tersebut dengan mendapat perlakuan yang sangat hangat dianggap sebagai anak sendiri. Beliau mempunyai 3 orang anak, Yuli yang pertama seorang pemuda lulusan STM, anak keduanya putri yang saat itu sebagai siswa SMP kelas 2 dan Minah siswa SD. Ibu slamet beberapa tahun yang lalu barusan datang dari bekerja sebagai TKI di Arab Saudi.  Selama beberapa tahun beliau pergi menjadi TKI ketiga anaknya bersama ibunya dan suaminya. 

Pagi-pagi aku bangun mbantu nyapu rumah dan halaman, habis itu mandi dan sarapan pagi terus ke Balittas mengurusi uler-uler yang akan aku bawa ke LIPI Jakarta. Pulang siang makan siang dan sholat dhuhur habis itu pergi lagi ke Balittas bercengkerama bersama uler-uler lagi. Pulang jam 5 sore duduk-duduk dan belajar kemudian tidur itu terus yang kulakukan selama 2 bulan. Sekali waktu aku ke kampus untuk berkonsultasi dengan dosen pembimbingku Pak Bagyo. Beliau setanah air denganku yaitu Blitar daerah Sanan Wetan. Bapak beliau adalah kepala sekolahku di SMP 3 bapak Isman.

Juga mengurusi kegiatan di masjid Raden Patah sebagai ketua Mentoring putri.  Mencari buku literatur, mengaji halaqoh. Sampai hari sabtu aku persiapan pulang ke Blitar. Aku paling ingat kalau tidak sempat pulang ke kost maka aku beli pangsit di depan balitas kemudian aku minum kratingdaeng. Aktifitasku yang seperti itu ternyata membuatku capek dan akhirnya aku terkena penyakit tipes dan TBC. Sebenarnya sudah kurasakan sejak 2 bulan tapi karena semangatku untuk lulus bersama.Maka sakit itu tidak kurasakan dan akhirnya begitu ketemu dokter aku langsung di suruh opname. “ Dok saya ini mau ujian Skripsi dan wisuda bersama-sama angkatan saya” Opname kujalani selama 17 hari dengan kondisi yang sangat lemah dan badan tinggal balung dengan kulit bernafaspun aku kesulitan walaupun tidak sempat dioksigen tapi aku sempat ngosngosan bila bergerak melangkah 2 kaki saja.


Kamis, 06 Februari 2025

Masjid

Masjid

23 Desember 2025

Alhamdulillah, long journey we start from Boading Batu. Aku menjemput riza yang pulang dari Hizmet sunatan jam 21 baru sampai boarding. Sebenarnya sudah aku bilang kalau gak usah hizmet karena aka perjalanan jauh. "Ini hizmetku yang terakhir Mik, setelah itu aku ke Turky". Ya walaupun aku sebenarnya tahu kalau harusnya dia pulang tanggal 19 dan akan diperpanjang liburannya hingga tanggal 1 Januari jika hizmet. Maka Riza agak maksa untuk ikut hizmet. 3 adeknya pulang tanggal 19 dan kembali ke pondok tanggal 28 Desember.   

Sejak aku muda, jika pergi maka saat solat ya pasti menuju ke masjid. Bahkan saat punya 3 balita : ibrahim, Ismail dan Hasna aku mengaajaknya main ya ke masjid. Kenyang di marahi takmir karena mainan dorong-dorongan pembatas ruangan putra dan putri, mainan air di kamar mandi, nangis karena  antrian yang panjang saat mengambil buka puasa bersama...Ya Alloh melasnya aku saat itu, ya walaupun tetap berkontribusi ke masjid dengan menyumbang kotak masjid, dan banyak tingkahnya yang lain. Namun dalam pikiran saya bahwa mengakrabkan anak dengan masjid itu penting teringat sebuah hadis "Pemuda yang hatinya terpaut pada masjid". Bahkan sampai aku merasa paling damai ya di masjid. Malah suatu ketika nanti aku pingin membuat masjid dan meninggal di masjid. 


