Ibu Hebat
Alloh Maha mengabulkan doa siapa saja asalkan kita bisa merenungi dan bersyukur. Kita mbatin saja, berkeinginan saja maka akan dikabulkan.
Saat aku membawa makanan, pikiranku berharap ketemu orang yang tepat membutuhkan makanan ini. Alhamdulillah selalu dipertemukan dengan orang yang memberikan banyak pelajaran pada hidupku. Orang yang tepat itu dalam artian dia membutuhkan dan dia bersyukur, terdengar dari kata pertama yang terucap adalah ALHAMDULILLAH.
Saat sambang anak ke 5 di pondok Sulaimaniyah Kertosono, sengaja memberikan kejutan dengan merencanakan sehari sebelumnya untuk menawarkan titipan pada ibu-ibu walisantri. Alhamdulillah ada sekitar 15 orang yang titip belanjaan maupun uang. Aku siapkan uang dalam kertas yang sudah tertulis nama anak, sehingga nanti tinggal membacakan untuk mengambil bungkusan uang. Barang sudah aku belanjakan di alfaMart dan juga di Momoyo. Saat Momoyo antri pindah ke Bixsu, alhamdulillah sekalian membelikan Hasna. Kejutan buat dia, toh juga belum bagi HP sehingga memanfaatkan waktu untuk membelikan ibu ibu yang ingin juga membahagiakan anaknya.....bismillah berniat membahagiakan orang lain berharap Alloh membahagiakan kita.
Alhamdulillah ada saja caranya Alloh membahagiakan, padahal aku tidak berharap. Ibu2 memberikan TF yang dilebihkan. Ada yang bilang buat parkir, buat beli es dan lain lain. Gantian aku kasih bonus susu atau makanan lainnya. Itulah kebaikan itu seperti domino, satu disentuh akan menimpa yang lainnya hingga semua tertular menjadi baik semua. Frasa "Domino Kebaikan" atau efek domino kebaikan umumnya merujuk pada konsep "Pay It Forward", di mana satu tindakan baik kecil dari seseorang memicu rangkaian kebaikan berantai yang menyebar luas ke orang lain, mirip seperti susunan kartu domino yang jatuh berurutan.
- Seorang pria membantu anak kecil yang kelaparan atau terjatuh.
- Anak tersebut, setelah dewasa atau di waktu lain, melihat orang lain kesusahan (misalnya dompetnya jatuh atau butuh ongkos) dan ikut membantunya.
- Rantai bantuan tersebut terus berputar hingga di akhir video, kebaikan tersebut kembali lagi ke orang pertama yang memulai aksi tersebut tanpa disadar
- https://youtu.be/QMnEP2DYfmI?si=I-pD85WbQz5aqQfr.......filmnya ada di sini
Lanjut perjalanan membagikan makanan. Bertemu dengan Bu Nur yang bertugas sebagai marbot masjid Mujahidin. Beliau cerita kalau suaminya biasanya yang membersihkan masjid, kini suaminya sakit struk sehingga dia yang menggantikan tugasnya. Saat aku kasih makanan beliau bilang "masih ya nak, saya tidak pernah makan yang seperti ini". Masyaalloh meleleh air mataku memeluknya.
Keluar dari masjid menuju ke apotek untuk membelikan Zahira obat batuk, bertemulah dengan ibu Mistiani. Sunggel paren karena suaminya sudah sedo. Beliau menjual makanan di warung kecil pinggir jalan. Anaknya laki-laki semata wayang kini sedang kuliah di Unesa fakultas Bahasa Jawa. Sejak SMA anaknya pintar sehingga bisa masuk kuliah jalur prestasi. "Saya tidak berpikir kalau anak saya bisa kuliah, tapi karena pintar dia dapat beasiswa bidik misi". Beliau juga tidak pernah mengunjungi anaknya ke Surabaya. Hasil jualannya untuk membayar uang kos 600k tiap bulan dan juga uang bensin dan makan 50k per hari.
