Rabu, 07 Agustus 2024

Kebaikan

 QS 3 : 133

Bersegera Dalam Kebaikan


Sahabat Qur'an.....kita merenung sejenak, pernahkah kita berniat berbuat baik tapi tidak disegerakan akhirnya terlupakan🫣

Allah memerintahkan di ayat QS 3 : 133 bersegeralah dalam kebaikan jika sudah ada niat berbuat baik. Karena kebaikan akan memberikan rasa aman dan membuat hati tenang dan damai. Allah tidak menghendaki hamba-Nya lemah, rendah diri dan menganggur, pada ayat QS 2 : 148 perintah Allah berlomba - lomba lah dalam kebaikan....semangat islam kerja keras demikian terhormat, kerja cepat demikian diapresiasi dan pesimisme, demikian ditentang.

Rosululloh SAW sering mengingatkan umatnya agar tidak menyia-nyiakan waktu luang yang sering kali tidak banyak disadari bahwa waktu sangat berharga. Perintah Allah SWT di ayat QS 103 : 1 - 3 pergunakan waktu kita sebaik mungkin sebelum waktu kematian menjemput ...“Lakukanlah sesuatu yang manfaat untuk kehidupan sesudah matimu, karena siapa pun yang mati, maka akan terputus amalannya.”

Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no. 118).

Hadits ini berisi perintah untuk bersegera melakukan amalan sholih. Yang disebut amalan sholih adalah jika memenuhi dua syarat, yaitu ikhlas pada Allah SWT dan mengikuti tuntunan Rasul SAW. Jika tidak memenuhi syarat ini, suatu amalan tidaklah diterima di sisi Allah.

Dalam hadits ini dikabarkan bahwa akan datang fitnah seperti potongan malam. Artinya fitnah tersebut tidak terlihat. Ketika itu manusia tidak tahu ke manakah mesti berjalan. Ia tidak tahu di manakah tempat keluar.

Fitnah boleh jadi karena syubuhaat (racun pemikiran), boleh jadi timbul dari syahwat (dorongan hawa nafsu untuk bermaksiat).

Agar kita istiqomah dalam kebaikan pada ayat QS 3 : 103 wajib berpegang teguh dengan agama, dan di ayat QS 3 : 133 bersegera dalam amalan sholih sebelum datang cobaan yang merubah keadaan.

Sopan Santun Dalam Pergaulan

 QS 4 : 86

Sopan Santun Dalam Pergaulan


Islam mengajarkan pentingnya bersikap sopan, menghormati dan menjaga tata krama dalam berinteraksi dengan orang lain. Rosululloh SAW dikenal sebagai sosok yang sangat Sopan dan santun dalam pergaulannya. Pesan yang tersirat dalam ayat QS 4 : 86 bahwa jika ada yang berlaku baik kepada kita maka kita harus lebih baik lagi kepadanya atau minimal sama dibalas dengan kebaikan yang serupa.

Mengapa Islam mengedepankan sopan santun? Islam adalah akhlak luhur, dengan akhlak dan sopan santun akan tercipta keharmonisan hubungan dan kedamaian di bumi.

Damai adalah dambaan setiap makhluk, dengan sopan santun pada ayat QS 41 : 34 permusuhan dapat berubah menjadi pertemanan yang akrab.

Tuntunan cara hidup bersosial ini dalam ayat QS 2 : 148 mengajarkan kita untuk senantiasa berlomba-lomba dalam berbuat baik dan di ayat QS 5 : 48 semakin banyak kebaikan yang ditanam akan semakin banyak pula kebaikan yang akan dituai.

Dengan sopan santun, pada ayat QS 41 : 34 permusuhan dapat dihindari,  bahkan permusuhan dapat berubah menjadi pertemanan yang akrab.

Sopan santun adalah apa yang dilihat oleh banyak orang. Norma dan praktiknya pun bersumber dari kebiasaan masyarakat. Sedangkan akidah tempatnya adalah hati. Ibadah yang tidak selalu diperlihatkan ke banyak orang, akan menjadi rahasia seorang hamba dengan Allah SWT.