Liburan semester ini janjian dengan Zula ke Yogyakarta. Kami berangkat dari Batu jam 21.30 dan dengan map nya masing-masing. Jam 03.00 kami sampai di Solo, pas di perempatan trafic ligth kami berhenti walaupun kondisi sepi. Kami bermaksud untuk mencari masjid guna solat tahajud. Trafic light berwarna hijau maka lanjut kami maju dan sekitar 500 meter kami menemukan masjid yang lumayan besar. Wah kaget juga karena jam segitu sudah penuh parkirannya dan kondisi sudah ramai. Kami masuk sudah disambut para ojek yang menawarkan untuk mengantar ke parkiran, karena ternyata parkiran bis cukup jauh dari gerbang masjid. 

Kami masuk dan disambut oleh gerbang periksa barang, makanan dan minuman tidak boleh di bawa masuk. Kami juga ditawari oleh para penjual kresek untuk tempat sandal, 5000 dapat 3 kresek. Alhamdulillah kami beli dengan niat biar penjualnya senang. Wow ketika masuk sudah banyak pengunjung. Aku pastilah kepo dan bertanya mereka berasal dari kota di dekat sini maupun juga di luar pulau. Yang paling bikin penasaran, sebelum masuk kami sempat mampir di masjid dekat kami parkir mobil dan disitu banyak pengunjung yang sedang tidur di dalam masjid, ternyata mereka dari Lampung bersama 2 bis sejak semalam menginap di masjid ini. 

Berkeliling masjid untuk mencari tempat wudhu, bagus dan bersih tempatnya, ada yang khusus untuk toilet dan ada juga yang hanya shower buat mandi. Settingnya mirip dengan kamar mandi di Madinah, yang berada di dasar masjid dan bisa naik dengan menggunakan tangga biasa ataupun lif. Sistem memberikan infaq sudah bisa dengan qiuris. Masjid dikelilingi oleh kolam bersih tanpa ikan sehingga dasar kolamnya terlihat seperti lantai biasa. Hal itu membuat beberapa jamaah tercebur di dalam kolam....kasihan. Masjid itu adalah masjid Syeh Zayed di Solo Surakarta

Selasa, 28 Januari 2025

Jatuh Tertimpa Tangga

Jatuh Tertimpa Tangga

Nove adalah  anak pancingan. Ortu angkatnya sudah meninggal saat covid terjadi. Orang Tua angkat Nove adalah adek dari ibu kandungnya. Saat sebelum meinggal dunia Nove dikasih uang 45 juta sebagai warisan dari orang tua angkatnya. Uang itu dipinjam ibu kandung Nove dan kakak Nove untuk menikah. 

Nove membutuhkan uang untuk melahirkan yang sudah  hamil 8 bulan dan suami Nove juga jobles. Saat Nove meminta uang dikembalikan untuk lahiran ternyata ibu Nove marah dengan cara menyembunyikan piring sehingga Nove tidak bisa  makan, beberapa kali hal tersebut dilakukan sehingga dalam kondisi hamil kelaparan dan sedih memikirkan ibu kandungnya yang memusuhinya bahkan sampai pernah mengusirnya. 

Karakter ibu kandungnya keras karena ibunya tidak pernah bergaul dengan orang luar rumah, sebagai ibu rumah tangga yang seringnya di rumah, ditambah lagi dengan latar beelakang pendidikan di keluarganya yang kebanyakan SMP dan sedikit SMA.

Melihat kondisi seperti itu adek angkat Nove iba dan mengajak Nove pulang ke rumah ortu angkatnya. Nove di rumah ortu angkat ikut membayar listrik dan air juga, artinya Nove juga bertangung jawab. Suatu ketika terjadi perselisihan antara adek angkat Nove dan Nove sdampai Nove diusir dari rumah ortu angkatnya. Hal ini dikarenakan Nove tidur di kamar ortu angkatnya, di mana semua perhiasan ibu angkat Nove ada di kamar itu sehingga adek angkat Nove tidak bisa ambil dan menjual barang berharga yang notabennya buat bersenang-senang dengan pacarnya. Nove bermaksud mengerem perbuatan adeknya, namun hal tersebut membuat adeknya marah dan mengusirnya. 

Karakter adek angkat Nove ini mirip dengan ibu angkatnya yang juga keras. Hal ini karena ibu angkatnya seorang  mandor sehingga seringnya hanya menyalahkan karyawan dan hal tersebut dibawa hingga dalam kehidupan di rumah.  

Adek angkatnya berkarakter keras dan tepatnya judes, walaupun kedua ortunya sudah meninggal waktu covid dan dia anak tunggal setelah "pancingan" anak dengan mengasuh Nove, namun tetap keras dan tidak merasa takut hidup sendiri. Dia mempunya pacar seorang tentara yang suka ngoroti harta orang tua angkat Nove yang kaya. Pacarnya  menggadaikan kamera digital seharga 10 juta digadaikan 1 juta dan hingga hangus yang tak terambil. 

Kasihan Nove yang sudah tidak punya siapa-siapa yang berpihak padanya, sampai Nove menghiba untuk tetap bisa tinggal di rumah ortu angkatnya tersebut.  

Malapetaka tidak berhenti sampai di urusan keluarga, namun suaminya ternyata mempunyai hutang yang banyak karena suaminya judi online. Sepeda motor 3 sudah digadaikan suaminya dan tidak bisa menebus. Sertifikat tanah digadaikan yang pada akhirnya akan dijabel bank. Namun ada saudaranya yang baik dan meminjamkan  25 juta. Saudara yang baik mempunyai  uang yang tidak dipakai, Saudara tersebut hanya eman saja kalau dibeli dengan harga yang sangat tidak sebanding dengan keadaan tanah. 

Bapak mertua mengetahui kelakuan suami yang terjerat hutang karena judol beliau menasehati Nove "lupakan anak saya sepertinya dia gak bisa berubah". Bapak mertua Nove sudah tidak bisa mengatasi juga kelakuan anak laki-lakinya. Ibu mertua sebaliknya berkata "salah sendiri, kamu nikah juga bukan saya yang ngurus". Ya Alloh kasihan Nove, kemana lagi dia harus mengadu. Dia hanya bisa menangis sambil mendekap kandungannya. 

Kondisi ini membuat Nove ikut terpengaruh psikologinya, mungkin orang bilang ini wajar saja. Nove memblokir semua nomor telpon keluarga suami, hal ini karena dia takut emosi saat ada telepon ataupun wa dari keluarga suaminya, dia masih berusaha meredam emosinya dengan menjauh dari keluarga suaminya. Nove sebenarnya dia penurut dan suka membantu teman. Dia pendiam dan tidak memulai pembicaraan, tidak bisa bercanda juga hanya ikut bercanda jika ada teman yang memulai candaan. Nove mengakui sendiri bahwa dia itu follower. 

Nove kini mengasuh anaknya sendirian, dibantu oleh adek kandung ibunya untuk mengasuh anaknya yang masih berumur 3 tahun saat ditinggal kerja. 




Minggu, 12 Januari 2025

Ulang Tahun Hasna

 

Hasna 14 Tahun

10/10/25….10/01/11

Kau dilahirkan di tanggal yang hanya terdiri dari 2 angka yaitu 1 dan 0….suatu angka yang sangat umi suka…be the first….menjadi yang pertama. Dan 0 itu adalah

Dia minta dikasih kejutan lewat deliveri. Sudah aku belikan mukena yang pilihannya sendiri, dia memang baik, milih yang tidak mahal hanya 40k. Dan hasilnya setelah dipakai saat VC di ultahnya lewat HP asrama “makasih ya mik, barangnya seh pasaran” ya Alloh kamu anak yang nerimoan, pilih barang selalu yang murah supaya tidak membebani umi.

Pernah suatu ketika ada telepon bulanan dari abla Amine "mohon maaf njih ibu, sedikit saja kekurangan ananda Hasna, yaitu adanya bau badan". Toeng seperti nabrak besi kepalaku, kaget aku dan akhirnya aku berusaha mengajakmu mandi lebih sering karena memang aku setiap solat pasti mandi, setiap ketemu masjid pasti mandi, setiap ada air berlimpah pasti mandi. Umi ingin mencontohkan itu padamu. Jika kamu marah saat diingatkan mbak sari, walaupun pada akhirnya kamu mandi. Umi berusaha menyemprotmu dengan parfum dan menasehati mbak Sari supaya menasehati dengan cara yang baik.

Hal lain yang sudah umi contohkan yaitu umi selalu berganti CD tiap akan solat, itu yang belum kamu lakukan dan marah juga kalau diingatkan umi, padahal itu semua untuk keabsahan solatmu, diterima oleh Alloh dan juga terhindar dari api neraka karena salah satu yang menyebabkan masuk neraka adalah kencing.

Saat aku telpon “makasih ya mi sudah effort nelpon aku” sambil matanya berkaca-kaca, aku sebenarnya pingin nangis, namun aku tahan. Malah sekarang aku nulis ini nangis.

Makasih ya Hasna sudah berjuang untuk diri sendiri dan keluarga, untuk menjaga nama baik keluarga, dengan berusaha menghafalkan quran, bersosialisasi dengan tetangga rumah dan juga teman sekolah dengan baik sehingga kamu banyak mengenal teman sepondok dan bahkan kamu juga disayangi oleh banyak temanmu. Hal ini terbukti dengan ceritamu kalau kau diucapin selamat saat ultah ini sebanyak 59 teman dan juga diberi banyak hadiah. Itu yang membuatmu makin PD dalam berteman. 

Makasih Hasna selalu berjuang untuk hafalan hingga saat ini putaran 1 juz 9, padahal pinginnya langsung setor sampai juz 12 namun waktunya tidak cukup, harus berbagi dengan temannya. Ingat waktu itu saat kamu ragu karena merasa gak bisa pelajaran qiroat.

Makasih ya Hasna tidak gengsi meminta maaf, “maaf ya mi jika merepotkan”. Padahal meminta maaf itu hal yang sulit untuk banyak orang. Pernah beberapa kali  kau marah pada umi karena umi sedang jalan-jalan sama murid umi ke kali lanang. Umi berusaha menjelaskan karena sedang bertugas piket di saat kau nelpon. Kau marah, menangis, namun pada akhirnya kau meminta maaf "maafkan aku ya umi karena aku egois". Pas umi di RSAL Hasna marah juga karena umi tidak segera menelpon, "Umi sibuk ya, memang aku gak penting kok". Yaa Umi hanya bisa diam dan mendengarkan kekecewaan mu, karena memang umi lagi menjenguk U Rika yang sedang mau kemoterapi, namun alhamdulillah akhirnya kau juga mengerti kondisi umi. 

Makasih ya Hasna yang selalu berterimakasih “makasih ya umi sudah mau mendengarkan ceritaku” padahal umi malah yang selalu berharap mendapat cerita kamu nak yang seru dan selalu tentang hal yang positif, kalaupun kamu lagi kurang enak hati dengan temanmu atau ablamu, umi jadi bisa memberikan saran dan menggiring pikiranmu untuk menjadi positif lagi dan yang menyenangkan kamu selalu "iya mik, walaupun itu sulit".

Makasih ya nak kamu yang selalu mengagumi umi, melihat kelebihan umi, kesabaran umi...wah ini umi nangis lagi nak...saat nulis ini di belakang murid laki-laki umi, dan akhirnya murid umi yang bernama Adli mengomentari "ustdh ibu yang baik, selalu berterimakasih pada anaknya". 

Kamu sering bilang "aku bersyuku punya umi yang sabar, aku ingin jadi seperti umi tapi itu sulit". "Aku bahagia punya umi yang baik dan dermawan.". Kayaknya di dunia ini hanya beberapa deh yang mengungkapkan kebaikan umi, dan salah satunya adalah Hasna.

Makasih nak kau selalu mengkhawatirkan umi "umi baik-baik saja kan? Murid umi sudah baik ta sama umi?" seakan kau tak rela jika ada satupun yang melukai hati umi. 

Makasih ya Hasna yang selalu memaklumi umi yang jarang berkunjung ke pondokmu, mengingat tempatnya yang jauh dan berbeda arah dengan kepulangan ke Surabaya. Kau selalu bertanya setiap nelpon "Umi lagi di mas yo?". Umi sebenarnya merasa bersalah karena hal itu, namun kalau umi ke Sidoarjo itu jika kemalaman bisa nginap di Rungkut, lha kalau ke Kertosono mesti harus punya waktu khusus yang tidak bersamaan dengan piket dan qodarulloh kok waktu penjengukan jadwalnya bersamaan dengan jadwal piket umi, jadi pasti gak akan bisa menjenguk. Alhamdulillah semester ini pondokmu menetapkan setiap minggu boleh di jenguk, jadi umi bisa fleksibel menjengukmu.

 

Jumat, 13 Desember 2024

ARTI HIDUP

 ARTI HIDUP


Pada suatu masa, hiduplah seorang pria yang terus memikirkan arti hidup.  