Saat putranya KKN membutuhkan biaya dan juga perbaikan leptop karena kecelakaan saat KKN. Pinjam uang ponakannya yang cukup jauh detempuh dengan naik sepeda. Pas sampai di rumah keponakannya ternyata suami ponakannya sakit struk sehingga tidak bisa meminjami uang. Pinjam kakaknya juga sedang struk, akhirnya pinjam di bank. "Wes nekat demi anak, kalau sudah lunas tidak akan pinjam lagi". Begitu terpaksanya berurusan dengan bank. Ibu Mistiani mengandalkan warungnya yang kini juga tidak seramai dulu. Mengandalkan bantuan pemerintah sambil terus berdoa dia tiap jam 3 dini hari sudah tidak bisa tidur lagi. Beliau sudah tidak bisa tidur. Beliau tahajud dan berdoa memohon pertolongan Alloh, "saya hanya bisa berdoa supaya tidak ada kendala lagi dalam kuliah anak saya, Alhamdulillah saja bu kalau dipikir malah sedih, meminta pertolongan alloh saja bu".
QS Al-Baqarah (2) : 61
Berhenti Mengeluh, Munajadlah Kepada Allah SWT
Suka mengeluh/mengadukan kesulitan-kesulitan hidup kepada sesama manusia bisa sama artinya dengan tidak rela dengan apa yang sedang dikehendaki Allah SWT. Mengeluh dan meratapi nasib yang diderita sama artinya dengan merasa tidak puas akan pemberian Allah. Sebagaimana Bani Israil di QS 2 : 61 yang merasa bosan dengan makanan yang selalu sama, padahal makanan tersebut anugerah dari Allah yang memudahkan hidup mereka di padang gurun yang tandus. Akibatnya mereka di timpa kenistaan dan kemiskinan (kehinaan dan kerendahan jiwa) ...kebaikan menjadi buruk.
Apakah memang tidak boleh melakukan curhat kepada sesama manusia, seperti seorang kawan kepada kawan lainnya, atau seorang istri kepada suami atau sebaliknya?
Tentu saja boleh sepanjang curhat itu tidak bermakna “ngrasani" atau menggunjing Allah. Curhat kepada sesama manusia boleh dilakukan selama masih dalam koridor diskusi atau meminta nasihat untuk mendapatkan cara-cara terbaik untuk keluar dari kesulitan-kesulitan yang dihadapi sebab di QS 5 : 2 memang ada kewajiban untuk saling tolong menolong dan di QS 103 : 3 nasihat menasihati diantara sesama manusia. Artinya setiap manusia memiliki hak untuk mendapatkan nasihat tentang alternatif solusi dari kesulitan-kesulitan yang ada.
Artinya seseorang memiliki hak untuk mencari nasihat dan alternatif solusi atas kesulitannya, namun keputusan akhir tetap berada di tangan Allah, yang merupakan inti dari keimanan dan kesabaran. Sikap ini mencerminkan keimanan yang mendalam, di mana seseorang memahami bahwa kesulitan dan kemudahan adalah bagian dari ketetapan Allah yang memiliki hikmah. Kesabaran dalam menghadapi ujian adalah bentuk ibadah yang akan mendapatkan pahala.
QS 94 : 5 - 6 menjadi sumber keyakinan bahwa setelah setiap kesulitan, dalam QS 65 : 2 - 3 Allah pasti akan memberikan jalan keluar bila kita tawakal, yang membuat seseorang tidak berputus asa.
Inilah rahasia yang sebagian kita mungkin belum mengetahuinya. Jadi intinya, tawakkal lah yang menjadi sebab terbesar seseorang keluar dari kesulitan dan kesempitan.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang yang sabar dalam menghadapi setiap ketentuan-Mu. Jadikanlah kami sebagai hamba-Mu yang selalu bertawakkal dan bergantung pada-Mu....aamiin yaa Robbal'aalamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar