Jumat, 02 Januari 2026

Mukmin Sejati

 QS 23 : 30

Mukmin Sejati


Pada ayat QS 23 : 30 tersirat pesan bahwa untuk menjadi mukmin sejati adalah sebuah proses dan perjuangan, karena penuh dengan jalan terjal, berliku, banyak kerikil dan hambatan yang harus dilewati. Makanya kita memerlukan intensitas dan kesungguhan untuk berproses menjadi mukmin sejati. Yaitu dengan memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kesempurnaan Allah SWT. Sebagaimana dalam ayat QS 45 : 3 - 5 bahwa pada langit dan bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang mukmin, makhluk bergerak yang bernyawa dan pergantian siang dan malam serta hujan yang diturunkan Allah dari langit untuk menghidupkan makhluk yang bernyawa.


Dalam ayat QS 8 : 2 - 4 ciri-ciri orang mukmin sejati adalah sebagai berikut :

1. Bergetar hati ketika disebut asma Allah karena cintanya kepada Allah, sehingga getaran ini mendorongnya untuk ingin cepat bertemu dengan Allah sebagaimana layaknya sesorang kekasih yang sudah lama berpisah dengan kekasihnya. Dan karena takut kepada Allah. Sebab sudah sekian lama kita berpisah dari Allah, ingat telah banyak kesalahan dan hal-hal yang tidak disukai kekasihnya (Allah), maka timbul rasa takut dalam hatinya kalau-kalau Allah menolak perjumpaan-Nya nanti di akhirat.

2. Kemuliaan dan Kebesaran Allah. Kita harus baca al Qur'an untuk menambah keimanan kita.

3. Sebagai orang beriman kita yakin bahwa kita lahir ke dunia ini bukan atas kehendak dan kemauan kita, tetapi adalah atas takdir Allah SWT untuk misi di ayat QS 2 : 30 sebagai Hamba dan Khalifah Allah. Maka di ayat QS 65 : 3 tawakal, yaitu mewakilkan/menitipkan/menyandarkan ikhtiar kepada Allah agar apa-apa yang kita sudah ikhtiarkan kiranya Allah berkenan mengabulkannya. 

4. Semua rezeki yang dikaruniakan oleh Allah kepada kita adalah milik Allah. Untuk memperoleh kebajikan di ayat QS 3 : 92 nafkah harta. Karena di ayat QS 102 : 8 akan di tanya harta yang di dapati dan digunakan untuk apa aja.

5. Ayat QS 8 : 4 inilah mukmin sejati dan akan memperoleh derajat yang tinggi.

Liburan akhir Desember, sambil menunggu liburannya anak-anakku, melancong kami berdua ke Selecta terus  naiiiikkk gunung hingga totogan hanya bertemu dengan 2 rumah. Salah satunya adalah rumahnya bu Kasmini. Beliau merantau dari Tuban saat punya anak pertama masih 8 bulan. Beliau membangun rumah kayu di tanahnya perhutani, sangat sederhana "lek wonten angin, menawi atape mabur mbak", begitu beliau bercerita. Cobalah membayangkan betapa sederhananya rumah beliau. Saat itu beliau menyadap getah pinus yang ada di hutan di sekitar rumahnya dan juga di seberang jurang rumahnya. Beliau harus berputar untuk menyeberangi jurang hingga pada bukit seberang rumahnya, dilakukan setiap pagi. Tiga minggu berikutnya akan panen getah dengan hasil per kg 15 ribu, dapatnya sekitar 10 kg....bayangin...3 minggu mendapatkan hasil 150 ribu.

Tiga tahun berikutnya beliau memiliki putri ke 2, dan sudah tidak menyadap pinus lagi. Beliau mengelola tanah perhutani di bawah pohon pinus dengan tanaman wortel.