Selasa, 05 April 2022

Kembaranku

 

Kembaranku

Dia tahu kalau aku senang datang dari sekolah kondisi rumah bersih.

Sering kali kalau dia di rumah, membersihkan rumah. Menyapu yang lebih bersih dari aku menyapu lantai, mengepel dengan berkolaborasi. Dia yang mengepel dan aku yang mencuci alat pelnya. Dia  membersihkan meja makan dari bungkus makanan dan kemudian menata botol ditepi meja berjajar rapi terakhir di lap sehingga terlihat bersih. 

Dia sering mengerti perasaanku dan maunya aku. Suatu ketika aku menyapu ruang tengah dan dia menyapu kamar serta ruang tamu. Karena dia menjatuhkan hasil menyapu dari kamar ke ruang


tengah maka dia ijin padaku "umi gak marahkan kalau aku sapu lagi karena aku jatuhkan sampah dari kamar ke ruang tengah". Dengan enteng aku bilang "enggak seeeh karena kalau kamu yang nyapu lebih bersih dari umi". Ya udah dek, umi bagian membersihkan pel-pelannya dan kamu bagian mengepel. Akhirnya kami berdua besinergi membersihkan rumah. Tanpa disuruh juga dia membersihkan lantai kamar mandi, kadang juga menyikat timba air. 

 Saat mamasak, dia juga dengan senang hati menolong aku mengaduk adonan mi telor, makaroni telor dan lanjut dengan menggorengnya. Saat berbuka puasa, dia mempersiapkan minuman es yang pas dengan jumlah yang berbuka di rumah. 

Saat belanja di Hypermart atau Superindo, dia bisa ikut antri minyak berkali-kali bolak balik kayak aku. Pernah suatu ketika salah harga di kasir karena dia tidak mengerti harga awalnya dan di kasir ternyata tidak mendapatkan diskon, dia terlihat sangat menyesal karena mendapatkan harga lebih mahal dari yang aku mau.

Saat belanja dia tidak pernah meminta yang dia mau. Kalaupun dia sangat kepingin, dia selalu minta ijin aku sampai aku tidak merasa keberatan untuk membelikannya. Bahkan dia bilang "ojok wes kasihan uang e umi ntar habis". Malah dia yang berkata "aku bantu umi beli mobil dengan uang sangu lebaranku ya Mik"

Pelajaran yang tidak dia suka adalah matematika. Salah satu sebabnya karena PR nya banyak dan gurunya kurang membuat dia nyaman sehingga makin malaslah dia belajar, namun alhamdulillah masih mau jika aku mengajarinya dan dia mau mengerjakan awal kemudian aku tinggal meneliti hasilnya. 

Dia paling sering menyapa kami yang dirumah jika habis main dari luar rumah "Umin, Abin". Dia juga yang paling sering aku aja ketawa, aku godain dengan gelitikan. 






Membersamai Generasi Z

 Catatan : Membersamai Generasi Z

oleh : Razi

Saat ini perhatian mahal makanya kita harus membangun hubungan dengan murid sehingga perhatian mereka pada kita.  Yang membedakan kita dengan komputer adalah sisi kemanusiaan.Semua orang punya pengalaman yang itu akan bisa dikembangkan sehingga kita memiliki sisi yang tidak bisa digantikan oleh komputer/algoritma. 

Portofilio/hasil/produk/ manfaaat yang kita berikan ke org lain lebih penting daripada sertifikat.

Ketulusan dan keunikan semakin menonjol. ketulusan bisa dilihat dari banyaknya kita berinteraksi dengan oranglain.  Karena itu kalau kita mau membangun hubungan maka kita harus lebih tulus. gpp mengakui mereka lebih pinter, namun kita juga pengalaman sehingga bisa fmembagi ilmu berdasarkan pengalaman hidup. kita harus bisa menerima kekurangan kita. 

Ibaratnya daftar menu, siswa bisa melihat daftar menu di mana saja, namun rekomendasinya menu yang enak apa. artinya berdasarkan pengalaman kita, kita bisa merekomendasikan, mengarahkan murid kita. seperti halnya orang lulus sarjana bingung mencari kerja, sama dengan orang memilih menu.

Yang diperlukan masa depan adalah :

1. life/soft skills yaitu mengembangkan fondasi yang kuat untuk menerjal badai : mengembangkan skills yang tidak tampak dipermukaan dengan terus mengajak diskusi mereka, opini mereka. tidak berani mengungkapkan ekspektasinya maka ajak bicara mereka sehingga percaya diri untuk bisa meraih, opini siswa berharga. Razi tidak punya kemampuan publik speking maka bergaulah dengan mereka. Latihlah publik speking sejak kecil, paksa untuk bicara (8f aku paksa untuk bicara)

2. tehnik/hard skills yaitu berlayar sambil membangun kapalnya. Tantangan ke depan kita tidak akan tahu yang bisa kita lakukan adalah dengan sambil jalan kita belajar, pemasaran ya sambil memasarkan produk. belajar teori bersama dengan prakteknya, kecuali dokter.