Jadi, memiliki sopan santun yang merupakan bagian dari tata krama sangat penting untuk diterapkan di kehidupan sehari-hari. Sebab, apa saja yang tampak di permukaan, itulah yang dapat menjadi indikator utama tentang baik atau buruknya seseorang.❤️

Mudah saja contoh dalam kehidupan sehari-hari, seorang anak yang sering berucap terimakasih akan membuat hati teman, guru dan orang yang ditemui senang sehingga menilai sopan pada anak tersebut. Sebaliknya ada beberapa siswa yang guru dan temannya mengucapkan terimakasih namun entah karena tidak mendengar atau menjawab dalam hati atau enggan membuka mulut untuk menjawab "iya, sama sama". Padahal itu hal yang mudah dilakukan. Dipanggil namanya menjawab "iya" juga belum spontan. Padahal memanggil nama itu sama halnya dengan mendoakan, apalagi di kasih ucapan "assalamualaikum". Assalam artinya mendoakan keselamatan, warohmatulloh mendoakan mendapatkan kasih sayang Alloh, wabarokatuh mendoakan untuk mendapatkan keberkahan dari Alloh. Keberkahan berarti bertambahnya kebaikan seseorang. Siapa yang mendapatkan keberkahan maka akan bertambah kebaikannya, artinya bertambah iman, bertambah sehat, bahkan mungkin bertambah rezekinya, duitnya....hayyo semua orang pasti mau kan???

Pernah dalam sebuah pertemuan, langsung saja orang yang baru kenal akan melihat perilaku dan menilai walaupun masih sekali pertemuan. Hal ini karena sajian wajah senyum dan sikap wellcome misalnya dengan mengulurkan tangan untuk bersalaman yang spontan harusnya langsung tanpa diminta belum terlihat sehingga siapa saja yang bertemu akan bisa menilai  kesopanan seseorang.  

Sering berkunjung ke suatu pesantren modern Sulaiamaniyah, Al Hikmah misalnya,  maupun pesantren salaf, Nurul Jadid misalnya begitu kesopanan sangat tercermin. Saat siapapun yang ditemui maka santri akan berjalan berhenti dan menhadapkan badannya ke arah tamu serta menunduk kepala sambil diam ada yang senyum bahkan ada yang mengucapkan salam. Pernah juga saking sopannya, mobilnya tamu saja mereka berperilaku yang sama seperti terhadap manusia yang lewat. Hal ini diceritakan oleh ibu Maria pembimbing guru penggerak dari SMPN 6 Batu, "saya berkunjung di suatu SD, ketika saya turun dari kendaraan murid-murid semua mengerubungi saya dan minta salaman, sambil bertanya "ibu guru baru ya? mengajar apa bu?", hal ini menunjukkan bahwa karakter murid di sekolah tersebut sudah terbentuk". Masyaalloh begitu karakter bisa terlihat walaupun masih pertama kali bertemu.

Ya Alloh jadikan hidayah di hati anak-anak kami, murid-murid kami dan seluruh generasi di negri ini bahkan di seluruh dunia, sehingga menjadikan dunia ini aman dan bahagia....aamiin

                                                                    


   WM putra kls 10 BSA 2024, kenalannya suaminya U Ledia, jumpa pertama dengan senyuman 

 

Selasa, 06 Agustus 2024

Perjanjian

Bersama di BNS,23/7/24
 

QS 4 : 20 - 21

Perjanjian Yang Kuat

Perjanjian adalah ikatan perkataan yang mengikat antara dua orang. Seorang muslim memiliki sebuah perjanjian yang sangat kuat dalam islam, Allah SWT di ayat QS 4 : 20 - 21 menyebut perjanjian yang kuat untuk pernikahan. Ada tiga perjanjian yaitu :

1. QS 4 : 20 - 21 perjanjian antara suami dan istri.

2. QS 33 : 7 perjanjian Allah dengan para nabi-Nya.

3. QS 4 : 154 perjanjian hamba-Nya dalam konteks melaksanakan pesan-pesan agama. 

Dalam perjanjian yang kuat ini memiliki konsekuensi yang sangat tegas antara suami dan istri terikat satu sama lain dengan setiap hak dan kewajiban. Pada dasarnya perjanjian yang kuat ini di hadapan Allah, jika telah berjanji apakah pantas kita ingkar? Apalagi perjanjian dengan Allah yang Maha Menciptakan, sungguh tidak pantas jika ingkar kepada perjanjian yang amat kuat ini.

Dalam perjalanan perjanjian yang kuat ini, akan banyak sekali ujian melanda kita bahkan dapat dikatakan bahwa ujian yang paling lengkap ada nya di perjanjian yang kuat ini. Karena setan tidak mau kita menepati janji dengan Allah, setan akan memiliki penghargaan yang sangat tinggi jika mampu membuat sepasang suami istri berpisah oleh karenanya setan menggodanya di ayat QS 17 : 65 akan berpasukan berkuda. Ujian yang Allah berikan menjadi penguat kehidupan rumah tangga, cara yang dapat dilakukan untuk menghadapi ujian adalah : 

1. QS 2 : 153 bersikap sabar dan mohon pertolongan Allah.

2. Dewasa dalam menghadapi masalah bahwa di QS 64 : 14 bahwa diantara pasangan dan anak ada yang menjadi musuh. 

3. Fokus pada akar masalah.

Setelah mengetahui akar masalah dari ujian tersebut, selanjutnya suami dan istri dapat fokus membahas mencari solusi atau jalan keluar.

4. QS 2 : 216 Husnuzhon kepada Allah.


Dengan begitu hidup akan tenang dan sabar dalam mengahadapi setiap ujian....yakinlah bahwa di ayat QS 3 : 186 ujian itu pasti karena sunatullah menguji, untuk kita menjadi dewasa dalam iman.❤️

Ayat ini menguatkan untuk terus saya memaafkan, sabar dan mohon pertolongan Alloh "Ya Alloh berilah kami kekuatan untuk bisa melaksanakan kewajiban kami sebagai suami, istri, orang  tua bagi anak-anak kami, murid kami dan sebagai anak, sebagai warga neraga dan sebagai umat Alloh....aamiin"

Mulai dari bekerjasama membuat lantai dari kayu jati flooring bersama pak Sobirin, perumahan bersama pak wahab, jual beli HP bersama Yudi, jual beli rumah bersama Alif, membuat rumah bersama Om Chan weh sampe malu aku dengan om ku itu.  Dan masih banyak lagi kasus yang terbengkelai yang tidak sedikit uang sebagai modal. Ibaratnya belajar dan membayar spp seumur hingga kini. Hal ini karena belajar terus dengan instansi yang berbeda, di mana instansi itu belum punya branded sehingga proses yang terjadi adalah belajar terus, training terus dan tidak ada yang gratis di dunia ini. Harusnya tekun di suatu bidang, namun jika ketekunan tidak ada maka yang ada hanyalah percobaan demi percobaan. Makanya aku menasehati semua anakku untuk tekun, jika belum punya branded komunitas maka ya maulah harusnya ikut di suatu lembaga yang sudah brabded. Makanya salah satunya adala sulaimaniyah yang sudah branded dan insyaalooh branded juga di hadapan Alloh. 

Akhir-akhir ini sebenarnya saya sudah berhenti untuk tidak bergabung dalam membiayai pembelajaran, namun karena sudah percaya bahwa yang diikuti adalah lembaga yang branded maka aku mulai tidak tega melihat kesulitannya, wajahnya dan juga ekspresi nafasnya yang sangat berat. Berpikir bahwa dengan 5 juta akan menyelesaikan masalah, namun tidak selesai juga entah kemana uang itu. Tekanan terakhir dengan 18,5 juta aku kira akan bisa menyelamatkan, namun malah hilang dan dicabut proyek itu. Ya Alloh aku hanya berharap balasan dariMu. Ndongkol seh iya, tapi mikirnya "dongkol akan menyakiti diri sendiri". 