Segala jawaban yang ia temukan tidak memuaskan hatinya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk bertanya kepada orang lain. Namun, jawaban dari orang lain pun tidak membuatnya puas. Dalam hatinya, ia yakin bahwa pasti ada jawaban yang tepat. Maka, ia pun berkelana untuk bertanya kepada siapa saja yang ia temui. Ia mengunjungi desa, kota kecil, hingga berbagai negara. Sementara itu, waktu terus berlalu.  

Ketika ia hampir kehilangan harapan, orang-orang di sebuah desa berkata kepadanya,  

“Apakah kau melihat gunung di seberang sana? Di sana tinggal seorang bijak tua. Cobalah temui dia, mungkin dia memiliki jawaban yang kau cari.”  

Setelah perjalanan yang penuh rintangan, pria itu akhirnya tiba di rumah sang bijak. Ia masuk dan bertanya, “Apakah arti hidup?”  

Sang bijak menjawab, “Aku akan memberitahumu, tetapi terlebih dahulu kau harus menjalani sebuah ujian.”  

Pria itu setuju. Sang bijak lalu memberikan sebuah sendok teh yang penuh berisi minyak zaitun.  

“Sekarang, berjalanlah mengelilingi taman dan kembalilah ke sini. Tapi ingat, jangan biarkan minyak dalam sendokmu berkurang. Jika ada setetes saja yang tumpah, kau akan gagal.”  

Pria itu, dengan mata terus tertuju pada sendok, berjalan mengelilingi taman dan kembali.  

Sang bijak memeriksa sendoknya dan berkata, “Baik, minyaknya tidak berkurang. Tapi bagaimana taman tadi?”  

Pria itu terkejut.  

“Aku tidak melihat apa pun selain sendok,” jawabnya.  

Sang bijak berkata, “Sekarang, pergilah sekali lagi. Bawa sendok itu, tapi kali ini, perhatikan taman di sekelilingmu.”  

Pria itu kembali ke taman. Kali ini, ia terpesona oleh keindahan taman tersebut—pemandangan yang memukau. Setelah kembali, sang bijak bertanya lagi, “Bagaimana taman tadi?”  

Pria itu menjelaskan keindahan taman yang membuatnya terpesona.  

Sang bijak tersenyum dan berkata, “Tapi lihat, sendokmu sekarang kosong, minyaknya habis.”  

Lalu ia menambahkan:  

“Hidup mendapatkan maknanya dari cara pandangmu. Jika kau hanya fokus pada satu hal, hidup akan berlalu begitu saja tanpa kau sadari. Tetapi jika kau memperhatikan keindahan di sekelilingmu, hidup menjadi bermakna. Arti hidup tersembunyi dalam cara pandangmu.”  

Pada suatu masa, hiduplah seorang pria yang terus memikirkan arti hidup.  

Segala jawaban yang ia temukan tidak memuaskan hatinya, hingga akhirnya ia memutuskan untuk bertanya kepada orang lain. Namun, jawaban dari orang lain pun tidak membuatnya puas. Dalam hatinya, ia yakin bahwa pasti ada jawaban yang tepat. Maka, ia pun berkelana untuk bertanya kepada siapa saja yang ia temui. Ia mengunjungi desa, kota kecil, hingga berbagai negara. Sementara itu, waktu terus berlalu.  

Ketika ia hampir kehilangan harapan, orang-orang di sebuah desa berkata kepadanya,  

“Apakah kau melihat gunung di seberang sana? Di sana tinggal seorang bijak tua. Cobalah temui dia, mungkin dia memiliki jawaban yang kau cari.”  

Setelah perjalanan yang penuh rintangan, pria itu akhirnya tiba di rumah sang bijak. Ia masuk dan bertanya, “Apakah arti hidup?”  

Sang bijak menjawab, “Aku akan memberitahumu, tetapi terlebih dahulu kau harus menjalani sebuah ujian.”  

Pria itu setuju. Sang bijak lalu memberikan sebuah sendok teh yang penuh berisi minyak zaitun.  

“Sekarang, berjalanlah mengelilingi taman dan kembalilah ke sini. Tapi ingat, jangan biarkan minyak dalam sendokmu berkurang. Jika ada setetes saja yang tumpah, kau akan gagal.”  

Pria itu, dengan mata terus tertuju pada sendok, berjalan mengelilingi taman dan kembali.  

Sang bijak memeriksa sendoknya dan berkata, “Baik, minyaknya tidak berkurang. Tapi bagaimana taman tadi?”  

Pria itu terkejut.  

“Aku tidak melihat apa pun selain sendok,” jawabnya.  

Sang bijak berkata, “Sekarang, pergilah sekali lagi. Bawa sendok itu, tapi kali ini, perhatikan taman di sekelilingmu.”  

Pria itu kembali ke taman. Kali ini, ia terpesona oleh keindahan taman tersebut—pemandangan yang memukau. Setelah kembali, sang bijak bertanya lagi, “Bagaimana taman tadi?”  

Pria itu menjelaskan keindahan taman yang membuatnya terpesona.  

Sang bijak tersenyum dan berkata, “Tapi lihat, sendokmu sekarang kosong, minyaknya habis.”  

Lalu ia menambahkan:  

“Hidup mendapatkan maknanya dari cara pandangmu. Jika kau hanya fokus pada satu hal, hidup akan berlalu begitu saja tanpa kau sadari. Tetapi jika kau memperhatikan keindahan di sekelilingmu, hidup menjadi bermakna. Arti hidup tersembunyi dalam cara pandangmu.”  

Aku ingin bermakna dalam beraktivitas, segala aktivitas misalnya di sekolah. Saat tidak ada aktivitas merasa kengangguren maka aku bersedia menggantikan temanku yang tidak masuk. Toh hanya duduk dan mengecek tugas yang telah diberikan temanku dan juga memastikan kalau sudah mengerjakan, kemudian memberitahukan pada guru yang tidak masuk tersebut. Waktu dan tenagaku aku infaqkan untuk memberikan kemanfaatan pada orang lain.

Bersedia mengantarkan lomba jika memang dibutuhkan walaupun itu tidak sesuai dengan bidang yang saya minati. membagikan makanan yang berlebihan selagi masih bisa dimanfaatkan manusia. Alhamdulillah banyak yang merasa terbantu dengan makanan yang lebih tersebut, baik di Surabaya maupun di Batu. 

Bahkan kepindahan ke Batu juga sebuah hal yang ingin hidupku bermakna. Di Surabaya memang nyaman namun karena di Batu membutuhkan maka dengan optimis aku akan di bantu Alloh, maka aku berangkat dengan ridho suami. Alhamdulillah aku syukuri saja hal baiknya dan aku syukuri hal yang kurang membuat nyaman dan berharap hal yang kurang nyaman itu merupakan pelajaran dan juga dapat menghapus dosaku. 

Aku berusaha fokus pada hal baik diantaranya adalah aku makin mengerti kebersamaan dalam keluarga itu sungguh bermakna. Makin bisa menerima taqdir berumah tanggaku adalah hal terbaik yang Alloh berikan yang mungkin orang lain akan merasa amazing dengan anak-anakku yang mau mondok semua. Makin merasakan kedekatan dengan suami dan merasakan keberadaan suami itu sangat bermakna dalam keluarga. Apapun kondisi nya setiap anggota keluarga harus disyukuri. Fokuslah pada kebaikan Alloh. Pas banget membaca buku yang tertulis bahwa : Apa yang ada dalam  Hidup ini untuk dinikmati, bukan mencari kenikmatan dalam hidup ini  sehingga kita bisa bersyukur. 

Pernah saya merenungi saat memberi makanan ke tetangga, jika tetangga itu bersyukur dengan menceritakan kemanfaatan makanan yang kita berikan, maka aku semakin semangat memberikan makanan pada dia dan sebaliknya ada yang ssaat aku beri dia enggan mengulurkan tangannya, entah tidak butuh atau malu aku tidak tahu. Sejak itulah maka aku tidak memberinya makanan lagi. Demikian juga Alloh, jika kita menerima dan bersyukur maka akan terus diberi bahkan diberi lebih banyak dan lebih baik, karena Alloh itu maha baik.


Selasa, 03 Desember 2024

Respon

Berbagai Respon saat menerima  

"Rosulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang memberi makan kepada seorang mukmin hingga membuatnya kenyang dari rasa lapar, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki oleh orang lain." (HR. Thabrani).