3. mengenali kostumer dan masalah kostumer dengan baik.

kepemimpinan 80% adalah bagaimana bisa mendorong diri kita lebih baik, kalau kita sudah pernah membuat misi untuk dirisendiri maka kita akan bisa memimpin dengan baik. untuk membangun komunikasi dengan baik maka : 

1.  Kedekatan dengan anak penting hanya akan diperoleh dengan cara membangun hubungan yang baik dan juga adanya kesamaann .

2.  kepercayaan anak harus kita bangun, mereka harus percaya kita lakukan itu yang terbaik untuk mereka. Untuk membangun kepercayaan dengan berbicara apa adanya diri kita, mengapresiasi mereka. Alloh kalau mencintai manusia maka diuji, ini kalau orang sering susah maka itu adalah momen untuk melihat bahwa Alloh akan menaikan kelas. sama halnya kalau kita ingin otot yang besar maka kita harus berlatih dengan beban yang besar. semakin besar beban maka semakin kuat. vaksinasi adalah memasukkan virus sehingga kita makin kuat. 

3. Doa. 

Upgrade cara berpikir, belajar dan bekerja dengan cara :

1. growth mind set bukan fix mindset...

2. bertanya kenapa harus belajar, kenapa harus sekolah. kenapa itu adalah untuk memahami strtegis

3. Proaktif tidak reaktif : berusaha memahami orang lain dengan mencari tahu apa yang mereka pikirkan, lakukan

4. berkolaborasi jangan bergerak sendiri. tugas guru adalah menyemangati berdasarkan pengalaman yang lebih banyak perspektif. 

5. paling penting adalah mendefinisakan masalah karena itu akan mendatangkan solusi.

Semua orang ingin maju, kemajuan ditopang oleh inovasi (solusi baru untuk suatu masalah lama, semua masalah sama dari dulu) semakin banyak berinteraksi maka akan semakin banyak kita pengalamannya, semakin banyak reverensi yang kita tawarkan. 

Berikan Nilai kehidupan berupa narasi ke siswa seperti juga quran banyak menyajikan cerita2 dan sebagai guru harus pandai menginterpretasikan sehingga cerita itu sampai ke siswa. 

Semakin banyak nikmat diberikan ke dunia ini maka tujuan makin tidak fokus. Orang miskin yang fokus akhirot maka akan cepat masuk sorga namun orang kaya banyak harta yang membuat tidak fokus. Ketika orang lain melihat kita tidak sukses namun percayalah bahwa kita sukses karena sukses itu subyektif. 

Kalau mau bisa berkomunikasi maka banyaklah mendengarkan. jika guru minta murid untuk bisa bicara maka hargailah sekecil apapun pendapatnya sehingga membuat murid merasa didengar dan diapresiasi. apresiasi membuat orang lebih berani, berikan ruang aman buat murid, koreksi dengan cara yang halus. 

Revou sukses 

1. sebelum berinteraksi di kelas maka siswa diharuskan belajar sehingga ketika berinteraksi mereka tinggal mendiskusikan tentang praktek

2. praktek dengan target yang jelas. orang yang bisa masuk revou adalah yang punya ambisi tinggi, bekerja sama, gak egois. belajar tidak hanya dengan guru tapi orang disekitar kita. belajar bersama orang yang paling berpengaruh dalam hidupnya, orang yang ambisi kesuksesan.

Modul yang kita susun harus memberikan pengalaman belajar, harus melakukan misalnya benar2 memasang iklan dan dilihat berapa yang mengklik dan yang membeli produk dari iklan kita.

Selasa, 08 Maret 2022

Mail Tasmik

                                                                 Mail Tasmik



Sore jam 17 ustd Azhar mengirimkan informasi...

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah, mohon do’a restu keberkahan dan kelancaran Tasmi’ Al-Qur’an 5 Juz (Juz 1 - Juz 5) 

Nama : Muhammad Ismail Akbar bin Sjaiful Bachtiar, S.E.

Kelas : VII Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Batu

Asal : Surabaya

Tempat : Masjid Mujahidin Bumiaji

Hari /Tanggal : Jum’at, 1 Sya’ban 1443/4 Maret 2022

Pukul : 05.00 WIB sampai selesai

Allahummarhamna bil Qur’an

Website : www.ppambatu.ac.id

Aku langsung WA beliau dan meminta tolong untuk membelikan kue atau minuman kesenangan anak-anak dan para ustd yang hadir. Sejak itu lantunan doa tak pernah berhenti, antara gembira dan deg degan serta harapan supaya Mail lancar dan membuat teman-temannya termotivasi untuk segera mengikuti. Rasanya bahagia memiliki anak yang akan ujian 5 jus, apalagi 30 jus. Rasa bahagia di dunia ini saja tiada tara, apalagi kalau diakhirot dihadapan Alloh ortu yang anaknya hafal Quran alan mendapatkan jubah dan mahkota...masyaallooohhh terharu dan rasanya ingin peluk Mail. Malamnya sempat seh untuk VC, memotivasi dan menyadarkan bahwa "kau dalam doa kami Nak". Apalagi di flyer ada nama kedua ortu, mungkin demikian rasanya ke tika di akhirot kita disebut namanya di hadapan Alloh. 

Jam 10.00 aku berharap mendapat rekaman dari ustd Azhar. Ustad Azhar bilang kalau Mail tidak mau direkam, saya disilahkan untuk melobi Mail untuk mau. Aku menyarankan ustrad untuk diam-diam saat merekan,  namun betapa kaget dan shoknya aku ketika beliau bilang "masih macet bu, habis jumatan diteruskan lagi" Ya Alloh makin kencebng aku berdoa. Aku langsung menuju masjid dan solat dhuha serta berdao kemudahan....Allohumma la sahla.....Ya Alloh mudahkanlah anakku dalam menghahalkan kalamMu....kembalikanlah memori yang telah dia hafalkan....berilah sifat lembut dan kasih sayang ustdnya pada anakku dalam menguji.  Pikiran positifku aku bayangkan saat seorang petinju kelelahan maka wasit akan menghitung mundur 10 dan Mail akan bangkit untuk menghafalkan lagi, untuk berdiri di ring ujian hafalan Quran....aku nangis sambil nulis ini...ingat aku nangis saat solat dhuha di masjid dan membayangkan adegan di ring tinju ...ring perjuangan mu anakku. 

Aku kenal Mail sifatnya mirip aku, ingin menjadi yang pertama dalam kebaikan, ingin segera selesai walau kadang kurang sempurna....kadang asal selesai ..beres dan segera tiada beban.

Ustdnya mengirimkan beberpa foto sejak pagi. Terlihat posisi mail di tengah temannya dengan Quran tertutup, microfon di depannya. Ibrahim kembarannya duduk di sampingnya agak berseberangan dengan Quran terbuka juga. Teman-temannya duduk dihadapannya dengan quran terbuka.  aku membayangkan muridku yang mengaji di zoom aja sering mbolos dengan alasan malu karena suara yang dia merasa belum bisa diapat didengarkan oleh temannya. Walau tidak satu ruangan tatap muka saja sudah membuat grogi, apalagi ini didepannya lagi menyimak apa yang akan dibacakan oleh Mail. Pasti grogi, dan hanya anak yang berani nekat saja yang mau maju. Pertama pula. 

Namun memang aku sering memberi cerita beberapa hal yang kualami, ketika menjadi yang pertama pastinya banyak kemudahan yang kita terima. Baru saat peristiwa selanjutnya akan timbul pemikiran dari penguji ataupun akan terjadi evaluasi sehingga akan membuat lebih sulit karena ada beberapa peraturan yang mungkin timbul. 

Aku merasakan ikut serta dalam proses kembar menghafal, padahal saat Sari dan Riza aku cukup percaya pada ustdnya dan percaya pada kesungguhan mereka berdua. Sari dan Riza seringnya minta doa kalau mau ujian sebutkan harinya dan kemudian tanpa ada komunikasi lagi. Bagusnya PP Muhammadiyah dengan membuatkan flyer dan Informasi Resmi sangat besar pengaruhnya buat aku sebagai ibu jadi lebih sungguh-sungguh dalam berdoa untuknya. Bagi bapak ibu yang lain mungkin ikut mendoakan dan pastinya berharap anaknya akan segera mengikuti jejaknya Mail. 

Alhamdulillah habis ashar terlihat di grup foto dengan caption "Tasyakuran"...lega dan mendapatkan selamat dari seluruh temannya dan bapak ibu di grup wali santri. Rasanya bahagia, jadi ingat mimpiku beberapa malam yang lalu, aku bersama suamiku berada di atas awan nan putih, sehingga aku senang dan saking senangnya tak tahu arah lor atau kidul yang biasanya ada dalam ingatanku. "Mas, kita diatas awan, endi elor, endi kidul? eh iku etan lha iko srengengene sinar e ndek kulon, iku enek pesawat yo putiiihhh, beneran kita diatas awan". Pikiranku bahagia dan lebai. Iseng aku liat di takwil mimpi, bahwa itu artinya akan mendapatkan kebahagiaan, mungkin ini salah satunya....maskih ya Mail cintaku atas perjuanganmu....lop u much.

Itulah pentingnya komunikasi guru dan ortu, maka sekolahku juga membuat program membuatkan flyer untuk anak kelasnya atas apapun prestasi yang dibuat siswanya dalam kelas.  Akan dengan senang hati menguploud flyer di status WA dan banyak komen selamat ikut berbahagia atas prestasi anaknya. Makanya disisipkan info PPDB dengan harapan sempat termemori sekolahnya dan jika tertarik dengan prestasi anaknya maka akan mendaftarkan di sekolah saya. 

Kalau dulu aku sering membuatkan surat cinta dengan kertas berbentuk Love dan berisi kebaikan muridku serta sebuah harapan untuk lebih baik lagi jika ada kekurangannya. Maka siswa itu akan senang dan memperbaiki perilakunya yang mungkin selama ini belum dilakukan namun aku sebut dalam surat cinta itu. efeknya sangat mengena. Suatu ketika muridku yang terkenal kurang tertib bilang padaku "ustdh, suratnya ustdh aku tempelkan didinding kamarku lo ustdh"...masyaalloooh aku terharu.

                                                      Senyum Lego e Mail setelah Tasmik

     

  

Jumat, 28 Januari 2022

Matur suwun Emaku

 Matur suwun Emaku

Alfatihah....buat emak dan bapakku ssaya selalu berdoa untuk kebahagiaan beliau di alam kubur

Buat leluhur emak dan bapakku semoga beliau semua disayang Alloh

Di tengah derai hujan...berderai juga air mataku

Alhamdulillah beliau berdua menyekolahkan aku hingga mengerti agama dan ilmu

Agama untuk mengendalikan nafsuku dan ilmu untuk mengantarkanku beserta kluargaku selamat 

Ilmu memberikan penghidupan yang baik 

Ya Alloohhh sayangi emak bapakku dan leluhurnya....aamiin

Sengaja ku pergi tanpa jashujan, karena memang kuingin menikmati tetesan hujan sepanjang jalan

namun setiap jumat sore selalu hujan, leptopku kasihan 

Aku selalu berdoa untuk sampai rumah sebelum hujan sampai sering Alloh mengabulkan, namun kali ini aku sengaja nge cafe

Aku ingin menikmati me time

Aku tahu makanan ato minuman minimal 20 ribu belum lagi kena pajak paling gak suka seh makan kena pajak buutt memang sekali waktu perlu

Teringat kata gus Baha "lek kowe ditakoni pengeran ben iso jawab lek kowe pernah dibahagiakan pengeran neng ndonyo"

Bahagia itu salah satunya merdeka ekonomi, mau beli ini itu gak ada yang melarang

Gak merasa mahal, sekali waktu menuruti keinginan setelah kita juga bergabi kebahagiaan dengan yang lainnya. Alhamdulillah pagi tadi berbagi Jumat berkah.  Kalau belum berbagi tapi membahagiakan diri berlebihan itu namanya.

Kubeli piza keju ...yyyaaaahhh sebenarnya mahal seh...kupikir bikinnya juga gampang, namun kebahagiaan itu yang harus dibeli....

Ku berfoto di depan barang-barang yang dulu adalah alat emak mencarikan rezeki kami

Canting untuk mengukur volume minyak tanah. Aku sering membantu emak membawakan jerigen kosong ke tempat agen penjual minyak tanah saat berangkat sekolah di SMP 3 dan SMA 1. Aku tiada merasa malu dengan membantu emak. Emak kasihan aku sehingga menitipkan untuk mengantrikan jerigen itu ke tokonya Pak Gin (Gianto kali ya). Aku malah bangga bisa membantu emak. Jaman itu tokonya emak sangat laris, pembeli sampe antri antri dan aku kalau gak ada kegiatan ikut membantu menakar minyak untuk pembeli, menimbang beras dan belanjaan lainnya, emak bagian menghitung dan menerima uang. Masayaalloh emakku pekerja keras. Setiap pagi habis masakkan kami dan juga kadang ada pekerja disawah, langsung menyapu rumah, menata gulo kelapa untuk dijual dilangganannya di pasar, pulangnya obroknya penuh dengan belanjaan sembako dan aneka sayuran. sampai di rumah sekitar jam 14.00 langsung solat dhuhur dan ambil jerigen minyak yang berisikan minyak 25 liter kiri dan kanan. Itu semua dengan mengayuh sepeda pancal. Sampai di rumah solat asar dan langsung sudah ditunggu pembeli dan penjual produsen gulo kelapa sampai magrib baru berakhir.  

Setelah magrib, emak mandi dan solat pasti sudah capek dan tidur nanti jam 22 baru bangun untuk mengemas gula pasir yang dibeli dalam jumlah banyak menjadi kemasan 250gram dan juga menata dan mensortir barang dagangan. Baru jam 24 bisa istirahat. Masayaallooh emak bapakku saya selalu berdoa supaya emak dan bapak dapat istirahat dengan mulia dialam barzah...aamiin  

Yaahhhh dijemput suami deh...hihih di satu sisi senang dia perhatian, namun disisi lain aku masih mau sendiri.....bahagia di sini. Sebenarnya aku ingin laammmaaa sampai puas, namun demi menghargai suamiku yang sudah mengantar jas hujan, yo wes aku tak muleh.

Piza cheese anget 40K              Canting Minyak tanah


                            Timbangan e Emak dodolan            Cafe Merr punya pak Edi


Sambil menunggu hujan bisa wifian, leptopan sepuasnya, tempat yang bersih dan nyaman....sendirian pula...mee timeee.  

Sabtu, 15 Januari 2022

Ihsan

 Ihsan

Sengaja aku pinjamkan leptop ke kembar karena aku kasihan dia liburan gabut. Toh yang dilihat juga hal-hal yang baik, film santri gontor, pertandingan bola, ceraman motivasi, sharing pengalaman yang membangkitkan semangat dan lain-lain. "Kau sudah hijarh dari game FF ya dek?". Saat dulu kalau gabut melihat komentator yang main FF karena HP ku gantian dengan aku dan juga gantian dengan kembarannya. 

Kutahu kalau aku harus mengajar hari ini, namun latar belakang diatas yang membuatku optimis mencari solusi lainnya walaupun aku masih membayangkan beberapa hal solusi yang mungkin. Pertama aku menggunakan PC kelas dan HP untuk membuka kelas. Saat mengajar aku menggunakan PC kelas masing masing untuk share cren  dan juga HP untuk suaraku. Bisa juga aku meminjam leptop biru. Namun tiba-tiba aku beranikan diri mencoba meminta tolong sahabatku. Saat aku bilang dia sedang asyik memakai leptopnya. Dia mengiyakan seh, tapi masih asyik ya sudah aku tinggal pergi. Aku juga sempat cerita permasalahanku pada temanku yang lain, dalam hatiku berharap dia menawari aku pinjam leptopnya, namun dia mengajar pada jam yang sama. Aku mencari pinjaman leptop biru di ruang lab komputer. Administratro memberiku pinjaman dengan wellcome dan menyiapkan hingga siap tayang. "Wah leptop ini sekarang hanya mampu merangkak ya pak, padahal dulu aku pakai masih mampu berjalan, atauuu karena sekarang aku biasa memakai leptop yang bisa berlari ya Pak sehingga merasa leptop biru ini seperti merangkak...heheh" begitulah aku berusaha mencairkan suasana karena administratorku pemdiam.

Saat menuju kelas aku mengajar, bertemu aku dengan walikelasnya dan beliau menawari aku "Mau pakai leptopku sudah siap di meja depan Bu, aku ada 2 leptop dan kebetulan ini sudah siap di depan". Beliau memasangkan segala kabel hingga aku siap mengajar. Masyaallooh beliau lebih welcome lagi dari aku dan administratorku. Jadi teringat beberapa hari yang lalu saat teman guruku mengalami kendala leptop yang menurut dia memang sudah sepuh. Dia bercerita kalau leptopnya saat di rumah bisa nyambung wifi dengan baik, namun saat di sini selalu saja ada masalah. Beberapa kali dia bercerita itu dan memang dia sering mengajar di ruang kelasku. Saat itu aku sedang memakai leptop dengan aktivitas koreksi elerning dan administrasi kelas lainnya, tiba-tiba temanku datang menghampiriku "Bu, aku boleh pinjam leptopnya buat ngajar sekarang?". Tanpa pikir panjang aku segera melogout WA ku dan mempersilahkan dia memakai leptopku. 

Saya yakin bahwa solusi aku tidak membawa leptop  diatas adalah bentuk ihsannya Alloh dalam menolongku, walaupun aku tidak mendapat balasan langsung dari temanku, namun walikelas itu menolongku dengan lebih baik. Selesai mengajar aku menuju masjid untuk solat dhuha. Aku menangis merenungi solusi Alloh yang sangat asri. Hanya orang-orang yang peka yang bisa berbuat ihsan. Sesuai dengan filosofi pelajaranku hari ini tentang tekanan benda padat. Besar tekanan akan semakin kecil jika permukaan tekannya lebih sempit. Misalnya kaki ayam dibandingkan dengan kaki bebek, high hill lebih terasa sakit saat menginjak kaki kita dibandingkan dengan flat shoes,  paku lancip akan lebih mudah menancap dibandingkan paku tumpul jika ditancapkan di suatu benda. Artinya bahwa hati yang peka, tipis itu akan lebih peka artinya mudah memahami orang lain sehingga dengan cepat dan tanpa pikir panjang untuk segera memberikan uluran tangannya. 

Penerapan hukum fisika P=F/A, P adalah besar tekanan( rasa hati), F adalah besar gaya (masalah kehidupan) yang diberikan dan A adalah luas permukaan(kepekaan hati). Walaupun masalah kehidupan itu besar, namun jika luas permukaan hati kita semakin luas maka tekanan anak menjadi ringan dan tan terasa sama halnya dengan cangkolngan tas yang diameternya sempit/ satu jari maka akan lebih sakit dibandingkan dengan cangklongan tas rangsel yang lebarnya 5 jari tangannya kita. Sama halnya dalam keluarga, jika beban hidup hanya dditanggung oleh seorang kepala keluarga akan berat, namun jika seluruh anggota keluarga bersatu dan saaling membantu maka tidak akan merasa tertekan, stres dan lain-lain.

Sebenarnya dalam kehidupan kita sangat baik jika kita bisa beradaptasi sesuai dengan lingkungan, seperti halnya kaki ayam dan kaki beberk, berbeda morfologinya karena untuk adaptasi dengan lingkungan. Hati kita mau diluaskan supaya bisa memahami orang lain dan juga bisa ditajamkan untuk peka terhadap kebutuhan orang lain. Hal ini sangat cocok dengan nasehat abi Ihya'....Nyenegno uwong, nguwongno uwong, ojok ngelakne uwong. Seperti administratorku, teman wakelku yang sudah mengamalkan nasehat abi Ihya.....matrusuwun abi.



Senin, 27 Desember 2021

RESEP BAHAGIA


 RESEP BAHAGIA

Resep bahagia itu sederhana.


Merasa cukup dan bersyukur atas apa yang dimiliki. 

Menerima kekurangan dengan kelapangan hati. 

Lantas menikmati dinamika kehidupan yang dijalani.


Resep bahagia itu mudah.


Cukup mendoakan orang-orang yang kita cinta. 

Atau diam-diam menyelipkan harapan di tengah rintik hujan yang menyapa.


Resep bahagia itu gampang.


Menyedikitkan harap, memperbanyak usaha. 

Meskipun terkadang manusia sering terbalik menerapkannya.


Resep bahagia itu simpel.


Jangan banyak bertanya. 

Apalagi sibuk mengomentari kehidupan orang lain. 

Lakukan sesuatu jika itu baik. 

Tidak perlu sibuk memikirkan citra diri.


Resep bahagia itu singkat.


Tersenyumlah saat kau kecewa. 

Karena terkadang hal kecil bisa merubah kondisi hati yang sedang berduka.


Resep bahagia itu murah.


Berikan apa yang kita punya kepada yang membutuhkan. 

Meski hanya beberapa suap nasi, setidaknya mengenyangkan mereka yang kelaparan.


Resep bahagia ternyata ada dalam diri. 


Tidak perlu sibuk mencari dari luar. 

Apalagi sampai keluar negeri. 

Tapi tidak mengapa jika ada rezeki lebih. 

Bisa sekalian mengajak keluarga.


Resep bahagia ternyata bisa dibuat sendiri. 


Tidak perlu sampai beli sana sini. 

Karena standarnya tidak harus materi. 

Sebab, waktu akan membuatnya jadi basi. 


Dan ternyata, bahagia itu saat kita menjadi diri sendiri. 

Tidak sibuk dengan hal tidak penting, seperti : mempublikasikan pada dunia bahwa kita sedang berbahagia. 

Padahal, dipublikasikan atau tidak, itu tetap disebut bahagia. 

Tidak berubah walau sehasta.

Meskipun ada yang berkata, "Resep bahagia tidak semudah dan sesimpel yang kamu duga." 

Jawabnya sederhana,

"Ah, itu cuma perasaanmu saja. 

Barangkali dirimu saja yang membuatnya menjadi tidak mudah dan sulit..."