Maka solusinya harus berpikir bahwa "Dewasa dalam menghadapi masalah bahwa di QS 64 : 14 bahwa diantara pasangan dan anak ada yang menjadi musuh". Ya bukan musuh juga seh, namun harus terus dimaklumi dan terus dipasrahkan pada Alloh, berharap mendapatkan rumah dari emas di sorga, dari pada di sorga menggandeng orang lain, lebih baik menggandeng ayah anak kita.  Maka pemikiran selanjutnya adalah QS 2 : 216 Husnuzhon kepada Allah. Memang perannya dalam keluarga sebagai pendoa, penghalang dari api neraka. Paling penting adalah merasa bahagia bahwa Alloh telah mencukupi saya dengan rezeki yang berlimpah.

Sudah banyak contoh bagaimana seorang ibu merespon kondisi keluarganya. Ada yang meninggalkan rumah dan lari dari masalah hingga merasa bersalah karena suaminya meninggal sendirian. Hal itu karena si istri ingin memberikan pelajaran pada suami. Penyesalan yang tak terhingga walaupun menutupi dengan berbagai alasan. 

Ada juga yang berani bercerai dan mencari suami baru. Hasil akhirnya juga masalah tidak berujung, bahkan bisa dikatakan menderita menjadi ibu tiri yang tidak diterima anak tirinya. Anaknya sendiri merasa dibuang, karena kurang diperhatikan. Pastinya seorang ibu akan terpecah perhatiannya pada keluarga barunya, dan bisa dimaklumi anak akan merasa tersisih. Belum lagi, anak harus menyesuaikan dengan keluarga baru ibunya, pasti akan merasa ada penolakan.  

Ada juga mbak Panca yang sabar dengan segala kondisinya, semua hartanya habis untuk bertahan hidup bersama anak anaknya, menderita juga. Namun paling tidak sang anak akan menjadi hiburan baginya. yang terpenting masih ada penghalang dirinya diakhirat dari siksa api neraka. Ingat bahwa peran utama suami adalah menjadi penghalang dari api neraka, mencari nafkah itu adalah peran sekunder. Demikian cerita Ustad Nasrulloh saat ditanya seorang istri yang tidak dinafkahi suaminya.

Maka memilih memaafkan dan ridho terhadap taqdir Alloh maka percayalah bahwa Alloh akan menolong dengan caraNya yang paling Asri. Syaratnya harus ridho menerima, lepaskan beban, pasrahkan pada Alloh. Alloh hanya akan menolong hambaNya yang yakin padaNya. Seperti yakinnya seorang bayi pada ibunya, menangis teruslah maka sang ibu akan memberinya Susu. Menangislah terus pada Alloh dengan cara mu yang paling manja, maka Alloh akan menolongmu, membuat hatimu ikhlas. Yakin bahwa setiap orang punya perannya masing-masing, bisa jadi 5 anakku hafiz karena banyak hal yang terjadi dalam hidup ini. Hiburan dari Alloh atas segala ujian hidup ini. Percayalah Alloh maha mengatur....sampai aku bisa menyusul kembarku saat rihlah di coban rondo 23/8/24. Karena aku tidak sekalipun protes atas keputursan liburku saja yang di hari kerja....semua ada hikmahnya.

Kamis, 01 Agustus 2024

Biologi

 Belajar Biologi Makin Mensyukuri Nikmat Illahi Robbi

Masyaalloh perlahan akan aku temukan cinta itu di sini

Mengajar kelas 11-1 yang semangat memperhatikan penjelasan teman dan guru

Semangat membuat power poin yang kreatif, walaupun sudah ada power point di modul

Semangat mempresentasikan di depan kelas

Semangat menanbahkan informasi yang lengkap 

Semangat menyimpan dalam memori dengan mengerjakan postes

Diingatkan untuk fokus dengan materi sanagt mudah tersentuh hati para lelaki ini

Tidak memakai head sead dan membuka tab lain

Jujur pada diri sendiri, bahwa ini kebutuhan diri sendiri

Wahai calon pemimpin diri dan negri ini

Tetaplah jaga semangat kebaikan dalam diri

Capailah husnul khotimah dalam setiap aktivitas diri

Capailah cita dan cintamu hingga di hadapan illahi robbi

Berkumpul bersama keluargamu di jannah illahi....aamiin

Rafi dan Falah materi Badan Golgi

Syarief materi Dinding sel

                                                       Kayyis dan Yubi materi Mitokondria
Abdulloh dan Akmal materi Nukleus

Ikhals rasa hati memberi nilai 100

Tidak sekedar nilai tertulis di kertas dan komputer lebih dari itu nilai di hatiku

Membuat hidupku berasa ada arti

Membuat rasa makin mencintai

Itulah rasa yang diinginkan seorang guru

Sederhana bukannn???? 

Ingat pidato U Edy "Mengajar biologi, bahasa inggris, matematika  harus membuat murid makin Taqwa, jika tidak itu gagal"

Jadi ingat juga tulisan muridku BSA kls 11-2 tahun lalu...."ustdh selalu mengajak bersyukur"

Hehe bikin kangen ngajar kalian, yang awalnya agak garing akhirnya menemukan frekwensinya 

Ya Alloh tambahkan ilmunya dan berkahi hidup murid kami beserta keluarganya....aamiin ya robbal alamiin.


Rabu, 31 Juli 2024

Kesedihan

 QS 3 : 153

Kesedihan Demi Kesedihan


Rasa sedih merupakan hal yang wajar ada pada diri manusia. Ini merupakan hal yang manusiawi. Karena, sesungguhnya, selama seseorang masih dalam kehidupan di dunia, maka tidak akan pernah bebas dari kesedihan.

Imam Al-Ghazali menyebut bahwa kesedihan pada diri seseorang biasanya karena tiga hal. Pertama, karena menginginkan sesuatu yang tidak tercapai. Kedua, karena kehilangan sesuatu. Dan ketiga, karena takut akan masa depan.

Allah menimpakan Kesedihan demi kesedihan pada ayat QS 3 : 153 agar kita tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari ekspektasi kita. Pesan dari ayat ini adalah Allah ingin kita kuat dalam setiap ujian dan tangguh dalam menghadapinya sehingga Allah memberi ujian - ujian walau Allah SWT  di ayat QS 3 : 139 tegas melarang manusia untuk larut dalam kesedihan. Karena, rasa sedih hanya akan membuat seseorang terus menerus down dan tidak semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dan di ayat QS 16 : 127 kita harus bersabar tidak boleh bersedih dan berlapang dada.

Sesungguhnya Allah SWT melihat kondisi hati seseorang bukan pada penampilan atau fisik. Allah SWT lebih suka pada hati yang sedih dan hancur, kemudian Dia memuliakan kebersamaan dengan-Nya seperti yang dinyatakan dalam sebuah hadits Qudsi. "Aku bersama orang-orang yang hatinya hancur."

Kesedihan menjadi pelindung hati dari kelalaian, juga berfungsi sebagai pagar yang menjaga hubungan erat antara hamba dan Sang Pencipta.

Sufyan bin Uyainah berkata, “ Kalau saja ada orang yang bersedih lalu menangis di tengah satu umat, maka Allah SWT pasti akan merahmati seluruh umat itu disebabkan tangisan orang tersebut.”

Kesedihan yang bertumbuh bersama ikhlas dan kesungguhan hati akan mendekatkan seorang hamba dengan Sang Pencipta serta sekaligus menutup pintu kesombongan, riya’ dan sum’ah

Rahmat Allah SWT meliputi pengalaman manusia akan kesedihan atau apapun yang tidak diinginkan, yang akan berlangsung sepanjang hidupnya. Mengapa perasaan sedih disebut rahmat Allah?

Sebab ketika kesedihan mulai muncul, selalu diakhiri dengan dampak positif dan berbagai manfaat bagi seseorang yang terkena musibah. Hal ini memang bisa berbeda-beda sesuai taufik yang Allah beri dan kesadaran diri sendiri dalam memetik pelajaran.

Jika kita sedang ditimpa musibah, maka di ayat QS 2 : 286 jangan gegabah untuk berpikir buruk, berprasangka tidak baik pada Allah SWT dan pada siapapun. Setiap kesedihan yang menimpamu, pasti diikuti dengan hikmah yang indah.

Allah SWT di ayat QS 67 : 2  menciptakan makhluk-Nya tak lain untuk diberikan ujian, cobaan, ataupun musibah pada manusia agar terlihat ibadah mereka. Jika sedang senang, apakah bersyukur? Jika sedang bersedih, apakah bersabar?

“Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya segala urusannya menjadi baik, dan itu takkan terjadi pada siapapun selain orang mukmin. Jika dia mengalami kesenangan, dia bersyukur, maka menjadi kebaikan baginya. Jika dia terkena kesedihan, dia bersabar, maka akan menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Kebahagiaan "ini lah hidup yang kuinginkan" terucap diujung karierku di Surabaya. Namun karena loyalitas, pengabdian, empati pada anak dan lebih penting dari itu semua adalah ingin hidup yang bermanfaat, bisa menolong orang lain yang membutuhkan......bismillah aku Berpindah dari zona nyaman, 

Hari demi hari awalnya merasa "Ini seperti umroh tiap hari" lebih tepatnya kalau tiap hari umroh itu namanya haji. Alhamdulillah sangat banyak bersyukur atas karunia lingkungan fisik yang sehat dan membahagiakan. Lingkungan yang membuat sehat, bahkan namanya UPIL saja ya biasanya warna hitam saat ini menjadi warna putih, saking bersihnya lingkungan ini.  Wifi menyala di semua area. Makanan tidak usah masak tinggal menikmati seperti sorga. Bahkan bisa berbagi menu lengkap, senangnya bisa membuat orang lain senang.  

Keadaan berubah, hari demi hari merasakan suasana batin yang berbeda. Lingkungan psikologis bersama dengan orang lain yang membuat harus belajar banyak memaksa hati untuk bisa lentur memahami kondisi orang lain yang berinteraksi bersama. Sepi di tengah keramaian karena berpikir dan berbuat sendirian. Saat menentukan keputusan dirasa sudah dengan berbagai pertimbangan namun apa yang diidekan selalu salah di mata orang lain. Efek berikutnya menjadikan rasa dibenci karena tidak kuasa memberikan apa yang membuat senang. Padahal yang senang belum tentu membawa efek kebaikan, justru sebaliknya melemahkan mental dan ketangguhan. Karena hal itu memanjakan anak yang harusnya menjadi jiwa yang penyabar. 

“Sungguh mengagumkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya segala urusannya menjadi baik, dan itu takkan terjadi pada siapapun selain orang mukmin. Jika dia mengalami kesenangan, dia bersyukur, maka menjadi kebaikan baginya. Jika dia terkena kesedihan, dia bersabar, maka akan menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim)


Senin, 22 Juli 2024

CINTA


 

Manusia Hanya Butuh Cinta

Cintanya Alloh yang utama

Manusia tiada akan hidup tanpa cintanya Alloh

Merasa atau tidak semua mahluk ada karena cintaNya

Harusnya manusia merasa dicintai Alloh, hingga dapat terus hidup

Semua mahkluk hidup karena cintaNya

Bayi bisa terus hidup karena cinta orang tuanya

Karyawan terus berkarya karena cinta pada keluarganya, cinta pada instansinya. cinta pada anggota tempat kerjanya

 Aku membayangkan cinta itu sampai luluh air mataku

Apa yang kamu cintai?

Keluarga, anak, harta dan kalau aku dengan mantab AL HIKMAH

Saat tidak merasa dicintai maka harus ingat bahwa yang kita cari hanyalah ridho Alloh

Kalau berharap cinta manusia akan kecewa

Tidak ada guna menceritakan kebaikan demi mendapatkan cinta manusia

Inginnya setiap orang itu sederhana

Sefrekwensi saja satu dengan lainnya

Maka akan timbul magnet saling mencintai

Namun jika kenyataannya masih bertepuk sebelah tangan

Terus saja alirkan magnet cintamu, besarkan terus magnet cintamu

Sambil terus berpasrah pada Alloh karena Dia sang pemilik hati manusia


إذ ربّ شخصين تتأكد المحبة بينهما لا بسب🌷 

جمال أو حظ ولكن بمجرد تناسب الأرواح. 


Terkadang rasa cinta diantara dua kekasih menjadi semakin erat 

bukan disebabkan keindahan fisik atau limpahan materi, 

akan tetapi disebabkan keserasian ruh jiwa keduanya.


- Imam Ghazali

Kamis, 11 Juli 2024

Naik Kelas

 Naik Kelas

    Akhir Juni pengumuman Hasna dan Sari. Hasna meminta maaf "Umi jangan marah ya, aku ngasih tahu umi. Dalem minta maaf karena tidak lulus, umi marah tidak?". Spontan saja "Nggak kok dek, umi gak marah". Ya memang aku gak marah, aku sante saja, apalagi mendengar penjelasan selanjutnya kalau dari 146 orang yang lulus hanya 11. Banyak komentar negatif di grup, protes "bagaiman sistem pembelajarannya kok segitu banyak tidak lulus". Namun saya tetap yakin kalau ini semua demi kebaikan santri, semua sudah dipikirkan oleh Sulaimaniyah. Ada juga yang merasa tidak nyaman dengan komentar negatif sehingga left grup. Namun saya lebih baik memantau saja, kalau setuju saya love. Jika tidak ya saya diam, pasti nanti akan ada yang melerai. bukan saya mengabaikan, namun tidak guna berdebat....keramean di grup masih terus bergulir. 

Menghadapi segala hal, hal keramean di grup memerlukan kecerdasan emosiaonal. 

Id itu adalah instick yang muncul secara otomatis...saat anak tidak lulus pasti akan mencari sebab, mencari siapa yang salah dan seterusnya. Tindakan dan pemikiran yang dikeluarkan dan tampak itu adalah ego, misalnya dengan chat yang berapi-api, memprotes guru, mendebat teman. Ada juga yang hanya  mendengarkan, atau bahkan ada yang  menenangkan teman2 di grup. 

Bagian yang mengontrol perilaku itu adalah super ego. Ada satu walsan Bu Laily yang menge chat saya "Njenengan kok diam saja di grup bu?". Saya bilang kalau mendebat di grup tidak ada guna, sama-sama belum faham. Malah Bu Laili yang saya puji karean beliau chat "Ijazah, sertifikat itu hal yang kecil, hanya riak riak saja..yang penting anak menjadi ahlul Quran". Masyaalloh beliau lebih tinggi keyakinannya pada Alloh dan pada Sulaimaniyah. Pantesan putra beliau menjadi terbaik di sulaimaniyah. 

Masyaalloh saat mengikuti zoom dengan abi Irsyad, sangat tenang beliau menghadapi berbagai pertanyaan di chat zoom. Terlihat bahwa ketenangan beliau karena hatinya ikhal mengabdi pada sulaimaniyah, pada Alloh lewat jalur quran sehingga jawaban tersebut membungkam grup yang ramai menjadi sepi lagi. Kini grup ramai dengan pesanan seblak dari koodinatornya ibu Uma.  