Memberi pada orang akan melihat berbagai respon :

1. Menolak dengan cara halus "saya sudah masak, monggo dikasihkan orang lain daripada mubadir, matursuwun lo njih" 

2. Sangat bersyukur dan merasa hal ini dapat mengurangi biaya belanja (Tio)

3. Sangat bersyukur dan menceritakan kalau dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. "Saya goreng lagi, saya bikin nasi goreng, saya keringkan dan saya masak ketika tidak punya beras" (Rumah Bambu, elveka)

4. Sangat bersyukur dan merasa itu sangat enak sehingga walaupun sedikit dimakan dengan orang yang dicintainya (Rahmat)

5. Agak enggan untuk mengulurkan tangan menerima, walaupun pada akhirnya berterimakasih (ibu 8 anak)

6. Enggan menerima jika dihadapan orang lain, kalau hanya berdua menerima dengan ekspresi biasa. (Sangat)

7. Tidak berterimakasih, menganggap itu biasa (Itag dan Icus)

8. Sangat bersyukur dan mendoakan panjang lebar "kulo dongaaken dados amal njenengan yang bertumpuk-tumpuk, mangke diunduh teng akhirot, sehat dan panjang umur"  (Mbok Nah)

9. Sangat bersyukur dan merasa telah memberikan penghidupan tiap hari, sampai dikenalkan pada seluruh saudaranya sekampung. (Lia)

10. Menjadi merasa lebih dekat dan dianggap saudara special sampai saudaranya dan orang tuanya menitipkan salam. (Isma)

11. Menolak halus karena tahu bahwa ada yang lebih membutuhkan (Huda)

12. Menyiapkan wadah untuk menerima (Elveka)

13. Selalu menyapa si pemberi "Bu, ojok lali karo aku lo ya" (Tuni)

14. "Sampeyan repot-repot masak kok di bagi-bagi" (Sabrang Bendo) dengan melihatkan wajah cerianya. 

Begitulah respon manusai terhadap sesamanya, mungkin juga terhadap Alloh. Maka alloh berfirman jika hamba bersyukur maka akan menambahkan nikmatNya. Sama halnya dengan macam-macam respon  di atas, akan terus memberi jika ditanggapi dengan sangat bersyukur dan menceritakan kemanfaatannya.


Kembar


                                                             Ultah ke 16

Alhamdulillah barokalloh untuk anak kembarku Muhammad Ibrahim Akbar dan Muhammad Ismail Akbar kalian menuju remaja yang Solih. Kini genap usiamu 16 tahun. Masih sangat panjang perjalanan hidup mengarungi dunia ini.

Niatkan setiap langkahmu adalah ibadah kepada Alloh, jalani dengan ikhlas dan sabar iringi dengan syukur dan cinta, in syaa Alloh apa yang jadi cita²mu dimudahkan oleh Alloh.

Abi dan Ummi akan merestui dan mendoakan keberhasilan mu dan kesuksesan mu di dunia dan akherat.

Selamat bertambah usia anak²ku. Barokallah fiikum

Memang 15 tahun yang lalu kehadiranmu umi abi rencanakan dengan menggunakan kalender chino. Karena Mas Riza sudah umur 4 tahun, sesuai dengan jaraknya mbk Sari dan mas Riza yang keduanya hamil tanpa rencana "begitu saja". Jika direncanakan Alloh memberikan kamu berdua mengendap di rahim umi. 7 Bulan baru umi USG dan tahu kalau kamu kembar. Saking kagetnya umi bilang sama temannya umi yang mereferensikan ke donteri itu " Us Nita, doktermu Gila, aku ya gak mungkin punya keturunan kembar lah". Biasanya memang aku tidak pernah USG pada 2 kakaknya kecuali saat 7 bulan untuk memastikan sudah siap masuk panggul atau belum. Bulan-bulan sebelum 7 bulan aku hanya heran kok gerakannya banyak padahal mas Riza laki saja tidak sebanyak ini. Lapar terasa setiap saat hingga selalu sedia pisang dan telo yang biasanya aku tidak suka jadi suka, agak aneh. Aku bilang sama abi "Mas, anakmu iki buto opo piye yo? kok luwe gak ada marine". 