Senin, 22 November 2021

Pengamen

 

Seorang raja ingin dirinya dilukis. Di galeri istana yang berisi foto-foto raja-raja yang memerintah, belum ada lukisan dirinya.

Dipanggillah para pelukis terbaik di kerajaan tersebut. Di hadapan para pelukis, raja mengumumkan akan memberikan hadiah yang banyak kepada pelukis yang terpilih.

Raja ingin dirinya dilukis seperti halnya raja-raja sebelum yang terlihat gagah dan berwibawa. Mendengar hal itu, satu per satu pelukis mengundurkan diri dengan berbagai alasan.

Mereka memang penulis hebat, tetapi untuk menuruti keinginan raja tersebut, sangat sulit. Mereka takut lukisannya mengeewakan raja, dan akhirnya mendapat hukuman. Para pelukis berpikir tidak mungkin melukis raja yang satu kakinya pincang dan satu matanya buta terlihat gagah. Itu adalah hil yang mustahal.

Tinggallah seorang pelukis yang tersisa. Dia menyanggupi tantangan tersebut. Dia tahu risiko yang menyertai kesanggupannya. Namun, dia juga sadar bahwa itu kesempatan baik dan langka yang tidak boleh disia-siakan.

Setelah beberapa hari, pelukis itu berhasil menyelesaikan tugasnya. Pelukis yang lain meragukan hasilnya. Mereka menduga sesuatu yang buruk akan terjadi pada rekannya itu.

Pada hari yang ditentukan, pelukis membawa lukisannya ke istana. Lukisan itu diletakkan di meja berbentuk lingkaran. Berdiri, ditutupi kain putih bersih.

Raja mendekati lukisan tersebut. Suasana hening. Semua menahan napas. Yang terdengar hanya ketukan tongkat raja yang kian mendekat ke tempat lukisan itu.

Sampai di depan lukisan, raja diam sebentar. Semua yang hadir menundukkan kepala. Tak mampu membayangkan kalau raja sampai tersinggung dan murka.

Raja menarik kain putih pelan-pelan. Waktu seakan berhenti berputar. Tarikan itu terasa lama bagi siapa pun di ruangan itu.

Lukisan tersingkap sempurna. Semua kian tertunduk. Hanya raja yang berdiri mematung memandangi lukisan itu.

Sesungging senyum menghias wajah raja. Dia menatap dirinya dalam lukisan itu sedang naik kuda perang. Terlihat samping, sehingga kakinya yang cacat tidak terlihat. Di atas kuda itu, raja duduk gagah menggenggam busur panah. Sebuah anak panah diarahkan ke musuh, sehingga matanya yang buta seakan sedang membidik.

Raja berdehem. Darah hadirin kian berdesir. Mereka semakin tidak berani mengangkat kepala.

“Luar biasa! Aku suka lukisan ini,” kata raja.

Huft... Semua bernapas lega. Serentak mengangkat kepala, tersenyum, dan bertepuk tangan.

---

Tak banyak orang yang berani mengambil risiko. Hanya orang yang percaya dan mempunyai kompetensi yang sanggup melakukannya.

Banyak yang sebenarnya punya potensi. Sayang, nyalinya kecil. Daripada berhadapan dengan risiko, dia memilih mundur teratur.

Pun hanya dengan guru. Hanya sedikit guru yang berani mengambil risiko. Ketika ada peluang, tidak melihat hal tersebut sebagai kesempatan untuk membuat loncatan. Merekalah yang terlalu nyaman di zona nyaman. Baru mau bergerak ketika sudah ada yang mencoba.

Tentu saja guru yang seperti ini tidak pernah jadi pionir. Hanya pengekor. Selalu tertinggal. Hanya guru yang berani mengambil risiko yang bisa memimpin kemajuan. Pilih mana?

Cerita diatttas adaaalah realita kehidupan sekitar kita. Sejak Covid melanda dunia banyak jiwa menjadi kerdil. Selama WFH saja banyak pengamen yang singgah ke rumahku. Sampai-sampai aku jadi hafal dengan wajah wajah pengamen di rumahku.

Awal WFH aku berkenalan dengan mereka. Ada yang rumahnya daerah Panjang Jiwo, Kenjeran. Meraka sudah memiliki anak 2 atau 3. Ada juga segerombol pemuda yang sempat aku tanya, “Mas kerja di mana? Aku berpositif tinhking bahwa mereka mengamen hanya untuk hiburan, selingan, namun jawaban mereka sungguh membuatku males memberi walau hanya 200 rupiah “Gak kerja bu, ngamen dari pada menjadi pencuri”. Benar benar bikin males. Seandanya  aku tidak ingat pada kisah kyai yang mengaji di masjid Rungkut Harapan maka aku enggan memberi mereka. Cerita ustd itu sebagai berikut: Seorang kaya raya didatangi oleh seorang pengemis yang butuh makan, dia menyanggupi nanti siang dan siangnya dengan penuh harapan pengemis itu datang lagi, Si kaya menyanggupi, “nanti sore”. Si pengemis datang  lagi waktu sore,  tapi si kaya malah ,mengusir sehingga si pengemis semakin sedih dan dia datang ke tetangga si kaya yaitu seorang kafir. Si kafir bertanya, “Apa seh yang kamu minta hai pengemis, akan aku kabulkan semua yang kamu  minta”.  Si pengemis itu sangat senang dan bahkan akhirnya si kafir masuk islam karena melihat rasa syukurnya si pengemis. Sementara si kaya bermimpi bahwa rumah  dari emas yang akan jadi miliknya ternyata menjadi milik si kafir. Maka si kaya datang ke rumah si kafir dan akan menggantikan apa saja barang yang telah diberikan pada pengemis supaya rumah emas di sorga itu kembali jadi miliknya si kaya, namun itu tidak bisa karena dia telah melukai hati pengemis. Maka aku semales-malesnya dengan pengamen aku selalu memberi uang 2000. Kata anakku “Itu kebanyakan Mi, di tetangga kita aja hanya dikasi 500 dan bahkan diusir”.  Aku menasehati  mereka “ Kita doakan saja semoga mereka mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, yang halal, aamiin”.  Aku ingat kajian tafsir bersama dengan ustd prof Roem “ orang yang meminta-minta untuk memperkaya dirinya maka makanannya adalah api neraka”. Mungkin pengamen itu tidak juga menjadi kaya, namun mereka sebenarnya juga masih bisa bekerja yang halal dan tidak harus menjadi peminta-minta, toh juga ada orang yang mau menjadi pengangkat sampah, pemulung. Saya pikir pekerjaan mereka sangat membuat dirinya sebenarnya jijik, namun mereka melakukan demi mendapatkan makanan yang hala tanpa meminta-minta. Pengamene tidak berani mengambil resiko atas pekerjaan, misalnya rasa capek bekerja, tempat kerja yang kurang bersih, panas. Mungkin mereka berkata “yah gimana lagi itu yang aku bisa”.

 Salut deh pada pemulung dan pengurus sampah, pengangkut sampah perumahan yang rela mengurus lingkungan. Semoga kerja  mereka menjadi amal ibadahnya, aamiin.

Cerita di atas menggambarkan bahwa mind set pengamen itu kurang berani mengambil resiko, tidak mau hidup kotor. Mereka menggadaikan harga dirinya dengan diusir, diberi uang kecil, dipandang sebalah mata. Astagfirulloh aku membayangkan wajahnya tidak tega, apalagi membayangkan wajah 3 anaknya yang menunggu di sore hari hasil kerja bapaknya, makanya aku selalu memberi mereka. Padahal mereka memiliki tubuh yang kuat, lebih muda daripada pak Bambang bagian kebersihan di RT ku. Melihat fonomena itu sangatlah miris.

Sebagai ortu dan guru harus menanamkan mindset yang benar tentang suatu aktivitas menjemput rezeki yang halal. Maka aku menjadi sangat kepo alias strong Why ku semakin tinggi untuk mempunyai wawasan sebagai wirausaha dengan berbagai bidang dan peluang yang membuat anak dan muridku serta diriku semakin yakin bahwa Alloh akan memberi rezeki setiap umat yang mau berusaha. Ada seorng pengusaha kerajinan unik dia berkata “Di pasar itu banyak penjual beras, semuanya laku. Cicak yang merayap saja makanannya nyamuk yang terbang”.  Masyaalloh begitulah mindset pengusaha yang harus kita miliki.  Maka dari itu banyak webinar yang aku ikut untuk menambah wawasan dan motivasi serta keimanan .  

Suatu ketika aku mengikuti webinar orang-orang pengusaha, mereka begitu optimis memotivasi kami karena mereka pernah mengalami jatuh bangun sebelum kesuksesannya. Demikian juga dengan suamiku dan teman-temanku yang kini menjadi pengusaha, mereka berani menghadapi tantangan dan ketidaknyamanan. “Janganlah melihat kesuksesannya saat ini namun lihatlah dulu perjuangannya bagaimana” itu adalah dhawuhnya abi Ihya dan juga beberapa pengusaha yang diwawancarai oleh Yusuf Mansur di acara nikmatnya sedekat tiap jam 5 aku ikuti.