Dalam menghadapi kehidupan ada3 tipe manusia : 

1. telor dibanting pecah di ubin maka telor akan pecah namun ubinnya tidak apa-apa artinya dirinya hancur dan kehancurannya itu dia menyalahkan dirinya sendiri, maka akan semakin hancur.

2. besi : keras dibanting ke lantai, besi tidak apa-apa, lante rusak, artinya manusia itu sekeras besi, saat gagal dia  menyalahkan orang lain yang bahkan akan merusak perasaan dan hati orang lain dengan kata-kata maupun perbuatannya. 

3. bola bekel : makin masalah yang dihadapi level tinggi maka makin pintar, melentingkan diri. Lingkungan tidak akan tersakiti malah mungkin akan bisa memperbaiki lingkungan yang kurang baik. 

Saat teman marah, maka bersanding untuk menenangkan dengan perilaku yang sama (minumannya, makananya)

terapi kognitif : bayangkan apa yang anda inginkan, menyenangkan dan tarik nafas 3x, masuk kelas dengan suasana senang dan tidak menjustifikasi kelas dengan jelek.

QS 3 : 186

Keniscayaan Ujian Dalam Hidup


Sunatullah menguji inilah keniscayaan ujian dalam hidup, Rasulullah SAW sebagai manusia agung tidak terlepas dari problem dalam menjalani kehidupannya. Bahkan sejak dalam kandungan Muhammad SAW telah menjadi yatim dan bertubi-tubi ujian menimpa beliau semasa hidupnya. Bila Nabi SAW saja diuji sedemikian rupa, maka sudah sewajarnya kita sebagai umatnya juga diuji dalam menjalani kehidupan. Ujian hidup pada ayat QS 3 : 186 adalah sebuah keniscayaan. 

Isyarat yang cukup bagi seorang mukmin dengan keniscayaan datangnya banyak ujian hidup.

Dalam ayat QS 29 : 2 janganlah kita mengira dengan masuk islam kita akan terus senang dan bahagia, kita harus siap diganggu dan dihujani makar musuh bahkan sekiranya kita tidak mengusik mereka...mereka yang akan mengganggu kita.😭😭😭

Menurut al-Qusyairi, seorang mukmin memiliki dua bekal untuk menghadapinya : sabar dan sikap tenang. Dalam ayat QS 25 : 75 - 76 dua sikap ini terbentuk dari keyakinan orang mukmin berjalan dalam takdir yang telah digariskan Allah SWT.

Sungguh menakjubkan orang yang beriman itu. Dalam suatu hadits Rosululloh SAW bersabda : Setiap spasi, detik dan titik dalam hidupnya dipenuhi dengan rasa bahagia dan senyum merekah. Semua dihadapi seakan-akan baik-baik saja. Betapa tidak? Saat ia ditimpa satu keburukan, ia sabar. Dan, saat menerima hadiah kenikmatan, ia bersyukur." 

Segala bentuk ujian dapat bernilai kebaikan bagi orang mukmin. Selain sabar ketika mendapatkan ujian, orang mukmin juga dituntut untuk bersyukur ketika mendapatkan nikmat. Bersyukur dapat diekspresikan dengan dua bentuk. Pertama, dalam bentuk pujian (hamdalah) lewat lisan karena adanya kebaikan yang didapat. Pujian ini muncul dari perasaan rela sekecil apa pun kebaikan yang didapat. Kedua dalam bentuk perasaan puas dalam hati dengan apa pun nikmat yang diterima. Rasa syukur baik dalam hati maupun lewat lisan adalah dua bentuk yang dapat dipraktekkan secara bersamaan.


Fokuslah pada urusan kita, tak perlulah kita pusingkan apa kata orang, selama yg kita lakukan adalah kebenaran. Karena kita yang bertanggung jawab atas kehidupan kita.....bukan orang lain.