Lebaran datang, kami silaturohmi bersama Zula adekki yang saat itu juga hamil anak ke 2 Via yang lahir bulan Oktober. Saudara yang kami kunjungi bilang "Hayo disik sopo iki seng melahirkan?". Spontan aku jawab "Jelas adek mbah, adek sampun 9 bulan kulo tasek 7 bulan".  Saat hamil perut besar banget sampai ke WC harus duduk karena tidak bisa jongkok, saat duduk seperti sedang memangku bola basket, hingga memakai kaos kakipun tak bisa. Namun naik badanku hanya 10kg dan saat terakhir USG beratnya sekitar 2,8 dan 2,9kg. Setelah tahu kembar, memang saat dalam perut selalu aku ajak bicara  "Nak, yang rukun ya, berbagi makanan dan tempat yang adil". Kakiku sampai bengkak setiap pulang kerja, biasanya pada kehamilan kakakny tidak perna seperti itu. Jika sudah bengkak terasa berat dan gatal yang hingga kini belum sembuh gatalnya. Obatnya hanya di gantung di dinding kamar dan perut terlentang. 

4 Desember jam 20.30 aku baru pulang dari Rumah Sakit Khodijah memeriksakan kandungan yang masih kurang 2 minggu lagi. Tiba-tiba terdengar telingaku "Thes" dan terasa hangat air keluar dari jalan lahir. Aku kaget padahal aku tidak merasa pipis, dan baunya bukan pipis, malah tidak berbau namun langsung seluruh bajuku basah dan saat pakai pembalut sudah tidak nampung. Segera aku menelpon dokter Dini "dokter ini apa ya? kok tidak terbendung?" Donter dini menjawab "Itu ketuban ustdh, segera ke rumah sakit, saya siap-siap". 

Langsung saya dibonceng suamiku naik motor biar cepat sampai. Sesampai di rumah sakit, baju seragam biru yang aku pakai sejak dari sekolah langsung basah oleh ketuban dan langsung naik ke meja pasien. Sesaat kemudian berganti baju operasi, disuntik tulang belakangku, dites kakiku 

"Terasa tidak ustdh?" bu Dokter Dini bertanya

 "Tidak bu" Jawabku

Sesaat terdengar bunyi alat-alat operasi dan para dokter bergurau sambil bekerja. Sementara nafasku hanya terasa sampai dada. Jam 22.00 lahir Ibrahim 

"Maaf ya ustdh saya tekan dikit" begitu bu dokter Dini bilang. 

Langsung terdengar suara tangisan dan bidan menunjukkan ke aku "ini bu bayi pertamanya". Lalu di bawa pergi oleh bidan. 

Semenit kemudian "maaf ustdh satu lagi ya" begitu dokter Dini memberitahu aku. 

"Ini bu bayi keduanya" kata bodan itu. 

Setelah itu aku merasa sangat dingin hingga chathuken gigiku dan langsung aku tak sadar. Sadar setelah jam 4 pagi bidan membangunkan aku "ayo bu bangun mandi" setelah itu pergi dan aku akrena takut di ruang pemulihan yang besar hanya ada aku...hihi takut akhirnya aku tertidur lagi. Jam 6 bidan datang lagi dan mulai terasa jahitanku sakiitt. Gerak miring dikit saja sakit, akhirnya aku hanya diam menahan sakit.

Emak datang jam 8 pagi dan membantu aku mandi, mencantolkan baju saja aku tak mampu. 2 hari aku di kamar bersalin ditemani emak dan suami yang juga mondar-mandir mengurusi 2 kakak. Mencoba melihat di kamar bersalin sambil mringis-mringis menahan sakit. Alhamdulillah 3 hari boleh pulang dan masyaalloh yang menyambut sangat banyak ingin melihat anak kembar yang ganteng. Ibrahim seperti orang belanda dan Ismail mirip orang arab. Sampai aku sendiri tidak bisa niteni, di dahinya dikasih solasi kertas ditandai I untuk ibrahim dan II untuk Ismail. 

Alhamdulillah kalau nangis tidak bersamaan, Ibrahim kalau nangis diminumi susu langsung diam, Ismail minta digendong. Gantian minum Asi dan Ibrahim lebih banyak jatah minumnya sehingga 6 bulan dia sudah merasa kurang dan tidak puas dengan Asi lebih banyak minum botol. Ismail minum lebih sedikit hingga usia 8 bulan, Asi sudah sangat sedikit. 

Kelucuan saat mereka BAB aku sudah membersihkan Ibrahim yang di ruang tamu, "Lo kamu ek ek lagi le?" eh ternyata ganti Ismail yang BAB. Saat Ismail minta ditetah ke kanan Ibrahim minta di tetah dengan arah yang berbeda...wah harus mengalah ini satunya.



VC bersama Mbak Sari dan Kembar